sebetulnya ini adalah postingan saya di milis kelas, yg sedang berbagi pengalaman-pengalamannya saat belajar hingga sekarang.
Apabila diingat2, dikorek2, ampe kerak paling dasarpun, sepertinya saya tidak menemukan memori SD utk mengenal bahkan menyentuh komputer. Terkadang iri yah sama adek sendiri, padahal masih cemot, tapi udah bisa maen berbagai macam game.
Ketemulah saat2 SMP, saat2 cinta pertama, cinta monyet, cinta lokasi, bahkan saya ingat jg tuxedo bertopengku dulu pas SMP yang mengajak saya mengenal internet, bagaimana membuat email, chatting, browsing. That’s all. Bahkan doi ga nyadar kalo ilmu internet yang dia kasih, jadi trik saya mendapat cerita lain di dunia maya..(ceritamasalalu.com)
Ketika SMP juga, mulai dikenalkan dengan mata ajaran Mulok Wajib (muatan lokal ??) dan kebetulan saya memilih komputer. Deg-degan rasanya ketika sentuhan pertama itu terjadi, keyboard itu begitu lembut dan halus. Dan saya memulai dengan mengoperasikan DOS. Padahal kita tidak pernah menyadari teman kita di masa lalu adalah makhluk yang jahat dan buruk rupa T_T. Naik tingkat ke kelas 2, diajarkan bagaimana membuat dokumen, bagaimana membuat huruf terlihat miring, terlihat tebal, terlihat bergaris dengan Wordstar. Sampai pada tingkat akhir SMP, berkenalan dengan Lotus (bukan lotus macam IBM skrg), tapi Lotus utk membuat data / tabel, yang bisa disorting, dipilih, dihapus, ditambahkan, diubah.
Masuk SMA, masih dengan tuxedo bertopeng yang sama, dan ke warung internet semakin intens, tiba2 keberuntunganpun tiba, akhirnya saya bisa memiliki sekotak besar komputer AMD. Dari sana, saya masih asik dengan edit2 foto (bukan photoshop lho!), dan permainan yang membuat saya kecanduan, lupa waktu, lupa makan, lupa pacar, yaitu the sims city. Saat itu pula, tagihan telpon rumah mulai membengkak karena pemakaian internet via kabel dial up.
Untuk masuk kuliah sendiri bingung bukan kepayang, dunia mana yang akan saya masuki, ternyata terjerumuslah saya ke bangku kuliah di gedung LSI mata kuliah matematika dasar dosen Pak Fahren (mudah2an gw ga ketuker lagi F dan P jadi Fafahren) bersama temen2 yang hebat.
Bingung, frustasi, gelisah, pengen pipis, banyak hal yang dirasakan saat kuliah pertama Algoritma dengan Pak Julio, padahal dalam hati sebelum perkuliahan “yang mana sih bapak yang men-tidak-lolos-kan banyak mahasiswa malang itu”..
C, adalah huruf pertama yang saya sebal di kuliah, dan sempat bersyukur tidak memiliki nama awalan C, bahkan sepanjang nama saya tidak ada huruf C, saya tidak akan mencari pacar yang berhuruf C, mungkin nanti anak saya jg jangan mengandung huruf C. karena saking dendamnya dengan huruf C, sampai2 saya mendapat karma, di transkrip nilai pelajaran maut itu bertengger huruf C, damn it, kenapa C?!
akhirnya naek ke semester 2, bertemu lagi dengan huruf C, dan skrg ternyata dia membawa banyak pasukan untuk membalas dendam pada saya, dia pula telah bertansformasi menjadi super huruf yang lebih kuat menjadi C++, antek2nya yg dia bawa dari negeri antah berantah itu adalah Lisp, Prolog. Tanpa banyak kata saya memandang si huruf C, masih betah juga dia bertengger di nilai transkripku yang ke dua. T_T
Naik ke semester 3, tidak banyak berkhalusinasi dengan dunia C, karena saya banyak bertemu dengan angka2 ajaib itu. entah bagaimana perginya angka yang dulu saya eja semasa SD ada 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,.. kini tersisa hanya 1 dan 0. Ajaib.
Kuliah siang, dengan pikiran yang masih mengingat angka ajaib itu, kali ini bertemu dengan mie kriting integral 2-3 lapis. bagaimana ya nasib musuh2ku itu. karena sampai semester 5 saya bungkus semua dalam kardus, dan bertemu dengan makanan, temen, musuh yang sebenarnya.
Musuh yang sebenernya lagi2 turunan mbah C yang dulu mendendam. C dengan syntak yg sama bedanya dia mata duitan, karena setiap variabelnya harus diawali dengan dolar $, PHP namanya. 
Tingkat berlanjut. Saya adalah orang sunda asli pisan. Kenapa harus belajar bahasa Java? firasat saya mungkin saya akan bertemu dengan tuxedo bertopengku orang Java.
(aduh udah panjang juga ya cerita..)
Sampai PKL, skripsi ternyata firasat itu benar, semuanya terhipnotis oleh tuxedo bertopengku orang Java.
Wisuda, kerja?
apa yang terjadi di pekerjaan??
penyakit dulu datang kembali, bingung, frustasi, gelisah, dan pengen pipis. Kenapa saya yang sudah berinvestasi di negeri Java, harus kembali mengurus si mata duitan alias PHP.
Tapi semakin berjalannya waktu, saya kembali ke negeri Java, dengan logat yang berbeda, karena saya harus pintar2 mengenal apa itu BlackBerry.
jadi panjang ya? dari mulai DOS dengan disket yang setipis kertas yang bisa dikipas2, dipatah2in, dibagi 2, karena temen waktu itu belum pnya, ampe sekarang BB storm yang dtinggal di elus2, disentuh, digeser ke kiri ke kanan, diputar2, melihat foto2 saya bersama tuxedo bertopengku..
Recent Comments