Trip Sg – KL – Aceh dan Snorkeling di Pulau Weh

Siapa yang sangka saya telah mengunjungi pulau yang berada di paling barat Indonesia? Dan ternyata di sana terdapat pusat pelatihan Diving Indonesia.

Bulan November ini memang ada dua sahabat saya menikah, yang satu di Jakarta dan satu lagi di Aceh. Awalnya saya berencana untuk datang ke Jakarta sekaligus juga untuk mengunjungi dokter di JEC (karena sudah 3 bulan dari operasi lasik). Tapi dengan begitu mendadak, suami saya memutuskan memilih ke Aceh. Pertama, kami berdua belum sama sekali menginjak pulau Sumatera, kedua temen-temen kuliah pasti tidak akan ada yang akan berangkat ke sana, jadi bisa diitung sebagai perwakilan juga.

Survei tiket dan penginapan, ternyata tidak ada direct flight ke Aceh, sehingga kami harus transit dan lanjut di Kuala Lumpur Malaysia. Akhirnya kami memutuskan untuk singgah di KL, menggunakan bis dari Singapore.

Ada banyak pilihan coach / bis dari singapore ke Malaysia bisa dilihat listnya di sini cukup lengkap dengan jadwal, tipe/kelas, dan harga. Sedangkan yang kemarin saya book adalah bis dari Konsortium dengan jadwal keberangkatan paling malam (10.30 waktu singapore).

Sampai di KL pukul 4.00. Suasananya cukup ‘menyeramkan’ hampir mirip seperti Jakarta (tapi karena merasa ini bukan ‘rumah’ sendiri, rasanya lebih mencekam) misalnya banyak sekali calo/supir taksi yang mengerubuti ketika turun dari bis. Untungnya ada 7eleven dan KFC, sehingga kami bisa ‘bersembunyi’ sementara sebelum sodara kami datang menjemput.

Istirahat, jalan-jalan sebentar dan ‘cuma’ foto-foto di depan menara kembar petronas KLCC, dan kamipun harus mengejar pesawat ke Aceh. Kesan pertama saya di Malaysia (khususnya KL) tidak terlalu membuat saya excited, MRT monorail, masih bagus Singapore, selainnya tidak ada yang beda seperti Jakarta, masih tetap macet.

Sampai di Aceh pukul 5.00 sore, di hotel Lading (yang berada di pusat kota dan tidak jauh dari Mesjid Baitorrahman). Tidak sengaja ngobrol-ngobrol dengan pak supir taksi yang menyarankan pergi ke Sabang (pulau weh), dan begitu pula yang kami dengar sewaktu di pesawat yang ternyata banyak ‘bule’ yang bahkan sudah menetap di Sabang.

Mungkin ini memang bukan hal yang bagus, karena kami cari jadwal kapal saat tiba di hotel di Banda Aceh, browsing via hanphone akhirnya kami menemukan link ini. Karena menemukan jadwal kapal yang cocok (kapal cepat jam keberangkatan jam 16.00), langsung setelah datang ke resepsi kita checkout dan menuju pelabuhan.

Di sela-sela menunggu keberangkatan kapal, kita sibuk untuk menghubungi beberapa list penginapan yang ditempel di sana. Cukup sulit, karena mendadak semua hotel hampir penuh. Beruntunglah kami, bertemu dengan teman yang bekerja di BRI, sehingga bisa diantar dan dipandu selama keberangkatan ke Pulau Weh / Sabang.

Menurut hasil survel/review beberapa blog, menyebutkan pantai yang paling bagus adalah pantai Iboih. Akhirnya kami memutuskan untuk menginap di sana. Sebelum mendapat penginapan, kami mengunjungi tugu 0 KM Indonesia. Sebetulnya batas pulau terluar berada di pulau kecil setelah pulau Weh, akan tetapi tugunya dibuat di ujung barat pulau Weh mengingat transportasi yang cukup sulit.

Jangan membayangkan “resort” di sana adalah hotel yang “wah”. Resort yang dimaksud adalah sejenis penginapan yang sangaaaaaat sederhana. Bisa bayangkan, kami baru sampai di tempat menginap kira-kira jam 8 malam. Dengan badan penuh keringat, ternyata tidak ada kamar mandi di dalam kamar (WOW). Di tengah hutan pula, gelap-gelap. Saya pikir ini seperti saat outbound. Harapan pagi cepat datang. Makan bisa langsung datang ke rumah-rumah penduduk, biasanya mereka membuat/memasak pesanan, rasanya lumayan enak, kalo dari harga masih agak mahal dari pada pasaran di Jakarta.

Pagi datang. Alhamdulilah, semua bisa terobati. Pantainya ternyata indaaaah banget. Airnya bening. Pasir putih. Jam 6-7 pagi kami sudah siap sarapan. Latihan snorkeling di pantai depan kamar. Lumayan bisa bertemu beberapa ikan. Dan kami memutuskan untuk berangkat ke Pulau Rubiah, yang memang menjadi pusat taman lautnya.

Jam 9 sampai Pulau Rubiah. Sepiiii. Seperti pulau milik berdua. Berenang sampai kira-kira sejauh 100 – 300 meter dari pantai (kira-kira kedalaman 5-7 meter) taman lautnya indaaaaaah sekali. Sayang sekali kita tidak membawa kamera bawah air. Tapi sungguh bagus., banyaaaaak ikan berwarna warni dan karang laut.

Jam 12 siang, kami sudah harus pulang, bersiap-siap untuk ke pelabuhan. karena kapal akan berangkat sekitar jam 3. Sampai di Banda Aceh, kami langsung menuju Bandara dan pulang ke singapore dengan rute transit di Kuala Lumpur.

Liburan yang indah, namun kurang perencanaan. Agak lumayan boros karena tidak ada perkiraan sebelumnya. Tapi setelah ini, kami jadi ketagihan. Siap-siap untuk nabung. Liburan selanjutnya. Amin.

Foto-foto yang lain bisa dilihat di album facebook saya di sini.

2 thoughts on “Trip Sg – KL – Aceh dan Snorkeling di Pulau Weh

  1. lita listyawati says:

    mba aku mau tanya naik bis paling malem itu kan jam 10.30 dari singapore itu berangkat dari terminal mana ya?
    MRT disana jam operasionalnya sampe jam berapa ya mba?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s