Lari setiap sore

Karena kelas mengaji juga libur, alhamdulilah. Afni dan Faiz setiap sore bisa lari-lari di sekitar rumah. Rutenya dimulai dari rumah menuju mesjid kemudian ke minimarket. Kadang menghabiskan dulu es krim dan minum saat di mini market, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan.

Setelah segar kembali, kami melanjutkan perjalanan menuju pinggir sungai Ciliwung di samping perumahan kami. Senangnya bisa mendengar suara deras sungai, mengintip sedikit-sedikit air yang mengalir deras. Terkadang sambil memperhatikan binatang yang lewat seperti burung maupun serangga. Memperhatikan pula pohon-pohon dan tanaman yang ditanam oleh para penduduk di sini.

Apabila melewati taman bermain (playground) kita sempatkan untuk bermain di sana terlebih dahulu, seperti ayunan, perosotan, putar-putaran. Hari Jumat kemarin agak beda, karena rutenya sampai ke atas jembatan menuju jalan Margonda Raya. Tujuannya sekalian membeli makan di Pizza Hut. Dan ini kali pertama Faiz jalan menanjak melewati jembatan sambil melihat sungai ke bawah. Sesekali Faiz merasa bergidik ketika melihat ke bawah atau saat kita tiba di atas (ujung dari jalan pesona khayangan).

Rupanya berjalan dan berlari setiap sore sangat menyenangkan. Kadang disertai bermain role play kejar-kejaran untuk menggali kreatifitas mereka.

Salam semangat.

Eksperimen di rumah

Dari semenjak liburan kemarin (Kamis Jumat), kita di rumah melakukan beberapa eksperimen, akan tetapi lupa mendokumentasikannya. Selain itu, banyak juga yang eksperimennya gagal. Uops.. Hehe namanya juga percobaan, masih perlu dicoba sampe berhasil.

Misalnya, kemarin mencoba melakukan optik ilusion seperti ini , jadi mengubah arah tanda panah apabila menaruhnya di belakang botol kemudian botol tersebut diisi dengan air.

Image result for reversing arrow illusion

 

Kedua, melakukan percobaan elastic egg. Jadi, menyimpan telur dalam larutan cuka kemudian diambil pada 24jam kemudian. Akan tetapi, kami gagal. Ternyata telur ikutan hancur tidak elastis seperti pada tutorial.

Ketiga, membuat ombak dalam botol. mencampurkan air yang diberi warna dengan baby oil. dan dimasukan ke dalam botol.

 

Liburan masih panjang, mamanya harus cari bahan lagi untuk melakukan eksperimen bersama anak-anak.

Semangat.

Playdate bersama teman

Hari ini Afni seharian playdate di rumah teman. Kebetulan teman Afni mempunyai saudara kandung 4 jadi total anaknya ada 5 dan semuanya perempuan. Jadi Afni sangat kerasan dan menikmati setiap playdatenya. Berangkat pagi, pulang-pulang sudah lewat magrib. Ketika ditanya mau pulang, selalu jawabannya “nanti ma..”.

Alhamdulilah selama playdate, Afni bisa terbebas dari gadget dan tidak lupa juga mendirikan sholat berjamaah. Kebanyakan aktifitas yang dilakukan adalah menggambar dan membuat project blok.

Nanti main-main lagi ya Falisha. Liburan masih sangat panjang. 🙂

Berkreasi dengan Domino Block

Hari Kamis kemarin alhamdulilah Afni dan Faiz telah pembagian rapor. Dan masuk musim liburan sampai tanggal 12 Juli 2019. Alhamdulilah rapor Afni Faiz dikatakan cukup baik walaupun masih banyak juga yang masih harus diperbaiki.

Afni yang semenjak masuk SD merasa kesusahan karena masih belum bisa membaca. Alhamdulilah di akhir kelas 1 sudah bisa membaca baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Belajar Al-qurannya masih harus terus diasah, dimana teman-temannya sudah masuk tilawati jilid 2, Afni masih di jilid 1. Untuk matematika, saya masukan Afni ke kumon, akan tetapi materi di kumon malah jauh tertinggal daripada di sekolah, sehingga membuat saya bingung bagaimana harus mengejarnya.

Faiz, secara akademik cukup mengikuti, tetapi motorik halusnya masih perlu dilatih. Kemandiriannya, pola dan jenis makanan, serta pola tidur yang masih PR untuk Faiz. Tidak lupa dengan manajemen gadgetnya. Agak sulit untuk dialihkan,

Sepulang dari pembagian rapor, kami mengunjungi mall samping perumahan. Hanya untuk membeli sedikit mainan. Afni sengaja memilih mainan domino block. Harganya cukup terjangkau. Dan bisa senang sekali seharian memainkannya. Tidak hanya disusun dalam bentuk jajaran balok, akan tetapi bisa dibentuk menyerupai benteng ke atas, kemudian disenggol satu balok untuk menghancurkan bentuk keseluruhan (domino efek).

Bentuk benteng-benteng yang dibuat juga bisa menggali kreatifitas Afni. Balok-balok tersebut dibentuk berdasarkan pola susunan warna tertentu atau susunan tingkat tertentu. Hal yang bisa dieksplore selain kreatifitas adalah logika matematika, terutama saat bermain pola (pattern). Afni yang bertugas menyusun baloknya, Faiz biasanya kebagian tugas yang menghancurkan baloknya hehehe. Keep creative ya Afni dan Faiz.

 

 

Afni dan Lego

Afni dari mulai usia 4 tahun, sudah sangat menyukai lego. Afni sangat menikmati saat merakitnya. Menikmati prosesnya. Walaupun setelah jadi, jarang dimainkan kembali. Kadang-kadang pula, Afni mengeksplore kretifitasnya dengan merakit lego tanpa buku panduan (lego basic atau free lego).

Saking sukanya dengan lego, alhamdulilah awal tahun 2019 kami berkesempatan juga mengunjungi Lego Resort di Malaysia. Dari mulai hotel, restaurant, furnitur, asesoris semua mengandung lego-lego. Di dalam kamarnya sendiri, terdapat teka-teki yang harus dipecahkan untuk membuka mistery box yang di dalamnya berisi hadiah lego. Super Cool.

Apabila merakit lego (baru), kami sekeluarga bisa menghabiskan seharian waktu libur sampai-sampai saya saja tidak punya waktu untuk memasak.

IMG_2877

Mainan sesuai gender

Ketika kita melihat ke mall atau pusat perbelanjaan, sering kali dari semenjak bayi, peralatan dan mainan bayi (anak) sudah dibedakan berdasarkan gender. Setidaknya sudah dibedakan dari segi warnanya. Pink yang identik perempuan dan biru identik dengan laki-laki.

Dikutip dari blog.ruangguru.com bahwa warna maupun jenis mainan bukanlah masalah untuk mainan anak-anak. Yang terpenting adalah anak-anak hanya ingin bermain. namun orang tua yang meng-kotak-kotakan. Sedangkan imanjinasi anak sangatlah luas.

Fungsi dari mainan itu sendiri merupakan katalisator imajinasi anak dalam kehidupan sehari-hari. Yang terpenting orang tua memahami kebutuhan anaknya. apakah anaknya membutuhkan fasilitas bermain berlarian, bermain role play, bermain menyusun balok, bermain dengan suara, bermain tentang binatang, bermain dengan sesuatu yang bergerak.

Ini yang terjadi kemarin dengan Afni dan Faiz. Terkadang Afni memainkan mainan Faiz, dan sebaliknya. sejauh itu aman dan diperhatikan oleh orang tua maka saya biarkan mereka mengeksplorasi imajinasi dan kreatifitasnya. Faiz memegang boneka Rapunzel punya Afni, begitu juga Afni memainkan mobil Hotwheel punya Faiz. Tetap berkreasi Afni dan Faiz.

Salam Semangat

IMG_2720 3
Faiz bermain boneka Rapunzel, Afni bermain mobil Hotwheel

 

Finger Paint by Afni

Finger paint adalah salah satu metode meluksi yang dikerjakan dengan menggunakan jari tangan, biasanya dilakukan oleh anak-anak usia dini untuk merangsang kreatifitas, sensitifitas (motorik tangan dan kordinasi mata).

Bagi Afni sendiri, melakukan finger paint adalah kegiatan yang menyenangkan karena bisa mengeksplor kreatifitas. Walaupun mungkin Afni sudah terlalu “tua” untuk bermain finger paint.

Finger Paint yang tersedia di pasar ada dari Fabelcastle (dulu sempat punya), namun yang kemarin Afni beli dari Usbourne, dengan tema garden jadi berisi bunga, daun, dan beberapa binatang di taman.

C0C2B539-020F-47C2-B30D-9BDA9EC8BEE4 2