Temporary Directory (Java.io.temdir) di Mac OS

Temporary Directory atau folder sementara adalah tempat/path directory untuk menyimpan file-file yang sifatnya temporary dan akan dihapus pada saat kita reboot komputer.

Untuk keamanan biasanya orang mengkonfigurasi temp directory-nya sendiri. Akan tetapi secara default setiap OS memiliki setting path temp directory-nya masing-masing.

Pada OS windows path temp directory berada di :  C:\Users\User Name\AppData\Local\Temp dan untuk OS unix Linux biasanya berada di /tmp atau /var/tmp.

Sedangkan di Mac OSx, temp directory bersifat acak, bahkan tidak disimpan dalam folder yang tetap.

Berikut adalah command Java, untuk mengetahui path directory yang aktif di Mac OSx:

import java.io.File;
/**
*
* @author diansavitri
*/
public class CheckDirectory {
   public static void main(String[] args) {
      String tmpDir = System.getProperty("java.io.tmpdir");
      System.out.println("java.io.tmpdir: [" + tmpDir + "]");
   }
}

Advertisements

Cara install Pestrashop di local desktop

Hi, saya balik lagi kali ini dengan posting bagaimana cara meng-install Pestrashop di komputer lokal. Maksudnya komputer lokal bukan di server hosting. Kebetulan saya menggunakan mac, tapi sepertinya tidak akan berbeda apabila menggunakan OS lain.

1. Pastikan Apache (webserver), PHP, dan MySql sudah terinstall di lokal. Karena saya menggunakan Mac, saya install satu bundle MAMP. Untuk linux bisa memakai LAMP, dan windows juga bisa menggunakan WAMP/XAMP.

2. Download Prestashop dari halaman ini.

3. Ekstrak dan simpan folder Prestashop di root directory dari webserver kita, apabila kita menggunakan MAMP/LAMP/WAMP ada di directory htdocs.

4. Siapkan satu database di MySql, misal diberi nama “pestrashop”.

5. Akses directory prestashop dengan url seperti berikut:

note: pada url di atas ditulis prestashop123 -> ini sesuai dengan nama folder yang ada di htdocs, dan boleh di-rename menjadi apapun.

6. Muncul halaman berikut:

Pilih Bahasa, default English, kemudian pilih “install a new online shop”

7. Tidak lupa juga untuk checklist agreement (baiknya sih ini dibaca :D)

8. Klik “Next” untuk lanjut ke tahap berikutnya, halaman ini hanya pengecekan php, saya biarkan defaul, dan klik “Next” yang selanjutnya

9. Konfigurasi Database, sebelumnya kita sudah siapkan nama database di MySql, misal dbname = “prestashop”

Input juga username dan password database server. Dan lakukan pengecekan untuk meyakinkan koneksi telah berhasil.

10. Seeting SMTP untuk proses kirim-mengirim email. Apabila mempunyai server SMTP sendiri silahkan dikonfigurasi. Untuk proses instalasi sekarang, saya menggunakan Gmail SMTP untuk kirim-mengirim email. Konfigurasi Gmail SMTP bisa dilihat di sini.

Lakukan pengetesan apakah konfigurasi sudah benar dan email terkirim dengan sukses.

11. Langkah terakhir, setting konfigurasi untuk online shop-nya itu sendiri. Isi data sesuai kebutuhan.

12. Klik “Next” dan instalasi telah berhasil

Sebelum mengakses halaman admin (back end) dan halaman user (Front End), remove terlebih dulu folder “install” pada directory prestashop. Selain itu, untuk keamanan data, rename folder admin, misal menjadi “admin123”.

Halaman Admin:

Halaman user:

widsest-nokia

ahai ternyata di detik, aku berada di divisi IT operation..hm..mungkin dari namanya udah ketauan..aku bakalan banyak maintenance..:)..

project / aplikasi pertama yang musti dihandle adalah Widset-nokia..

aplikasi rss, yang diinstall di handphone, spesifiknya nokia, tapi pas test bisa juga masuk ke hape SE..aplikasinya di develop oleh tim mobile developement dan dibangun berbasis java (hihi JME bo 🙂 )..

sedangkan widsest itu sendiri, disamping pake JME pake framework yang namanya helium..untuk coding2 dan sejenisnya,,aku juga masih tahap browsing skiming..belum baca secara mendetil..huhuhuh…

contoh tampilan aplikasinya:

Software Testing Part 1

dari posting sebelumnya  kan terus ngomongin testing..hehehe (mentang2 pas magang jadi software tester, ya yang tau Cuma itu aja)..terus sebenernya apa itu testing? Knpa dalam pengembangan software harus ada testing? Kapan testing yang baik itu dilakukan?

Software testing dalam SDLC (Software Development Life Cycle) adalah proses buat mengukur kualitas suatu software. Kualitas disini mencangkup correctness, completeness, security, atau dapat juga berupa technical requirement di bawah standar ISO, seperti capability, reliability, efficiency, portability, maintability, comptability, dan usability. Software Testing tidak sama dengan Software Quality Assurance (SQA), tetapi hanya merupakan bagian SQA.

Tapi kalo pengertiannya secara umum, Software Testing yaitu proses untuk menguji eksekusi suatu software dengan cara memberikan berbagai input kemungkinan dan mengecek apakah output sesuai dengan yang diharapkan.

 

Terus..gimana sih cara testing yang baik?

Testing yang baik itu, testing yang bisa menemukan kemungkinan error yang ditemukan. Code-testnya harus konsisten dan bisa diulang-ulang. Yang harus diperhatikan juga code test tidak bergantung dengan test yang lainnya.

Kapan kita melakukan test?

Software testing dikerjakan setelah tahap construction selesai dan sebelum sampai ke customer,software testing bisa dilaksanakan secara iterasi yang berlangsung sejalan dengan proses development atau yang disebut dengan TDD (Testing Driven Development).

Salah satu yang bisa menjadi masalah adalah apabila terjadi perubahan control development yang disebabkan oleh banyaknya bugs atau error yang ditemukan. Hal ini bisa menyebabkan delay contruction yang cukup lama, karena setelah di-rebuild, suatu software harus dites kembali. Oleh karena itu, sangat perlu diperhatikin bahwa kesalahan (error dan bugs) yang pernah muncul tidak berulang lagi (regression testing).

Dalam SDLC, Software testing bisa juga jadi bagian dari proses validation dan verification. Validation yaitu proses mengecek apakah software sudah berjalan sesuai dengan user requirement, sedangkan verification proses untuk mengecek semua item secara spesifik.

Automated testing menggunakan selenium ide dan selenium core part 2

Seperti yang udah disebuti pada posting sebelumnya..Selenium IDE menghasilkan output yaitu unit test yang menjadi elemen pada Selenium Core..Sebelum itu, kita install dulu Selenium Corenya…Selenium Core bisa didownload di sini. Kemudian ekstrak file nya dan simpan pada folder webapp pada aplikasi server kita.

Setelah siap, kita bisa langsung akses Selenium Core menggunakan web browser dengan mengetikan alamat url . http://localhost:8080/selenium. maka akan tampil halaman seperti berikut:

 

Kita akan gabungkan hasil Selenium IDE yang dipakai oleh Selenium Core. Misal output yang kita simpan dari Selenium IDE berupa HTML, maka file-file HTML tersebut didefinisikan pada test suite. Berikut contoh unit test yang dimasukkan pada test suite:

Unit test yang didefinisikan berwarna merah. Kemudian jalankan Selenium TestRunner-nya yang terdapat pada Selenium Core. Untuk menjalankannya ketikan file test suite yang telah dibuat seperti pada gambar berikut:

 

Seperti halnya pada selenium IDE, untuk setiap test case yang berjalan apabila test-nya berhasil maka test runner akan berwarna hijau, dan sebaliknya apabila terjadi error atau bug maka test runnernya berwarna merah.

 

 

 

Automated testing menggunakan selenium ide dan selenium core

Sesuai yang saya janjikan sebelumnya..saya sedikit bagi2 ilmu selama PKL..
Apa itu automated testing? Knapa kita butuh itu?buat apa sih gunanya?Hahaha..pertanyaan yang pertama muncul mungkin seperti itu..Ok,, sebenernya sih knpa disebut automatis, karena test tersebut akan dilakukan beberapa kali dan pada pengulangannya dilakukan secara otomatis..

Mekanismenya namanya agile test…Apa itu agile test? Agile test disebut juga functional test yaitu software tester berperilaku sebagai end-user dan memeriksa apakah sistemnya dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan requirment dari user.

Semua aktifitas saat melakukan test direkam oleh sebuah tools, dimana saat akan melakukan test ulang, bisa secara langsung menjalankan rekaman aktivitas kita, dan tools tersebut akan mengetes ulang secara otomatis…
Tools yang digunakan adalah Selenium IDE dan Selenium Core..
Selenium IDE merupakan integrated tool untuk agile testing. Mekanismenya bekerja dengan merekam semua aktifitas user saat mengakses suatu aplikasi berbasis web. Setiap aktifitas yang terekam masuk ke dalam tiga tag, yaitu Command, Target,dan Value.

  • Command, berisi apa yang akan dilakukan oleh user pada aplikasi, misalnya clickandwait, select, open, dll.
  • Target, berisi tujuan dari command yang kita dilakukan.
  • Value, berisi nilai yang dimasukkan dan diakses saat kita melakukan test.

a. Berikut beberapa fitur yang ada pada Selenium IDE

  • Dapat merekam dan re-play hasil rekaman dengan mudah.
  • Autocomplete untuk Selenium command.
  • Dapat dijalankan selama testing berlangsung.
  • Debug dan set breakpoint.
  • Bisa disimpan dalam file format HTML, Ruby script, Phyton, PHP, Java, dan C#..
  • Mendukung file Selenium-extension.js.
  • Secara otomatis menambahkan title pada setiap halaman.

b. Instalas
Selenium IDE bisa langsung didownload sebagai add-ons (plug in) mozilla firefox atau browser lainnya yang mendukung (bisa dicek disini). Selenium IDE terintegrasi dengan browser dan bisa langsung digunakan dengan menuliskan alamat url yang akan ditest, kemudian klik tombol record.

Ilustrasinya seperti gambar dibawah ini:

Untuk menjalankan dan mengetes kembali secara otomatis hanya meng-klik button play. Berikut contoh nya:

Apabila sukses, test akan berwarna hijau, sedangkan apabila gagal, test akan berwarna merah.

Kemudian tester menjalankan sistem selayaknya end-user, setelah selesai hasilnya bisa disimpan dalam bentuk HTML dan beberapa format yang bisa dipilih seperti terlihat pada ilustrasi berikut:

Hasil output dari Selenium IDE tadi merupakan satu buah unit test. Kemudian beberapa unit test disatukan dalam suatu test suite. test suite akan mengotomatisasi software testing secara keseluruhan. Tools yang digunakan yaitu Selenium Core.