We are debt free in 8 years of marriage

Kalau di US sepertinya ada kampanye, #freedebtcommunity atau komunitas yang terlepas dari hutang (terutama hutang konsumtif). Sepengetahuan saya kerja di bank dulu, hutang terbagi dalam dua jenis, yakni: hutang produktif (hutang usaha atau modal) dan hutang konsumtif (seperti KPR, KKB, dan Kartu Kredit).

Tidak sedikit, milinial muda baik single ataupun menikah terjebak hutang konsumtif. Yang didorong oleh gaya hidup. Terlebih lagi saat ini ada sosial media yang lebih banyak menyajikan kemewahan dan gaya hidup.

Kemudian, bagaimana kiat-kiatnya bisa bebas hutang:

  1. Melunasi sedikit demi sedikit KPR setiap kali mendapat bonus tahunan
  2. Untuk kredit mobil (KKB / Kredit Kendaraan Bermotor) karena waktunya singkat    3 -5 tahun ikuti schedule pembayaran yang sudah ada
  3. Mencatat setiap detail pengeluaran, gunakan aplikasi keuangan yang banyak tersedia di Appstore dan Google Store. Saya sendiri memakai YNAB (you need a budget), nanti akan dibahas di blogpost yang terpisah.
  4. Gunakan porsi 10 dana kebaikan – 20 dana investasi atau tabungan – 30 dana cicilan – 40 biaya hidup. Dan keluarkan berdasarkan urutannya. dana kebaikan (zakat. sumbangan, sedekah), kemudian investasi dan menabung, membayar cicilan, terakhir adalah biaya hidup.
  5. Minimalisir akses sosial media yang menyajikan kemewahan gaya hidup. Ini akan menjadi obat tersendiri, karena tidak merasa iri atau ingin mengejar gaya hidup yang tidak kita mampu.

 

dian

Semoga posting ini bermanfaat bagi yang membaca.

 

Unlock 2019 milestone – Belajar investasi saham

Sebetulnya resolusi saya di 2019 tidak banyak, hanya dua, yaitu mengikuti even lari (yang sampai sekarang belum kesampaian dan belum latihan lari lagi >.<) dan belajar investasi saham. Alhamdulilah di akhir bulan Maret ini, digajian suami bulan ini, akhirnya diberi kesempatan untuk mulai nabung saham. Walaupun nominalnya masih minimum. Setidaknya saya sudah pernah beli saham lho. Hahaha.

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa tujuan keuangan akan berubah sesuai dengan stage kehidupan kita. Kala kita first jobber akan berbeda tujuannya saat kita sebagai newly wed, begitupun saat sudah ada anak akan berubah lagi tujuan keuangannya. Walaupun komponennya sama. Tetapi besar dan instrumennya bisa menyesuaikan. Atau, seiring waktu bisa sambil dilengkapi.

Keluarga kami sendiri, memutuskan untuk mulai investasi (terutama saham) ketika hutang lunas dan tabungan jangka pendek setidaknya cukup. Mengapa?Karena investasi saham adalah investasi dengan rasio resiko yang tinggi oleh karena itu cocok untuk jangka panjang.

Bagaimana simplenya memilih saham yang mana? Saya sendiri tidak ada formula khusus. Tapi ini kan untuk investasi yang sifatnya jangka panjang (tolong bedakan dengan trading dan sifatnya jangka pendek bahkan bisa dalam itungan menit). Jadi, pilih perusahaan yang kita tahu produk dan bisnisnya. Dipakai sehari-hari. Lanjut dari sana, dibuka deskripsi perusahaan, dilihat siapa kepemilikan usaha dan baca laporan keuangannya. Terakhir lihat situasi secara makro, politik, kondisi pasar. Jangan lupa follow beberapa account belajar saham di instagram, seperti ngerti.saham, yuknabungsaham, belajar_saham, stockgasm.id dan beberapa account financial planner yang sering sharing mengenai menabung saham ini.

 

Screen Shot 2019-04-11 at 11.35.52

Ternyata, suami saya malah yang ketagihan. Pendapatnya beliau, kan ini masih belajar. Jadi dicoba-coba dulu. Anggap saja ini uang sekolah. Semangat menabung saham. Buku ini menjadi salah satu penyemangat saya yang mendorong saya belajar menabung saham.

IMG_1227.JPG

 

 

 

 

Outdoor activity (sepeda dan scooter)

Kami sebagai orang tua sangat mendorong anaknya untuk beraktifitas fisik, baik indoor maupun outdoor. Beraktifitas fisik bersama bisa sangat menyenangkan juga bisa menambah kedekatan antara orang tua dan anak.

Kami sengaja membeli sepeda kemudian boncengan sepeda hingga bike holder untuk mengaitkan sepeda di belakang mobil, agar kami bisa jalan-jalan membawa sepeda dengan jarak yang jauh.

Ada juga sepeda kecil, yang biasa anak-anak pakai di lingkungan sekitar rumah. Biasanya sembari berangkat mengaji sambil mengendarai sepeda. Atau bersepeda hanya untuk ke taman komplek dan mini market.

Selain itu, apabila bepergian ke luar kota ataupun sempat ke luar negeri (Singapore) kita sengaja membawakan scooter untuk anak-anak. Sehingga anak-anak bisa fun dan tidak mudah cepat bosan.

So far kami sangat menikmati pengalaman aktifitas fisik outdoor ini. Beberapa tempat yang sempat kami kunjungi yakni Kebun Raya Bogor dan Taman Kencana Bogor. Alun-alun dan Mesjid agung Tasikmalaya. Kuta Bali dan Nusa Dua Bali. Singapore. Daerah GBK Senayan. Scientia Park BSD,. Ancol. UI.

Bermain adalah kebutuhan anak-anak

Anak mana yang tidak suka playground? Mau playground kecil atau besar, playground indoor maupun outdoor, playground gratis maupun berbayar. Rasanya hampir semua anak menyukainya. Setidaknya anak usia di bawah 9-10 tahun masih sangat semangat bermain di playground.

Seiring bertambahnya usia anak, jenis tantangan permainan di playground pun beragam. Dari mulai ukurannya dan medianya.

Tidak terkecuali Afni dan Faiz yang sangat menyukai playground. Faiz bisa sambil membawa mobil-mobilan untuk diajak dia main perosotan bersama. Afni jenis playground-nya sudah lebih challenging, seperti highrope, flying fox, dan wall climbing. Faiz masih belajar menuju ke sana walaupun masih agak belum berani. Masih harus didorong.

Menurut beberapa penelitian (sumber menyusul), terdapat beberapa manfaat dari playground, seperti:

  • Meningkatkan kekuatan fisik
  • Meningkatkan keseimbangan dan kordinasi antar anggota tubuh
  • Meningkatkan kemampuan sosial
  • Merangsang imajinasi dan kreatifitas
  • Meningkatkan kemampuan berfikir dan memecahkan masalah
  • Meningkatkan rasa percaya diri dan waspada pada diri sendiri serta sekitar

Selamat bermain anak-anakku.

Faiz belajar sorting dan bentuk sederhana

Ternyata mainan Afni bisa juga dipakai oleh Faiz, ya tentunya ya. Hehe. Hanya saja, Faiz masih perlu banyak belajar dalam menyusun puzzle ke dalam suatu bentuk. Apalagi puzzle-nya bukan puzzle gambar, dan benar-benar abstrak.

Hal yang bisa Faiz mainkan yaitu:

  • Melakukan sorting berdasarkan warna dan bentuk

 

  • Menyusun bentuk sederhana

 

Memang Faiz sangat cepat merasa bosan, karena Faiz lebih menyukai permainan yang  melibatkan sesuatu yang bergerak.

 

Mata yang berbinar-binar pada Afni

Lagi-lagi Afni memilih mainan mengenai kreatifitas. Afni memang sangat menyukai jenis permainan seperti merakit-rakit, membuat sesuatu. Kali ini, kreatifitasnya harus dipadukan dengan logika juga. Yakni logika pattern.

Sebenarnya sudah dari bulan-bulan lalu Afni meminta mainan puzzle ini. Awalnya saya kira, puzzle seperti ini khawatir mudah hilang. Tetapi karena puzzle dilengkapi dengan ember (bucket) penyimpanan, setelah bermain sangat ringkas bisa langsung dimasukan ke embernya yang kuat.

Pattern permainannya, terdiri dari beberapa puzzle kayu berbentuk segitiga, persegi, trapesium, segienam, dan ketupat. Namun semua mempunya satu atau banyak sisi yang panjangnya sama. Sehingga mudah untuk digabungkan. Dalam kemasannya tidak ada buku panduan, akan tetapi sangat mudah bagi Afni untuk membuat berbagai bentuk.

Ini contoh yang sempat saya foto.

IMG_1096 2

Masih main aja nih Faiz

Apalagi yang membuat Faiz berbinar-binar selain mainan? Hehe. Tentunya video game juga. Tapi ibu mana yang tega membiarkan anaknya terpapar gadget terus menerus. Hari ini Faiz bermain dengan macam-macam binatangnya. Setelah bosan dengan barisan macam-macam kendaraan.

Awalnya, Faiz berniat mengukur benda mana yang tenggelam (sinking) dan mengapung (floating) dalam baskom berisi air. Dari mulai kelereng gelas, bola plastik, sampai semua binatang-binatangnya dicoba apakah tenggelam atau tidak.

Ujung-ujungnya ternyata Faiz itung-itung mencuci semua binatang kesayangannya hehe.

IMG_1075