Konsistensi Kecap Bango dulu dan sekarang

Sejarah Kecap Bango

Kecap Bango pada awalnya merupakan usaha rumahan milik Yunus Kartadinata pada tahun 1928 di dearah Tangerang Jawa Barat. Kemudian pada tahun 1982 usaha tersebut mulai dibentuk PT dengan nama PT Anugrah Indah Pelangi dan PT Anugrah Damai Pratama.

Nama Bango dipilih pendirinya atas dasar agar produknya bisa terbang tinggi hingga ke mancanegara.

Pada tahun 1992, kecap Bango tertarik untuk diakuisisi oleh Unilever baik merek dan usahanya. Kemudian pada tahun 2001 akhirnya kecap bango resmi menjadi salah satu produk PT Unilever Indonesia.

Langkah awal setelah akuisisi adalah penyegaran brand-nya yang dimulai dari re-desain tampilan merek,logo dan kemasan menjadi lebih modern , re-name merek dari “Kecap Bango” menjadi “Bango”. Dengan demikian, nama dan performa Kecap Bango menjadi meningkat dan dikenal di seluruh pelosok tanah air.

Heritage Brand

Heritage Brand adalah brand yang sudah berumur tua namun masih dinikmati oleh konsumen saat ini. Pola konsumsi yang bisa diturunkan dari generasi ke generasi. Kecap Bango merupakan salah satu Heritage Brand yang asli dari Indonesia.

Para pemasar pasti sangat paham bahwa ketertarikan konsumen terhadap suatu produk/servis jarang bisa berlangsung lama, tanpa adanya pemeliharaan brand equity.

Identitas Kecap Bango

Tahap-tahap menentukan Brand Identity pada Kecap Bango versi lama dan baru:

  1. brand element

 

 

  Element Lama Baru
1 Logo Burung Bango Burung Bango
2 Nama Kecap Meja Manis Cap Bango Bango
3 Warna Hijau orange Hijau orange dengan tulisan orange di atas background hijau

 

  1. Brand Association

Setelah diakuisisi oleh Unilever, Kecap Bango gencar melakukan serangkaian brand activities dan communication baik secara ATL maupun BTL. DNA brandnya tetap dipertahankan, dimana Kecap Bango masih mengusung heritage brand sebagai warisan kuliner nusantara. Beriktu adalah  campaign yang diusung oleh Kecap Bango:

  1. Tetap konsisten mempertahankan kualitasnya, karena kecap Bango dibuat dibuat dari kedelai hitam terbaik, gula kelapa pilihan dan diproses dengan teknologi yang canggih.
  2. Bango aktif melakukan kampanye dengan mengusung tema melestarikan warisan kuliner Indonesia. Karena kecap memiliki peranan yang penting bagi kuliner Indonesia.
  3. Sejak awal tahun 2000-an, Unilever bekerjasama dengan Universitas Gadjah Mada untuk menghasilkan kedelai hitam terbaik bernama Malika. Kedelai inilah yang menjadi kekuatan rasa dan merek Kecap Bango.
  4. Kerjasama juga dilakukan dengan petani-petani. Unilever dalam hal ini Kecap Bango membina lebih dari 9000 petani kedelai Malika. Total persebaran lahan pertanian Malika semakin luas dari lima hektar di tahun 2001 menjadi 1.600 hektar. Kerja sama ini mendatangkan keuntungan keduabelah pihak khususnya pasokan bahan baku produksi.
  5. Membuat Festival Jajanan Bango (FJB) yang diselenggarakan di lima kota di Indonesia. Bango juga membuat program televisi yang melibatkan ikon pelestarian warisan kuliner dengan nama “Bango Cita Rasa Nusantara”. Bango menggendeng Bondan Winarno dan Surya Saputra untuk menyukseskan acara tersebut.
ikon pelestarian kuliner

(Pak Bondan Winarno sebagai ikon pelestarian budaya kuliner Indonesia)

 

brand activation legenda kuliner

(brand activation Legenda Kuliner Nusantara)

 

kemasan kecap bango

(Kemasan yang beragam untuk memenuhi kebutuhan pelanggan rumah tangga dan pedagang kuliner)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s