Software Testing Part 1

dari posting sebelumnya  kan terus ngomongin testing..hehehe (mentang2 pas magang jadi software tester, ya yang tau Cuma itu aja)..terus sebenernya apa itu testing? Knpa dalam pengembangan software harus ada testing? Kapan testing yang baik itu dilakukan?

Software testing dalam SDLC (Software Development Life Cycle) adalah proses buat mengukur kualitas suatu software. Kualitas disini mencangkup correctness, completeness, security, atau dapat juga berupa technical requirement di bawah standar ISO, seperti capability, reliability, efficiency, portability, maintability, comptability, dan usability. Software Testing tidak sama dengan Software Quality Assurance (SQA), tetapi hanya merupakan bagian SQA.

Tapi kalo pengertiannya secara umum, Software Testing yaitu proses untuk menguji eksekusi suatu software dengan cara memberikan berbagai input kemungkinan dan mengecek apakah output sesuai dengan yang diharapkan.

 

Terus..gimana sih cara testing yang baik?

Testing yang baik itu, testing yang bisa menemukan kemungkinan error yang ditemukan. Code-testnya harus konsisten dan bisa diulang-ulang. Yang harus diperhatikan juga code test tidak bergantung dengan test yang lainnya.

Kapan kita melakukan test?

Software testing dikerjakan setelah tahap construction selesai dan sebelum sampai ke customer,software testing bisa dilaksanakan secara iterasi yang berlangsung sejalan dengan proses development atau yang disebut dengan TDD (Testing Driven Development).

Salah satu yang bisa menjadi masalah adalah apabila terjadi perubahan control development yang disebabkan oleh banyaknya bugs atau error yang ditemukan. Hal ini bisa menyebabkan delay contruction yang cukup lama, karena setelah di-rebuild, suatu software harus dites kembali. Oleh karena itu, sangat perlu diperhatikin bahwa kesalahan (error dan bugs) yang pernah muncul tidak berulang lagi (regression testing).

Dalam SDLC, Software testing bisa juga jadi bagian dari proses validation dan verification. Validation yaitu proses mengecek apakah software sudah berjalan sesuai dengan user requirement, sedangkan verification proses untuk mengecek semua item secara spesifik.

Automated testing menggunakan selenium ide dan selenium core part 2

Seperti yang udah disebuti pada posting sebelumnya..Selenium IDE menghasilkan output yaitu unit test yang menjadi elemen pada Selenium Core..Sebelum itu, kita install dulu Selenium Corenya…Selenium Core bisa didownload di sini. Kemudian ekstrak file nya dan simpan pada folder webapp pada aplikasi server kita.

Setelah siap, kita bisa langsung akses Selenium Core menggunakan web browser dengan mengetikan alamat url . http://localhost:8080/selenium. maka akan tampil halaman seperti berikut:

 

Kita akan gabungkan hasil Selenium IDE yang dipakai oleh Selenium Core. Misal output yang kita simpan dari Selenium IDE berupa HTML, maka file-file HTML tersebut didefinisikan pada test suite. Berikut contoh unit test yang dimasukkan pada test suite:

Unit test yang didefinisikan berwarna merah. Kemudian jalankan Selenium TestRunner-nya yang terdapat pada Selenium Core. Untuk menjalankannya ketikan file test suite yang telah dibuat seperti pada gambar berikut:

 

Seperti halnya pada selenium IDE, untuk setiap test case yang berjalan apabila test-nya berhasil maka test runner akan berwarna hijau, dan sebaliknya apabila terjadi error atau bug maka test runnernya berwarna merah.