Mendaftar Haji di Depok, bagaimana caranya?

Alhamdulilah akhirnya setelah beberapa lama menabung haji, akhirnya kami rampung mendaftarkan diri sebagai calon peserta ibadah haji dan mendapat nomor porsi.
Bagaimana sih caranya mendaftar haji khususnya di kota Depok.

Pertama

         Datang ke bank untuk membuka tabungan khusus haji, kalau kami kebetulan memakai BSM (Bank Syariah Mandiri cabang Margonda Depok. Persyaratan membuka rekening haji (tabungan mabrur) sepertinya cukup KTP dan saldo awal Rp. 100.000.
        Karakter dari jenis tabungan haji ini:
  1. akad yang digunakan adalah Mudharabah Muthiaqah
  2. setoran awal Rp. 100.000, setoran selanjutnya minimal Rp 100.000
  3. tidak bisa diambil kecuali untuk pendaftaran haji
  4. tidak diberikan fasilitas ATM dan akses e-banking lainnya
  5. tidak ada potongan administrasi
  6. diberikan imbal bagi hasil
        Apabila uang sudah cukup, bisa langsung setor Rp 25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah) untuk dilakukan pendebetan rekening ke rekening penampungan haji. Namun apabila belum cukup, bisa secara berkala setor dari mulai Rp 100.000.

Kedua

        Setelah dana mencukupi, yakni Rp 25.100.000, dimana Rp 100.000 digunakan sebagai dana endapan agar rekening tetap hidup. Kemudian kita datang kembali ke bank dengan membawa beberapa persyaratan:
  1. fotocopy KTP
  2. fotocopy KK
  3. fotocopy surat nikah
  4. surat keterangan domisili sampai KECAMATAN dengan materai Rp 6000
  5. foto khusus haji (80% wajah dan background putih) ukuran 3×4 5 lembar dan 4×6 1 lembar
  6. fotocopy buku tabungan yang sudah berisi saldo Rp. 25.100.000
        Dari bank kita akan diberikan bukti validasi pendebetan dana haji yang harus di bawa ke Depag yang berada di kawasan Grand Depok City. Bukti tersebut berlaku sampai 5 hari kerja ke depan. Saya agak lupa mengapa jangan sampai lewat 5 hari, apakah mungkin untuk proses rekonsiliasi dana atau bagaimana.

Ketiga

        Datang ke Depag, dengan membawa persyaratan administrasi yang lain, yakni:
  1. bukti validasi pendebetan dari bank
  2. fotocopy buku tabungan
  3. fotocopy KTP
  4. fotocopy KK
  5. fotocopy akta nikah
  6. surat keterangan domisili sampai kecamatan dan bermaterai Rp 6.000
  7. foto ukuran 3×4 10 lembar, 4×6 5 lembar (80% wajah, background putih, memakai baju bebas / bukan dinas, untuk wanita menggunakan jilbab)
       Setelah persyaratan administrasi lengkap, langsung dilakukan verifikasi data, foto dan scan jari, kemudian akan mendapatkan nomor porsi. Nomor antrian tahun ini di kota Depok sampai dengan 17 tahun. subhanallah lama sekali ya. Mudah-mudahan ada rezeki umur dan sehat, insyaallah.
Screen Shot 2018-08-17 at 19.20.14

bukti debet dari bank

      Tips : buku tabungan dan semua bukti pendaftaran haji disimpan dalam satu folder, jangan sampai hilang sampai saat keberangkatan kelak, karena biasanya ada proses pelunasan biaya haji yang harus dibayarkan max 2 bulan sebelum pemberangkatan.
Advertisements

Aktifitas Outdoor untuk keluarga

Update post dari aktifitas lari kami kemarin di Senayan. Ini merupakan salah satu project-nya Ifnu Bima untuk lebih memperbanyak kegiatan outdoor terutama ketika weekend dan hari libur. Kami berusaha untuk meminimalisir kunjungan ke mall ketika libur (walau agak susah ya, setidaknya buat cari makan :p), atau salah satu usaha kami juga untuk mengurangi nonton dan main gadget di dalam rumah. Karena secara basic, kegiatan motorik dan outdoor itu dibutuhkan untuk anak-anak, yang mana sekarang ini susah dilakukan terutama anak-anak kota (tsaaahh).

Kami lumayan cukup effort dalam menyiapkan “pendukungnya”. Seperti, Ifnu Bima memasang bike carrier di belakang mobil, membelikan sepeda untuk kami, kemudian memasang boncengan (baby carrier di belakang sepeda), juga scooter untuk anak-anak.

Beberapa kegiatan dan tempat yang sempat kami kunjungi, di antaranya:

  • kebun raya bogor, menyusuri trotoar maupun bagian dalam kebun raya bogor sangat menyenangkan, tantangannya: terdapat bagian trotoar yang menyempit dan mepet sekali dengan jalan raya yang cukup ramai, banyak angkot berhenti. sedangkan tantangan di dalam kebun raya yaitu jalannya yang naik turun, cukup membuat betis kita membengkak ya. hehe.
  • Scientia Square Park, ini merupakan tempat favorit kami, namun tiket masuknya lumayan mahal padahal hanya untuk menikmati tempatnya saja (tanpa atraksi) yaitu 50.000 rupiah. Kalau ingin masuk atraksi seperti trampoline, menanam padi, naik kuda harus bayar terpisah.
  • Dadaha dan Taman Kota Tasikmalaya, sengaja kami mudik sambil membawa sepeda. Bersepeda di Tasik menyenangkan, walaupun saat puasa juga. Mobil-mobil masih terbilang selow jalannya dan kooperatif terhadap pengendara sepeda, anginnya lumayan sepoi-sepoi walau di bawah terik matahari, bisa istirahat di bawah pohon rindang sudah terasa adem sekali.