Aktifitas Outdoor untuk keluarga

Update post dari aktifitas lari kami kemarin di Senayan. Ini merupakan salah satu project-nya Ifnu Bima untuk lebih memperbanyak kegiatan outdoor terutama ketika weekend dan hari libur. Kami berusaha untuk meminimalisir kunjungan ke mall ketika libur (walau agak susah ya, setidaknya buat cari makan :p), atau salah satu usaha kami juga untuk mengurangi nonton dan main gadget di dalam rumah. Karena secara basic, kegiatan motorik dan outdoor itu dibutuhkan untuk anak-anak, yang mana sekarang ini susah dilakukan terutama anak-anak kota (tsaaahh).

Kami lumayan cukup effort dalam menyiapkan “pendukungnya”. Seperti, Ifnu Bima memasang bike carrier di belakang mobil, membelikan sepeda untuk kami, kemudian memasang boncengan (baby carrier di belakang sepeda), juga scooter untuk anak-anak.

Beberapa kegiatan dan tempat yang sempat kami kunjungi, di antaranya:

  • kebun raya bogor, menyusuri trotoar maupun bagian dalam kebun raya bogor sangat menyenangkan, tantangannya: terdapat bagian trotoar yang menyempit dan mepet sekali dengan jalan raya yang cukup ramai, banyak angkot berhenti. sedangkan tantangan di dalam kebun raya yaitu jalannya yang naik turun, cukup membuat betis kita membengkak ya. hehe.
  • Scientia Square Park, ini merupakan tempat favorit kami, namun tiket masuknya lumayan mahal padahal hanya untuk menikmati tempatnya saja (tanpa atraksi) yaitu 50.000 rupiah. Kalau ingin masuk atraksi seperti trampoline, menanam padi, naik kuda harus bayar terpisah.
  • Dadaha dan Taman Kota Tasikmalaya, sengaja kami mudik sambil membawa sepeda. Bersepeda di Tasik menyenangkan, walaupun saat puasa juga. Mobil-mobil masih terbilang selow jalannya dan kooperatif terhadap pengendara sepeda, anginnya lumayan sepoi-sepoi walau di bawah terik matahari, bisa istirahat di bawah pohon rindang sudah terasa adem sekali.

Advertisements

Mengoptimalkan EQ Anak

Bismillah,

Ini adalah postingan blog saya setelah saya lulus kuliah, dan sempat bekerja sebentar kemudian memutuskan untuk menjadi full time at home mom saat ini. Karena sebagian besar waktu saya sekarang saya habiskan di rumah bersama anak, alhamdulilah saya bisa mencuri waktu untuk membuka kembali stok buku yang ada. Salah satunya adalah majalah Intisari Extra yang membahas mengenai anak.

Salah satu topik yang saya highlight adalah pembahasan mengenai EQ. Mengapa EQ penting? Bagi saya sangat-sangat penting sekali. Dan terus terang mungkin saya mempunyai tingkat EQ yang cukup rendah (yang saya baru sadari saat-saat ini). Oleh karena itu, saya akan investasikan waktu yang cukup untuk menumbuhkan dan mengoptimalkan EQ anak-anak saya.

Apa sih bedanya EQ dan IQ, kita lihat gambar di bawah ini secara garis besar:

Screen Shot 2018-04-06 at 14.18.26.png

Dikutip dari Intisari Extra edisi November 2014, para psikolog sepakat bahwa kecerdasan seseorang 80% dipengaruhi oleh EQ dan 20% oleh IQ. Dan sebagai orang tua, kita wajib tahu bahwa EQ bersifat abstrak dan tidak dibawa sejak lahir. Oleh karena itu harus ditumbuhkan, dipupuk, dan dioptimalkan.

Bagaimana sih cara menumbuhkan EQ:

  1. Mengenaikan emosinya sejak dini (Emotional First Aid), dikonfirmasi perasaannya “keliatannya kamu marah ya, mohon maaf ya”, “wah kamu seneng banget ya tadi ketemu temen-temen di sekolah”
  2. Menjadi pendengar yang baik bagi anak-anak, “mama ngerti perasaanmu, sekarang istirahat dan main dulu di rumah ya”
  3. Menunjukan sikap empati, namun tanpa ikut emotional.
  4. Menerima isi hati dan pikiran anak

Segitu dulu rangkuman mengenai optimasi EQ anak. Mudah-mudahan bisa kita praktekan sehari-hari. Ingat, anak cowo boleh kok nangis. Kemudian jadilah kita sebagai tempat curhat yang baik bagi anak. investasi untuk masa depan anak-anak kita.