Brand Development Process TOP Kopi Wings Food

Top Kopi merupakan lini produk baru dari Wings Food mulai dirilis pada tahun 2012.

Misi dari TOP KOPI adalah “TOP Coffee memanjakan para pecinta kopi dengan kopi yang bermutu dan berkualitas baik”.

top kopi

Dari Sisi Logo (identitas), terdapat lingkaran hijau seperti halnya coffee café premium Starbucks. Dengan background secangkir kopi tampak atas dan gambar art coffee dalam cangkir tampak depan serta gambar asap seperti pada huruf “ff”.

Tagline “Robusta Arabica Blend” yang menjadi diferensiasi Top Kopi untuk bersaing di pasar kopi instan di Indonesia.

Dikutip berdasarkan majalah SWA, Top Kopi mempunyai enam strategi dalam brand development process-nya. Enam langkah tersebut antara lain:

  • Pertama, riset dan pengembangan. Sebelum meramaikan pasar kopi instan, perusahaan melakukan riset selama 2 tahun untuk menganalisa peluang bisnis, tren pasar, hingga karakteristik konsumen. Setelah itu, proses pengembangan konsep produk dimulai dari mencari diferensiasi, hingga distribusi penjualan.
  • Kopi merupakan barang komoditi yang dinikmati secara global di dunia. Konsumsi kopi di dunia mencapai 400 miliar cangkir setiap tahunnya. Begitu pula dengan hampir semua lapisan msyarakat Indonesia.

 

  • Kedua, Seiring berjalannya waktu, tren pasar kian lama kian berubah. Top kopi mencoba menciptakan deferensiasi di tengah banyaknya pilihan. Top Kopi memiliki positioning product yakni kopi dengan perpaduan Arabica dan Robusta.
  • Dengan dua keunikan karakter yang berbeda, maka proses pemilihan biji kopi, saat pemetikan, ketepatan dalam temperatur dan penghitungan dilakukan secara detail dan tepat. Karena kerumitan dan pengolahanhigh techtersebut, Top Coffee berani mengusung taqline “the art of coffee blending”.

 

  • Langkah ketiga adalah memilih brand ambassador. Untuk meningkatakan brand image, perusahaan menunjuk penyanyi legendaris Iwan Fals. Iwan Fals memiliki beberapa kesamaan dengan Top Kopi seperti idealisme dalam seni, dan menghasilkan mahakarya yang dikenang.
  • Sebagaibrand ambassador, Iwan Fals siap mengampanyekan Top Coffee ke masyarakat luas terutama penggemar loyalnya. Dalam program kampanyenya, Top Kopi mengadakan tur di 18 kota di Indonesia bersama Iwan Fals. awareness yang didapat dari figur seorang Iwan Fals cukup kuat dan berpengaruh terhadap brand dari Top Coffee.
  • Karakter Iwan, yang tegas dan bercirikan khas selalu Indonesia dalam setiap lagu-lagu yang diusungnya,sangat sesuai dengan positioning dan visi maupun misi yang dibawa oleh Top Coffee

 

  • Strategi keempat, menjaring banyak segmen. Di tengah persaingan yang semakin ketat, Wings Food jeli melihat peluang dengan membidik pasar tanpa batasan umur. Caranya dengan menciptakan 4 varian mulai dari kopi murni, kopi gula untuk dewasa, kopi susu, dan kopi mocca untuk remaja. Top Kopi menggandeng Samuel Zylgwyn dan Nikita Willy sebagai model iklan agar pesan yang disampaikan tepat sasaran.

 

  • Ke-lima, gencar melakukan aktivitasabove the line (ATL) dan below the line (BTL). Untuk ATL misalnya, komunikasi merek dilakukan dimedia massa periodik baik cetak, elektronik ataupun online. Pada tahun 2013, total belanja iklan televise Top Kopi sebesar Rp 209 miliar (Nielsen Indonesia dari marketing.co.id) Selain itu, Top Coffee juga kerap muncul dimedia massa non-periodik seperti billboard dan brosur. Sedangkan aktifitas BTL diselenggarakan bersamaan dengan konser Iwan Fals dibeberapa daerah. Sebagai produk baru, Top Kopi fokus untuk branding activation sehingga nama Top Coffee semakin familiar.
  • Langkah ke-enam yakni bermitra dengan petani kopi untuk mendapatkan biji kopi terbaik. Sebagai negara penghasil kopi terbaik, Indonesia memiliki ribuan petani kopi. Biji kopi kami 100% dari Indonesia.

 

Real Market

Dari hasil beberapa wawancara dan impression di blog dan social media, ternyata proses branding yang kuat tidak didukung oleh kualitas produk yang maksimal.

Pendapat end-user:

“Menurutku rasanya sangat tidak sebanding dengan kehebohan promosinya. Sehingga dengan setengah bercanda aku nyatakan bahwa Iwan Falls sendiri barangkali belum pernah mencicipi kopi yang diiklankannya. Kalau pernah, pasti dia sendiri yang akan mem-“Bongkar” iklan itu” (sumber: http://bebasngetik.blogspot.co.id/2012/12/seberapa-top-kah-top-coffee.html )

 

“Menurut saya pribadi, kopi dengan tagline “kopinya orang Indonesia” ini kurang memahami cita rasa pecinta kopi Indonesia. pokoknya rasanya membuat saya tak akan meminum kopi merek Top Coffee lagi jika tidak sangat terpaksa sekali. Saya sangat yakin, jika sebagian besar penikmat kopi di Indonesia juga memiliki pendapat yang sama seperti saya.”

“Tidak enaknya rasa Top Coffee itu sampai kita bisa membedakan kopi apa yang disediakan dalam cangkir, walau kita sebelumnya tidak diberi tahu kalau kita dibuatkan kopi merek Top Coffee. Ibaratnya klo blind test para penikmat kopi pasti tau mana Top Coffee.” (sumber : http://www.ekomarwanto.com/2013/02/top-coffee-rasanya-tidak-enak.html )

“Kesan pertama saat menyeduh Top White Coffe adalah tidak terkesan. Hahaha. Ya iyalah, dari aroma saja sudah berbicara: “kopi yang kamu seduh ini tidak enak Top White Coffe memiliki rasa krim yang lebih mendominasi daripada rasa kopinya. Tentu saja ini tidak menyenangkan” (sumber : https://hanyalewat.com/20154056-luwak-top-white-coffe)

Hasilnya berdasarkan survei yang dilakukan frontier dalam Top Brand Award adalah:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s