Automated testing menggunakan selenium ide dan selenium core

Sesuai yang saya janjikan sebelumnya..saya sedikit bagi2 ilmu selama PKL..
Apa itu automated testing? Knapa kita butuh itu?buat apa sih gunanya?Hahaha..pertanyaan yang pertama muncul mungkin seperti itu..Ok,, sebenernya sih knpa disebut automatis, karena test tersebut akan dilakukan beberapa kali dan pada pengulangannya dilakukan secara otomatis..

Mekanismenya namanya agile test…Apa itu agile test? Agile test disebut juga functional test yaitu software tester berperilaku sebagai end-user dan memeriksa apakah sistemnya dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan requirment dari user.

Semua aktifitas saat melakukan test direkam oleh sebuah tools, dimana saat akan melakukan test ulang, bisa secara langsung menjalankan rekaman aktivitas kita, dan tools tersebut akan mengetes ulang secara otomatis…
Tools yang digunakan adalah Selenium IDE dan Selenium Core..
Selenium IDE merupakan integrated tool untuk agile testing. Mekanismenya bekerja dengan merekam semua aktifitas user saat mengakses suatu aplikasi berbasis web. Setiap aktifitas yang terekam masuk ke dalam tiga tag, yaitu Command, Target,dan Value.

  • Command, berisi apa yang akan dilakukan oleh user pada aplikasi, misalnya clickandwait, select, open, dll.
  • Target, berisi tujuan dari command yang kita dilakukan.
  • Value, berisi nilai yang dimasukkan dan diakses saat kita melakukan test.

a. Berikut beberapa fitur yang ada pada Selenium IDE

  • Dapat merekam dan re-play hasil rekaman dengan mudah.
  • Autocomplete untuk Selenium command.
  • Dapat dijalankan selama testing berlangsung.
  • Debug dan set breakpoint.
  • Bisa disimpan dalam file format HTML, Ruby script, Phyton, PHP, Java, dan C#..
  • Mendukung file Selenium-extension.js.
  • Secara otomatis menambahkan title pada setiap halaman.

b. Instalas
Selenium IDE bisa langsung didownload sebagai add-ons (plug in) mozilla firefox atau browser lainnya yang mendukung (bisa dicek disini). Selenium IDE terintegrasi dengan browser dan bisa langsung digunakan dengan menuliskan alamat url yang akan ditest, kemudian klik tombol record.

Ilustrasinya seperti gambar dibawah ini:

Untuk menjalankan dan mengetes kembali secara otomatis hanya meng-klik button play. Berikut contoh nya:

Apabila sukses, test akan berwarna hijau, sedangkan apabila gagal, test akan berwarna merah.

Kemudian tester menjalankan sistem selayaknya end-user, setelah selesai hasilnya bisa disimpan dalam bentuk HTML dan beberapa format yang bisa dipilih seperti terlihat pada ilustrasi berikut:

Hasil output dari Selenium IDE tadi merupakan satu buah unit test. Kemudian beberapa unit test disatukan dalam suatu test suite. test suite akan mengotomatisasi software testing secara keseluruhan. Tools yang digunakan yaitu Selenium Core.

5 thoughts on “Automated testing menggunakan selenium ide dan selenium core

  1. Nice post. I was checking constantly this blog and I’m inspired!

    Very useful information particularly the remaining
    phase🙂 I care for such information a lot. I used to be looking for this
    certain info for a long time. Thanks and good luck.

  2. Anonymous says:

    mau nanya contoh di web nya itu ada fitur kalkulator . saya mau cek 5+5=10 , bisa ga insert fungsi kalo 5 + 5 itu 10 di selenium?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s