New Moon, bulan baru, sosok baru, datanglah Jacob Black.

Suksesnya dengan film pertama, tetralogi dari novel karangan Stephanie Mayer ini melanjutkan merilis film untuk buku kedua-nya. Di film/buku/cerita pertama Twilight Saga yang berakhir dengan bahagia, Edward dan Bella bersatu, terlelap dalam dansa nan penuh hidmat romansa. Musuh yang mengincar Bella, James, kekasih Victoria-pun berhasil dikalahkan Edward.
Namun, apa selanjutnya yang terjadi di buku kedua, mulai berdatangkan tokoh baru, tokoh yang akan menyaingi keberadaan Edward dan para vampir lainnya. Tokoh yang muncul dari keluarga warewolf atau manusia serigala. Warewolf adalah sosok serigala yang digariskan untuk menolong dan melindungi manusia dari bahaya vampir jahat.

Jacob datang, saat Edwar pergi meninggalkan Bella. Jacob adalah pasir kehangatan bagi lubang di hati bela yang membeku. Ketika Edward kembali, Jacob tetaplah Jacob yang harus menerima kenyataan bahwa Bella hanya untuk Edward.

Di buku kedua juga, ada banyak tokoh baru dari keluarga Volturi. Keluarga vampir yang paling dihormati dan menjadi tetua para vampir. Edward yang diberitahu Alice, bahwa Alice melihat bayangan Bella bunuh diri itu, menyerahkan diri kepada keluarga Volturi untuk dibunuh.

Bella datang dengan sangat tepat waktu menyelamatkan Edward. Satu syarat yang keluarga Volturi canangkan untuk melihat atau bertemu Bella kelak dengan sudah berubah wujud. Kerena keluarga Volturi melihat banyak sekali kelebihan yang tertanam dalam diri Bella, yakni Bella kebal dengan serangan apapun, dan jelas pikiran Bella tidak bisa dibaca oleh siapapun.

P.S. I Love You

Akhir-akhir ini saya berkesempatan dan berkeinginan membaca banyak novel. Novel pertama yang akhir-akhir ini saya beli adalah p.s. I love you, salah satu dari serial “being single and happy” dan juga pernah difilmkan itu. Kira-kira dua tahun yang lalu, filmnya diputar di bioskop-bioskop, tapi tidak begitu populer dan tidak terlalu lama bertengger di now showing bioskop. Bahkan saya sendiri waktu tidak sempat menontonnya. Tapi salah satu teman saya mengatakan bahwa filmnya bagus dan bergelimpangan air mata saat menontonnya kemudian filmnya cocok bagi wanita yang sudah mempunyai pasangan.

Dari resumenya kita sudah bisa membaca keseluruhan isi novel. Novel yang menceritakan kisah seorang wanita muda umur 30 tahun yang ditinggal meninggal dunia oleh suaminya. Jujur saja, saya sangat terhanyut membaca buku ini. Pertama tokoh Holly dalam ceritanya, asli karakternya sangat mirip sekali dengan saya pribadi. Holly yang sangunis, meleleh dalam tangisan dan keterpurukan, tapi bisa tertawa dengan jarak waktu yang tidak lama. Kedua, mempunyai seseorang yang sangat berarti dan menjadi tokoh yang sangat dominan mengisi hidupnya.

Dalam novel ini, Holly dan Gerry adalah sepasang suami istri yang terbilang bahagia. Walaupun mereka menikah dalam usia muda, bagi kebanyakan tradisi orang Amerika, 23 tahun. Di tengah kebahagian hidup mereka, diusia ke tujuh pernikahan mereka, Gerry harus meninggalkan Holly akibat penyakit tumor otak yang dideritanya.

Setelah peninggalan Gerry, kehidupan Holly menjadi sangat jatuh, terpuruk, berantakan. Holly harus menjalankan hidupnya dengan utuh, walau setengah dari jiwanya hilang Tetapi ada hal yang diluar dugaan Holly, bahwa sosok Gerry seakan-akan hidup kembali. Sebelum Gerry meninggal, dia menuliskan 10 surat untuk Holly yang harus dibaca di setiap awal bulan. Dari surat-surat itulah Holly bangkit “bersama Gerry” menata kembali kehidupannya. Mulai pergi ke salon, mengikuti lomba karoke, berlibur bersama teman-teman, mencari pekerjaan, dan mencari suami baru 😀

Merangkak memulai kehidupan barunya tentu saja tidak semudah yang dibayangkan. Holly harus melewati dan menahan kesendirian dimana sahabat-sahabatnya ada yang telah hamil, kemudian ada yang segara menikah.

Membaca novel ini, jujur aja, tidak bisa membuat saya untuk berhenti sebelum tamat. Cecelia Ahern meracik kata-kata dengan bagus sehingga saya bisa dibuat tertawa dan menangis hingga berlarut-larut tengah malam. Sangat recommended.

PS: karena saya lebih dulu membaca novelnya ketimbang filmnya, ketika saya menonton filmnya bermodalkan .avi unduhan dari idws, terus terang saya kecewa dengan filmnya, 75% diluar ekspektasi saya dan jauh dari novelnya. Sayang sekali.