Mendidik anak cerdas financial sejak dini

Masuk ke bulan delapan kelas bunda sayang. Subhanallah bulan ke bulan topiknya semakin menantang dan semakin membuka cakrawala saya terkait ilmu parenting. Alhamdulilah saya saat ini diberi kesempatan bergabung juga dengan tim dapur kelas minat financial planning IP Depok. Selama ini, cukup concern terhadap financial literacy keluarga, kerana memang menjadi kebutuhan. Suami mempercayakan pengaturan keuangan keluarga diserahkan kepada istri.

Akan tetapi, pada tantangan bulan ini, titik berat literasi keuangan justru dikenalkan kepada anak. Sungguh benar-benar membuka pikiran saya. Yang selama ini belum sama sekali mengenalkan konsep uang pada anak. Padahal Afni sudah masuk SD dan Faiz sudah di TK.

Hal yang paling penting adalah membedakan mana yang menjadi kebutuhan dan keinginan. Walaupun saya tetap menetapkan pos mainan pada amplop budget bulanan kami, tetap harus dikelola emosinya untuk membedakan keinginan dan kebutuhan.

 

Pengelolaan emosi saat ini masih berupa kesabaran. Anak-anak mulai dikenalkan bahwa rezeki datangnya dari Allah, melalui Bapak anak-anak. Bapak bekerja akan mendapatkan upah / gaji dari hasil kerjanya. Dan dibayar sebulan sekali. Akhirnya ampir setiap minggu, bangun tidur Faiz bertanya “hari ini Daddy gajian belom?” hahaha nak.. nak..

Published by

dian indah savitri

dian indah savitri divitri@gmail.com dianindahsavitri@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s