Mengenalkan uang dan ekonomi pada anak

Saya masih perlu membiasakan dalam mengenalkan uang serta harga-harga barang. Terkadang Afni masih kebingungan membaca nominal karena nol-nya terlalu banyak. Akan tetapi pelan-pelan coba saya kenalkan kembali.

Dulu dan sampe kemarin, saya jarang sekali perhitungan terkait belanja. Jarang saya catat. Dan benar saja, banyak bolongnya. Hingga tagihan kartu kredit muncul terus setiap bulan. Tetapi beberapa bulan ini saya konsisten dan rajin catat. Walhasil tidak ada tagihan, tidak kekurangan uang saat akhir bulan, lebih bisa mengerem keinginan untuk berbelanja, sangat paham kondisi dompet setiap saat (karena selalu saya catat).

Saya ingin, kesalahan saya dulu tidak terulang oleh anak-anak. Inginnya setiap kali anak punya keinginan untuk membeli sesuatu, sesuai budget, dan anak bisa menghitung sendiri nominalnya. Pernah saat merengek sekali meminta mainan hanya karena melihatnya direview oleh youtube anak, dan harganya tidak sedikit. Tapi apa daya, saat itu Bapaknya yang membelikan. Saya buat perbandingan “Afni, mainan ini kalau dibelikan susu bisa sampai 4 dus susu nih, banyak banget, jadi mainan ini tidak murah.”.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, Afni sudah mulai bisa mengerti dan memilah hatinya antara keinginan dan kebutuhan. Tadi siang, Afni mengerti bahwa bulan ini Afni membutuhkan membeli sepatu. Dibanding dengan membeli mainan. Dan saya ingatkan Afni, sepatu yang lama yang kekecilan, sudah bisa dihibahkan kepada saudara-saudara.

 

Published by

dian indah savitri

dian indah savitri divitri@gmail.com dianindahsavitri@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s