Software Testing Part 2

Setelah tau apa itu software testing dan lain lain nya..kita bakal tau..sebenernya test itu ada macem2 nya ga? Apa test yang cocok dilakukan buat software yang kita kembangin?

Ada apa ajah sih jenis testing:

  • White box testing (proses tes semua bagian konstruksi suatu software dari dalam, mencakup unit-unit tes terkecil)
  • Black box testing (proses tes secara umum dan melihat sisi luarnya saja. Input dan output secara kasat mata)
  • Gray box testing (proses tes yang melibatkan client-server, biasanya dipake untuk tes yang berhubungan ama repositori data)

Terus tingkatan-tingkatan

  • Unit testing

Unit test digunakan untuk mengetes bagian terkecil (unit detail) dari suatu software dan biasanya dikerjakan oleh developer dengan membuat mock object untuk ditesnya. Unit test menjalankan test pada semua function atau method, apabila terjadi error pada tiap unit kode programnya, maka developer akan melakukan refactoring terhadap kodenya.
Untuk teknologi bahasa pemrograman java, unit tes dilakukan dengan menggunakan framework junit.

  • Integrated testing

Integrated testing digunakan untuk mengetes suatu software yang terdiri dari modul-modul yang terintegrasi atau bisa juga terintegrasi dengan suatu database. Contoh tool yang digunakannya adalah DBUnit.

  • Coverage testing

Testing yang dilakukan untuk mengukur kecukupan suatu unit test, apakah unit test yang dibuat telah meng-cover semua unit kode program. Analoginya, coverage test bekerja dengan membandingkan jumlah kode program dengan jumlah unit testnya. Contoh tool yang biasa digunakan cobertura.

  • System testing

Merupakan testing keseluruhan dari suatu software. System testing ini biasanya merunut pada Terdiri dari berbagai jenis tes, yaitu: user interface testing, usability testing, performance testing, compability testing, error handling testing, load testing, volume testing, stress testing, user help testing, security testing, scalability testing, capability testing, sanity testing, regression testing, reliability testing, recovery testing, instalation testing, maintenance testing.

dari semua jenis tes itu, testing yang dilakukan oleh seorang tester hanyalah bagian coverage dan system testing (apabila diperlukan).. sedangkat 2 tingkat sebelumnya, dikerjakan oleh programer bersamaan dengan proses development..

Advertisements

Automated testing menggunakan selenium ide dan selenium core part 2

Seperti yang udah disebuti pada posting sebelumnya..Selenium IDE menghasilkan output yaitu unit test yang menjadi elemen pada Selenium Core..Sebelum itu, kita install dulu Selenium Corenya…Selenium Core bisa didownload di sini. Kemudian ekstrak file nya dan simpan pada folder webapp pada aplikasi server kita.

Setelah siap, kita bisa langsung akses Selenium Core menggunakan web browser dengan mengetikan alamat url . http://localhost:8080/selenium. maka akan tampil halaman seperti berikut:

 

Kita akan gabungkan hasil Selenium IDE yang dipakai oleh Selenium Core. Misal output yang kita simpan dari Selenium IDE berupa HTML, maka file-file HTML tersebut didefinisikan pada test suite. Berikut contoh unit test yang dimasukkan pada test suite:

Unit test yang didefinisikan berwarna merah. Kemudian jalankan Selenium TestRunner-nya yang terdapat pada Selenium Core. Untuk menjalankannya ketikan file test suite yang telah dibuat seperti pada gambar berikut:

 

Seperti halnya pada selenium IDE, untuk setiap test case yang berjalan apabila test-nya berhasil maka test runner akan berwarna hijau, dan sebaliknya apabila terjadi error atau bug maka test runnernya berwarna merah.