November Rain in Bogor

Sudah tau kan kalo Bogor adalah kota hujan. Apalagi di musim hujan begini. Hujannya ga santai. Deraaas sekali. Tapi itu yang dikangenin dari Bogor. Kalau hujan sudah reda rasanya adem sekali.

Kemarin Sabtu saya bersama keluarga kecil nan bahagia pergi jalan-jalan ke kota Bogor. Kami berangkat sudah agak kesiangan. Ditambah keliling-keliling dulu mau melihat tol baru (Bocimi = Bogor Ciawi Sukabumi).

Anak-anak sudah expect kita akan bermain sepeda di taman kencana atau di sempur atau di kebun raya bogor. Kami sudah membawa sepada anak dari rumah. Siang jam 1.30 kami baru sampai di tempat makan, yang sudah kami rencanakan makan di sana. Tapi ternyata hujan turun sangat lebat. Hingga membuat kami terjebak cukup lama di tempat makan tersebut.

Sudah sangat sering terjebak dan menikmati hujan deras di Bogor. Dulu sempat terjebak di dalam kebun raya bogor ketika sedang bersepeda. Selama 2 jam hanya berteduh di saung kecil lebar 2×1.5 meter saja.

 

Saat itulah, saat menunggu hujan lebat, kita harus tanamkan sabar kepada anak-anak. Dan belajar sabar untuk orangtuanya juga. Mencari kegiatan produktif dan positif untuk mengisi waktu tunggu. Biasanya saat seperti itu sering muncul pertanyaan-pertanyaan penasaran dari anak. Seperti “mengapa terjadi hujan?”, “mengapa terjadi petir?”, “mengapa petir ada cahaya terlebih dahulu kemudian suaranya? mengapa ada jeda seperti itu?”, “mengapa di Bogor suka hujan?”, Dan masih banyak lagi.

Tidak lupa juga, selagi kita bepergian, tidak lupa untuk selalu sholat 5 waktu dimanapun kita berada. Allah sudah memberi keringanan dengan melakukan Jama’ dan Qashar. Jama’ adalah kemudahan mengerjakan 2 sholat dalam satu waktu (misalnya :Zuhur sekaligus dengan Ashar) atau Qashar adalah kemudahan meringkas rakaat sholat apabila dalam keadaan genting (seperti dalam perjalanan karena takut tertinggal pesawat atau karena jam istirahat yang sempit).

 

#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Advertisements

New Challenge is unlocked by Faiz

Hari ini adalah hari yang cukup bersejarah buat Faiz. Karena Faiz sudah berani tampil di panggung tanpa nangis. Memakai kostum lengkap. Bernyanyi dan menari dengan ceria.

Padahal satu hari sebelumnya, diminta untuk mencoba kostum saja tidak mau. Bahkan tidak pernah mau mendengar lagu pentasnya di rumah.

Kemudian, saya ingat tahun lalu, Faiz masih nangis ketika naik panggung karena melihat saya di bangku penonton. hehe. Videonya bisa ditonton di sini.

Apa sih manfaatnya anak dilatih untuk tampil di atas panggung:
1. untuk membangkitkan rasa percaya dirinya
2. untuk mengasah mental dan keberanian
3. anak belajar untuk fokus dan konsentrasi atas apa yang sudah dilatih

Oleh karena itu, perlu sekali keterlibatan dari orang tua untuk menonton sebagai bentuk dukungan dan penambah semangat. Mungkin hal ini sangat simple, hanya 10-15 menit di atas panggung, tetapi sebagai orang tua tidak bisa mengungkapkan rasa bangga yang sangat besar. Terharu dan terkesan.

Terima kasih Faiz, hari ini sudah bisa membuat bangga mom dan dad. tetap jadi anak yang ceria ya. Sehat dan Pintar selalu Faiz.

#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Faiz memakai kostum tarzan

Membiasakan sholat 5 waktu pada Afni

Afni sudah masuk SD. Namun perihal sholat masih bolong-bolong padahal sudah diminta untuk sholat tetapi selalu melawan. Tidak mengindahkan perkataan orang tuanya. Afni memang anaknya cukup keras, sehingga apabila diberi masukan dengan perkataan yang cukup keras, akan melawan.

Kemarin saya coba jelaskan, sholat adalah rukun islam yang kedua. dan merupakan tiang agama. kalo sholatnya kuat, agamanya kuat. Kemudian mengatakan bahwa kami ingin kita kumpul kembali di surga, akan sangat sedih apabila tidak bisa berkumpul bersama anggota keluarga kelak di akhirat.

Akhirnya kami sepakat, membuat stars board. Setiap kali sholat dan melakukan hal yang baik, seperti belajar, maka Afni akan diberi bintang. Apabila bintangnya sudah mencapai 40, Afni sudah boleh membeli mainan.

 

Baru tiga hari ini kami terapkan kesepakatan ini, alhamdulilah sudah mau sholat (subuh masih ketinggalan karena bangun siang). Akan tetapi belum bisa mandiri (mendengar sholat langsung beranjak). Jadi masih harus diberi semangat dan diingatkan.

Mommy perlu ekstra sabar ya.

#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

hilangkan ketakutan dan push the limit

Saya sangat senang memberikan tantangan kepada anak-anak dan mendorong mereka melebihi limit. Hari ini adalah hari kedua Faiz les renang. Semula hanya dia sendiri, hari ini sudah mulai berempat. Faiz senang bermain air, tetapi untuk renang dan menenggelamkan kepala dalam air tidak berani.

Oleh karena itu saya bertekad sekali untuk memasukan Faiz ke les renang agar pelan-pelan bisa berlatih dan tidak takut. Metode awalnya Faiz diminta untuk menutup hidung (tahan nafas) selama 5 detik. Kemudian melemaskan otot-otot kaki. Baik untuk gaya bebas maupun gaya katak. kemudian belajar berjalan di atas air dan menggerakan kaki sesuai gaya sambil tangannya di pegang.

Hari selanjutnya, Faiz diminta untuk masuk ke dalam air selama 5 detik. Saya perhatikan Faiz memang masih terlihat takut. Guru les nya juga terlihat kurang memberikan dorongan atau paksaan. Saya berharap Faiz keberaniannya mulai muncul dan bisa menghilangkan ketakutannya terhadap air.

Sehabis renang, alhamdulilah Faiz tetap semangat dan tetap senyum. Makannya pun lahap.

#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Saatnya berlatih matematika dan bahasa inggris

Semenjak liburan Juni kemarin, saya dan suami sepakat memasukan anak-anak ke tempat les matematika dan bahasa inggris yang banyak PR nya itu. Awalnya sempat ragu karena PR yang cukup banyak, tetapi ternyata penyesuaian itu hanya berjalan di bulan-bulan pertama. Alhamdulilah 2-3 bulan terkahir ini anak-anak sudah terbiasa dan merasa mempunyai tanggungjawab untuk menyelesaikan setiap level tugasnya.

Apa saja yang sebenernya jadi pertimbangkan kami memasukan anak ke tempat les ini:
1. kami ingin mengisi waktu luang mereka (kala itu waktu liburan) karena apabila terlalu banyak di rumah, main gadget atau nonton tv terus T_T.
2. kami sempat memasukan Afni ke les piano akan tetapi tidak ada keinginan dan bakat di sana. (emang dasar minim jiwa seni di keluarga kami).
3. kami suka dengan pelajaran (matematika dan bahasa inggris) sehingga kami ingin menularkan kesukaan tersebut kepada anak-anak sedari kecil.
4. walaupun ada beberapa konsep yang kurang pas, seperti konsep menghafal bukan nalar. Akan tetapi dengan metode dilakukan terus menerus setiap hari, memang bisa menambah ingatan dan menyimpannya dalam ingatan.
5. melatih kemandirian akan belajar dan rasa tanggung jawab akan tugas / kewajiban, ini berlaku banget untuk Afni (6 tahun).

Namun, terlepas dari pada itu, saya usahakan tetap tidak dalam paksaan. Saat anak mengerjakan harus merasa enjoy dan tidak stres. apabila tidak selesai sampaikan kepada guru les tidak selesai dan minta tantangannya dikurangi.

#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Pengendalian Emosi Menang atau Kalah

Di saat keluarga lain ingin menyapih gadget. Ayahnya anak-anak malah membelikan gadget khusus game yakni nitendo switch. Saya sendiri asing sekali dengan macam-macam video game seperti itu. Karena dari kecil tidak pernah punya dan jarang tertarik main games.

Motivasi sang ayah membelikan nitendo switch adalah supaya bisa main games bersama di TV plus ada gerakan badannya. Bonding antara anak dan ayah. Memang dasar latar belakang teknologi, dan masih agak enggan untuk membuat project semacam kerajinan tangan begitu. Ya sudahlah ya. Pada intinya sang ayah ingin anak-anaknya juga tidak memegang HP, main games atau nonton di HP. Main di TV lebih aman dan kontennya terlihat oleh orang tua. Dan tentunya orang tua harus dan bisa terlibat.

Akhirnya di hari minggu kemarin, kami seharian di dalam rumah dan mencoba gadget baru itu. Sebenarnya banyak sekali pelajaran yang bisa kami ambil dari bermain bersama itu. Baik kakak dan adiknya sama-sama tidak mau ada yang kalah. Tidak mau menerima kekalahan.

Saya dan ayahnya coba memberikan pengertian dan mencairkan suasana seperti mengajak toss (hi five) dan berpelukan. Menjelaskan dengan bahasa sederhana bahwa dalam permainan itu menang atau kalah adalah hal biasa. Tidak masalah. Main dan ulang lagi. Siapa pun yang menang semua menang kok karena kita bermain bersama-sama.

Jadi apa masih sebel si ayah beliin gadget? teuteup deg2an sih si saya mah. Senin tiba, gadgetnya bersembunyi dulu. Akan dikeluarkan ketika weekend atau ayahnya pulang kerja. That’s the commitment. Ciayooo.

#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Belajar berbagi

Hari ini Afni kedatangan teman sekelasnya dulu ketika di TK. Seharian Afni main bersama temannya. Memang kalau bermain bersama teman sama-sama cewek terkadang banyak drama. Keduanya saling bersikukuh pendapat maupun rebutan mainan. Atau idenya siapa yang harus diikuti. Siapa yang harus ikut.

Di awal sesi bermain semua berjalan lancar, walaupun ada sedikit rebutan. Kegiatan bermain lego, membuat isi cerita, kemudian menggambar, makan bersama. Namun, entah mengapa di menjelang sore ada saja hal yang direbutkan. Entah itu Afni yang tidak sabar, teman yang mungkin malu-malu untuk mengungkapkan keinginan.

Akan tetapi setidaknya hari ini Afni sudah mencoba belajar berbagi main berdua bersama sahabat yang sama-sama perempuan. Dimana tingkat ego-nya bisa sama-sama diuji. Kecerdasan emosionalnya belajar.

Semangat ya Afni.

#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam