Posts Mentioning RSS Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • dian indah savitri 7:17 pm on July 28, 2009 Permalink | Reply
    Tags: linux, music   

    fetch lirik di amarok 

    mungkin aku yg telat tahu, di amarok ada fasilitas fetch lirik secara otomatis apabila kita sedang memutar lagu. kemudian lirik d cache jadi sehingga lagu di replay tidak fetch berkali-kali. tentu saja fasilitas ini hanya bisa dinikmati apabila kita terhubung dengan internet. dan lagu-lagu yang tersedia lagu-lagu mancanegara. berikut ilustrasinya:

    amarok

    selamat bernyanyi ria..

     
  • dian indah savitri 7:04 pm on July 28, 2009 Permalink | Reply
    Tags: internet, koneksi   

    koneksi internet ubuntu 8.10 + hp SE w910i + telkomsel flash 

    ternyata membuat koneksi internet menggunakan modem GSM d linux tidak harus utak atik script yang manyebalkan..tapi cukup klak-klik saja layaknya di windows. Apabila kartu telkomsel flash sudah aktif dan bisa digunakan(kebetulan saya menggunakan hallo flash berlangganan), maka langusng saja aktifkan pada ponsel 3G atau HSDPA.

    Sambungkan pada laptop ubuntu melalui kabel data, kemudian akan tampil beberapa pilihan di layar ponsel, pilih koneksi dengan pilihan “phone mode”. Sedangkan setting di ubuntu. bisa buka menu System -> Administration -> Network.

    Tambahkan koneksi tipe “mobile broadband”, pilih nama sesuai koneksi anda, seperti gambar berikut:

    add connection

    dan,  isi properti koneksi :

    number : *99#

    APN : internet (ini khusus yg unlimited / volume based, apabila ingin diubah menjadi time based, APN diubah menjadi “flash”)

    PIN : (default) 1234

    password : (optional) wap123

    langung muncul di list di network setting dengan nama sesuai koneksi yg telah anda buat tadi. untuk memastikan koneksi telah berhasil, ketikan

    tail -f  /var/log/message

    maka, hasilnya adalah seperti ini:

    Jul 29 01:50:45 dian-laptop pppd[12001]: Plugin /usr/lib/pppd/2.4.4/nm-pppd-plugin.so loaded.
    Jul 29 01:50:45 dian-laptop pppd[12001]: pppd 2.4.5 started by root, uid 0
    Jul 29 01:50:45 dian-laptop pppd[12001]: Using interface ppp0
    Jul 29 01:50:45 dian-laptop pppd[12001]: Connect: ppp0 <–> /dev/ttyACM1
    Jul 29 01:50:46 dian-laptop pppd[12001]: Remote message: Congratulations!
    Jul 29 01:50:46 dian-laptop pppd[12001]: PAP authentication succeeded
    Jul 29 01:50:47 dian-laptop pppd[12001]: Could not determine remote IP address: defaulting to 10.64.64.64
    Jul 29 01:50:47 dian-laptop pppd[12001]: local  IP address 114.120.57.71
    Jul 29 01:50:47 dian-laptop pppd[12001]: remote IP address 10.64.64.64
    Jul 29 01:50:47 dian-laptop pppd[12001]: primary   DNS address 114.127.253.84
    Jul 29 01:50:47 dian-laptop pppd[12001]: secondary DNS address 202.3.210.11

     
    • suaracahaya 7:34 pm on July 28, 2009 Permalink | Reply

      Dian…telkomsel Flash mahal nggak? Kecepatannya gimana? ^^

    • dian indah savitri 8:08 am on July 30, 2009 Permalink | Reply

      aku pake yg langganan..

      kecepatan 256 kbps harga per bulannya 125rb + ppn 10%. -> yang paling murah, tapi lumayan kok cepet :D ..
      ada macem2 yg ditawarkan mau berdasarkan kecepatan maupun berdasarkan quota.

      • Ardhi Hardiyan 6:16 am on August 4, 2009 Permalink | Reply

        Kalo tsel flash corporate 100 rb + ppn 10% :)
        dian udah pernah coba pake modem usb?

    • dian indah savitri 2:32 pm on August 8, 2009 Permalink | Reply

      flash corporate dari kantor dong? hehe..maklum ini mah modal probadi ^_^
      iya pernah pake modem usb..lancar juga ^_^

  • dian indah savitri 8:03 am on February 12, 2009 Permalink | Reply
    Tags: java, netbeans   

    install plugin facelet di netbeans 6.5 

    pertama2 thx to henry, sebenernya ini awalnya yang ngalamin henry sewaktu diskusi soal JSF,

    karena selama kerja dah jarang pake java, jadi baru sempat install netbeans 6.5 kemarin malam.. karena lg nyobain tutorial spring nya yang dibuat pak Endy. akhirnya tutorial ke 1, sudah berhasil dan sukses.

    ketika akan mulai mencoba2 JSF, saya teringat kalo komponen yang (menurut saya) paling bagus (lucu2, warna nya bagus2) itu ada richfaces, maka saya harus install plugin facelet nya di netbeans versi 6.5.

    plugins nya dapat diunduh di sini. setalah selesai diunduh. saya lakukan proses add plugin seperti biasa di netbeans. yaitu:

    Tools -> plugin -> downloaded -> add plug in (seperti berikut)

    addplugin1

    ketika akan install, muncul peringatan kurang lebih seperti berikut:

    The plugin JSP Parser is requested in implementation version 200804211638

    Error tersebut bisa dihilangkan dengan menyeragamkan version JSP parser yang ada di netbeansnya. version JSP passer tersebut berada di folder hasil installer netbeans

    • /home/dian/netbeans-6.5/enterprise5/modules
    • -extract file org-netbeans-modules-web-jspparser.jar
    • update file MANIFEST.MF di folder org-netbeans-modules-web-jspparser/org-netbeans-modules-web-jspparser/META-INF.
    • kemudian ubah hasil extract-an menjadi file .jar kembali
    • rebuild file org-netbeans-modules-web-jspparser.jar
    • jalankan command berikut di console: jar -vufm jar_file manifest_file, untuk update mani_fest nya

    ok, berhasil, coba restart netbeans kembali, dan selamat ber-JSF ria..

     
    • aga 7:37 pm on May 15, 2009 Permalink | Reply

      Mang fungsi dari facelet di netbean itu buat apa???

    • war10ck 7:27 pm on July 15, 2009 Permalink | Reply

      imho Kurang lebih seperti template engine di php seperti smarty dll, utk memisahkan antara logic dengan gui section dan masi banyak lagi kegunaannya..

  • dian indah savitri 9:07 am on January 5, 2008 Permalink | Reply  

    Software Testing Part 1 

    dari posting sebelumnya  kan terus ngomongin testing..hehehe (mentang2 pas magang jadi software tester, ya yang tau Cuma itu aja)..terus sebenernya apa itu testing? Knpa dalam pengembangan software harus ada testing? Kapan testing yang baik itu dilakukan?

    Software testing dalam SDLC (Software Development Life Cycle) adalah proses buat mengukur kualitas suatu software. Kualitas disini mencangkup correctness, completeness, security, atau dapat juga berupa technical requirement di bawah standar ISO, seperti capability, reliability, efficiency, portability, maintability, comptability, dan usability. Software Testing tidak sama dengan Software Quality Assurance (SQA), tetapi hanya merupakan bagian SQA.

    Tapi kalo pengertiannya secara umum, Software Testing yaitu proses untuk menguji eksekusi suatu software dengan cara memberikan berbagai input kemungkinan dan mengecek apakah output sesuai dengan yang diharapkan.

     

    Terus..gimana sih cara testing yang baik?

    Testing yang baik itu, testing yang bisa menemukan kemungkinan error yang ditemukan. Code-testnya harus konsisten dan bisa diulang-ulang. Yang harus diperhatikan juga code test tidak bergantung dengan test yang lainnya.

    Kapan kita melakukan test?

    Software testing dikerjakan setelah tahap construction selesai dan sebelum sampai ke customer,software testing bisa dilaksanakan secara iterasi yang berlangsung sejalan dengan proses development atau yang disebut dengan TDD (Testing Driven Development).

    Salah satu yang bisa menjadi masalah adalah apabila terjadi perubahan control development yang disebabkan oleh banyaknya bugs atau error yang ditemukan. Hal ini bisa menyebabkan delay contruction yang cukup lama, karena setelah di-rebuild, suatu software harus dites kembali. Oleh karena itu, sangat perlu diperhatikin bahwa kesalahan (error dan bugs) yang pernah muncul tidak berulang lagi (regression testing).

    Dalam SDLC, Software testing bisa juga jadi bagian dari proses validation dan verification. Validation yaitu proses mengecek apakah software sudah berjalan sesuai dengan user requirement, sedangkan verification proses untuk mengecek semua item secara spesifik.

     
    • thomaszae 8:38 am on February 25, 2008 Permalink | Reply

      duh jadi tester ya?
      mending technical lho, bikin pusing tester, haa

  • dian indah savitri 9:05 am on January 5, 2008 Permalink | Reply  

    Automated testing menggunakan selenium ide dan selenium core part 2 

    Seperti yang udah disebuti pada posting sebelumnya..Selenium IDE menghasilkan output yaitu unit test yang menjadi elemen pada Selenium Core..Sebelum itu, kita install dulu Selenium Corenya…Selenium Core bisa didownload di sini. Kemudian ekstrak file nya dan simpan pada folder webapp pada aplikasi server kita.

    Setelah siap, kita bisa langsung akses Selenium Core menggunakan web browser dengan mengetikan alamat url . http://localhost:8080/selenium. maka akan tampil halaman seperti berikut:

     

    Kita akan gabungkan hasil Selenium IDE yang dipakai oleh Selenium Core. Misal output yang kita simpan dari Selenium IDE berupa HTML, maka file-file HTML tersebut didefinisikan pada test suite. Berikut contoh unit test yang dimasukkan pada test suite:

    Unit test yang didefinisikan berwarna merah. Kemudian jalankan Selenium TestRunner-nya yang terdapat pada Selenium Core. Untuk menjalankannya ketikan file test suite yang telah dibuat seperti pada gambar berikut:

     

    Seperti halnya pada selenium IDE, untuk setiap test case yang berjalan apabila test-nya berhasil maka test runner akan berwarna hijau, dan sebaliknya apabila terjadi error atau bug maka test runnernya berwarna merah.

     

     

     

     
    • Aynie 7:19 am on March 11, 2009 Permalink | Reply

      dear mba dian,
      aku lagi nyoba-nyoba testing tools mba.. tapi aku mau nanya, menurut mba dian, kelebihan dan kekurangan selenium apa aja si, mba?
      trus kalo IDE untuk unit testing doang? beda ya sama CORE?
      jadi untuk satu cycle regression test kita perlu pake semuanya, termasuk yg RC?

      Makasi,mba
      ditunggu balasannya. Abis bingung, biasa test manual, skr kantor rencana make tools..
      mohon bantuannya ya..

    • dian indah savitri 8:05 am on March 11, 2009 Permalink | Reply

      hallo Aynie..
      wah..aku posting tulisan ini sudah ampir satu setengah tahun yang lalu. jujur saja saya juga sudah agak2 lupa..dan dulu sewaktu saya masih magang di Balicamp jg banyak yg masih manual kok, test berdasarkan test case yang dibuat oleh kordinator tester dan Business Analyst.
      Selenium Core itu utk mengotomatis test suite-test suite dari Selenium IDE nya, hasil selenium IDE kan berupa test suite yang bisa di save ke html, dll.

      • dian indah savitri 9:52 am on March 11, 2009 Permalink | Reply

        ini aku coba jawab ya:
        kelebihannya bisa mengotomatisasi pengujian dgn bikin script,
        sedangkan kekurangannya kalo pengujiannya mau bagus dan lengkap, harus bikin script yang berurutan..bagus..detailnya banyak.. klo ga bisa error di tengah jalan dan bikin lagi, bikin detailnya lumayan ribet, udah gt dia ga bisa ngedeteksi beberapa even yang pake ajax,
        dan web component seperti JSF juga ga bisa d tes pake selenium, karena ID nya di-generate,
        cmiiw..

  • dian indah savitri 3:58 am on January 3, 2008 Permalink | Reply  

    Automated testing menggunakan selenium ide dan selenium core 

    Sesuai yang saya janjikan sebelumnya..saya sedikit bagi2 ilmu selama PKL..
    Apa itu automated testing? Knapa kita butuh itu?buat apa sih gunanya?Hahaha..pertanyaan yang pertama muncul mungkin seperti itu..Ok,, sebenernya sih knpa disebut automatis, karena test tersebut akan dilakukan beberapa kali dan pada pengulangannya dilakukan secara otomatis..

    Mekanismenya namanya agile test…Apa itu agile test? Agile test disebut juga functional test yaitu software tester berperilaku sebagai end-user dan memeriksa apakah sistemnya dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan requirment dari user.

    Semua aktifitas saat melakukan test direkam oleh sebuah tools, dimana saat akan melakukan test ulang, bisa secara langsung menjalankan rekaman aktivitas kita, dan tools tersebut akan mengetes ulang secara otomatis…
    Tools yang digunakan adalah Selenium IDE dan Selenium Core..
    Selenium IDE merupakan integrated tool untuk agile testing. Mekanismenya bekerja dengan merekam semua aktifitas user saat mengakses suatu aplikasi berbasis web. Setiap aktifitas yang terekam masuk ke dalam tiga tag, yaitu Command, Target,dan Value.

    • Command, berisi apa yang akan dilakukan oleh user pada aplikasi, misalnya clickandwait, select, open, dll.
    • Target, berisi tujuan dari command yang kita dilakukan.
    • Value, berisi nilai yang dimasukkan dan diakses saat kita melakukan test.

    a. Berikut beberapa fitur yang ada pada Selenium IDE

    • Dapat merekam dan re-play hasil rekaman dengan mudah.
    • Autocomplete untuk Selenium command.
    • Dapat dijalankan selama testing berlangsung.
    • Debug dan set breakpoint.
    • Bisa disimpan dalam file format HTML, Ruby script, Phyton, PHP, Java, dan C#..
    • Mendukung file Selenium-extension.js.
    • Secara otomatis menambahkan title pada setiap halaman.

    b. Instalas
    Selenium IDE bisa langsung didownload sebagai add-ons (plug in) mozilla firefox atau browser lainnya yang mendukung (bisa dicek disini). Selenium IDE terintegrasi dengan browser dan bisa langsung digunakan dengan menuliskan alamat url yang akan ditest, kemudian klik tombol record.

    Ilustrasinya seperti gambar dibawah ini:

    Untuk menjalankan dan mengetes kembali secara otomatis hanya meng-klik button play. Berikut contoh nya:

    Apabila sukses, test akan berwarna hijau, sedangkan apabila gagal, test akan berwarna merah.

    Kemudian tester menjalankan sistem selayaknya end-user, setelah selesai hasilnya bisa disimpan dalam bentuk HTML dan beberapa format yang bisa dipilih seperti terlihat pada ilustrasi berikut:

    Hasil output dari Selenium IDE tadi merupakan satu buah unit test. Kemudian beberapa unit test disatukan dalam suatu test suite. test suite akan mengotomatisasi software testing secara keseluruhan. Tools yang digunakan yaitu Selenium Core.

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel