membuat wedding blog

Alhamdulilah akhirnya pernikahan saya dan Ifnu Bima telah berlangsung 2 minggu  yang lalu, 5 Februari 2011. Segala bentuk persiapan telah dilaksanakan termasuk juga untuk online invitation dalam bentuk wedding blog. Wedding blog yang kami buat murni dari iWeb, karena kami berpikir, konten statis dan diposting dalam momen tertentu saja.

iWeb merupakan html generator dari Apple. iWeb sama halnya seperti Microsoft Web Publisher yang sama-sama membuat website dengan sangat sederhana dan autogenerate html. Penggunaannya pun seperti blog, jadi mudah dan efisien.

Tampilan setiap halaman dari web bisa dipilih dari theme dan template yang telah disediakan:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

template berupa halaman web serta theme warna yang beragam. Halaman/page yang akan dan sudah dibuat bisa dikostumisasi dengan toolbar di bawah main windows.

Kita juga bisa mengkombinasikan library iPhoto maupun iTunes pada halaman/page web kita di iWeb. Media akan ditampilkan pada tab sebelah kanan, seperti berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selain bisa menambahkan media yang secara otomatis sync dengan library iphoto dan itunes. Di iWeb bisa juga menambahkan widget. Widget tersebut bisa berupa snippet code html, gmap, google adsense, dll.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

terakhir bagaimana kita akan mem-publish website yang sudah didesain dan diisi kontennya. setting publishing bisa melalui mobile me, atau hosting biasa melalui FTP.

 

 

 

 

 

 

Advertisements

membuat peta di google map

Masih berhubungan dengan wedding blog di http://dianifnu.com, saya akan berbagi cara bagaimana membuat peta sendiri di google map.

1. buka alamat http://map.google.com.

2. asumsi sudah mempunyai account di google, klik “my map” di kiri atas.

 

 

 

 

 

 

 

3. Pilih “Create new map” kemudian isi field mengenai judul, deskripsi, privacy dan sharing setting peta yang akan dibuat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4. Kostumisasi peta dengan menambah pin, garis pada icon di sebelah kiri  atas windows peta, seperti pada gambar berikut:

 

 

 

 

 

 

 

5. Setiap icon/pin ataupun line bisa diberi judul dan keterangan, juga diubah icon atau warnanya. Untuk icon bisa juga mengambil gambar dari upload dan link image.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6. Kostumisasi icon

 

 

 

 

 

 

 

 

7. Apabila semua track/jalan/line dan pin/icon telah selesai. Klik “Save” dan Peta kita sudah bisa digunakan/di-embed dalam bentuk html. Source bisa dilihat di link “Link” bagian kanan atas peta.

install plugin facelet di netbeans 6.5

pertama2 thx to henry, sebenernya ini awalnya yang ngalamin henry sewaktu diskusi soal JSF,

karena selama kerja dah jarang pake java, jadi baru sempat install netbeans 6.5 kemarin malam.. karena lg nyobain tutorial spring nya yang dibuat pak Endy. akhirnya tutorial ke 1, sudah berhasil dan sukses.

ketika akan mulai mencoba2 JSF, saya teringat kalo komponen yang (menurut saya) paling bagus (lucu2, warna nya bagus2) itu ada richfaces, maka saya harus install plugin facelet nya di netbeans versi 6.5.

plugins nya dapat diunduh di sini. setalah selesai diunduh. saya lakukan proses add plugin seperti biasa di netbeans. yaitu:

Tools -> plugin -> downloaded -> add plug in (seperti berikut)

addplugin1

ketika akan install, muncul peringatan kurang lebih seperti berikut:

The plugin JSP Parser is requested in implementation version 200804211638

Error tersebut bisa dihilangkan dengan menyeragamkan version JSP parser yang ada di netbeansnya. version JSP passer tersebut berada di folder hasil installer netbeans

  • /home/dian/netbeans-6.5/enterprise5/modules
  • -extract file org-netbeans-modules-web-jspparser.jar
  • update file MANIFEST.MF di folder org-netbeans-modules-web-jspparser/org-netbeans-modules-web-jspparser/META-INF.
  • kemudian ubah hasil extract-an menjadi file .jar kembali
  • rebuild file org-netbeans-modules-web-jspparser.jar
  • jalankan command berikut di console: jar -vufm jar_file manifest_file, untuk update mani_fest nya

ok, berhasil, coba restart netbeans kembali, dan selamat ber-JSF ria..

widsest-nokia

ahai ternyata di detik, aku berada di divisi IT operation..hm..mungkin dari namanya udah ketauan..aku bakalan banyak maintenance..:)..

project / aplikasi pertama yang musti dihandle adalah Widset-nokia..

aplikasi rss, yang diinstall di handphone, spesifiknya nokia, tapi pas test bisa juga masuk ke hape SE..aplikasinya di develop oleh tim mobile developement dan dibangun berbasis java (hihi JME bo 🙂 )..

sedangkan widsest itu sendiri, disamping pake JME pake framework yang namanya helium..untuk coding2 dan sejenisnya,,aku juga masih tahap browsing skiming..belum baca secara mendetil..huhuhuh…

contoh tampilan aplikasinya:

Software Testing Part 1

dari posting sebelumnya  kan terus ngomongin testing..hehehe (mentang2 pas magang jadi software tester, ya yang tau Cuma itu aja)..terus sebenernya apa itu testing? Knpa dalam pengembangan software harus ada testing? Kapan testing yang baik itu dilakukan?

Software testing dalam SDLC (Software Development Life Cycle) adalah proses buat mengukur kualitas suatu software. Kualitas disini mencangkup correctness, completeness, security, atau dapat juga berupa technical requirement di bawah standar ISO, seperti capability, reliability, efficiency, portability, maintability, comptability, dan usability. Software Testing tidak sama dengan Software Quality Assurance (SQA), tetapi hanya merupakan bagian SQA.

Tapi kalo pengertiannya secara umum, Software Testing yaitu proses untuk menguji eksekusi suatu software dengan cara memberikan berbagai input kemungkinan dan mengecek apakah output sesuai dengan yang diharapkan.

 

Terus..gimana sih cara testing yang baik?

Testing yang baik itu, testing yang bisa menemukan kemungkinan error yang ditemukan. Code-testnya harus konsisten dan bisa diulang-ulang. Yang harus diperhatikan juga code test tidak bergantung dengan test yang lainnya.

Kapan kita melakukan test?

Software testing dikerjakan setelah tahap construction selesai dan sebelum sampai ke customer,software testing bisa dilaksanakan secara iterasi yang berlangsung sejalan dengan proses development atau yang disebut dengan TDD (Testing Driven Development).

Salah satu yang bisa menjadi masalah adalah apabila terjadi perubahan control development yang disebabkan oleh banyaknya bugs atau error yang ditemukan. Hal ini bisa menyebabkan delay contruction yang cukup lama, karena setelah di-rebuild, suatu software harus dites kembali. Oleh karena itu, sangat perlu diperhatikin bahwa kesalahan (error dan bugs) yang pernah muncul tidak berulang lagi (regression testing).

Dalam SDLC, Software testing bisa juga jadi bagian dari proses validation dan verification. Validation yaitu proses mengecek apakah software sudah berjalan sesuai dengan user requirement, sedangkan verification proses untuk mengecek semua item secara spesifik.

Automated testing menggunakan selenium ide dan selenium core part 2

Seperti yang udah disebuti pada posting sebelumnya..Selenium IDE menghasilkan output yaitu unit test yang menjadi elemen pada Selenium Core..Sebelum itu, kita install dulu Selenium Corenya…Selenium Core bisa didownload di sini. Kemudian ekstrak file nya dan simpan pada folder webapp pada aplikasi server kita.

Setelah siap, kita bisa langsung akses Selenium Core menggunakan web browser dengan mengetikan alamat url . http://localhost:8080/selenium. maka akan tampil halaman seperti berikut:

 

Kita akan gabungkan hasil Selenium IDE yang dipakai oleh Selenium Core. Misal output yang kita simpan dari Selenium IDE berupa HTML, maka file-file HTML tersebut didefinisikan pada test suite. Berikut contoh unit test yang dimasukkan pada test suite:

Unit test yang didefinisikan berwarna merah. Kemudian jalankan Selenium TestRunner-nya yang terdapat pada Selenium Core. Untuk menjalankannya ketikan file test suite yang telah dibuat seperti pada gambar berikut:

 

Seperti halnya pada selenium IDE, untuk setiap test case yang berjalan apabila test-nya berhasil maka test runner akan berwarna hijau, dan sebaliknya apabila terjadi error atau bug maka test runnernya berwarna merah.

 

 

 

Automated testing menggunakan selenium ide dan selenium core

Sesuai yang saya janjikan sebelumnya..saya sedikit bagi2 ilmu selama PKL..
Apa itu automated testing? Knapa kita butuh itu?buat apa sih gunanya?Hahaha..pertanyaan yang pertama muncul mungkin seperti itu..Ok,, sebenernya sih knpa disebut automatis, karena test tersebut akan dilakukan beberapa kali dan pada pengulangannya dilakukan secara otomatis..

Mekanismenya namanya agile test…Apa itu agile test? Agile test disebut juga functional test yaitu software tester berperilaku sebagai end-user dan memeriksa apakah sistemnya dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan requirment dari user.

Semua aktifitas saat melakukan test direkam oleh sebuah tools, dimana saat akan melakukan test ulang, bisa secara langsung menjalankan rekaman aktivitas kita, dan tools tersebut akan mengetes ulang secara otomatis…
Tools yang digunakan adalah Selenium IDE dan Selenium Core..
Selenium IDE merupakan integrated tool untuk agile testing. Mekanismenya bekerja dengan merekam semua aktifitas user saat mengakses suatu aplikasi berbasis web. Setiap aktifitas yang terekam masuk ke dalam tiga tag, yaitu Command, Target,dan Value.

  • Command, berisi apa yang akan dilakukan oleh user pada aplikasi, misalnya clickandwait, select, open, dll.
  • Target, berisi tujuan dari command yang kita dilakukan.
  • Value, berisi nilai yang dimasukkan dan diakses saat kita melakukan test.

a. Berikut beberapa fitur yang ada pada Selenium IDE

  • Dapat merekam dan re-play hasil rekaman dengan mudah.
  • Autocomplete untuk Selenium command.
  • Dapat dijalankan selama testing berlangsung.
  • Debug dan set breakpoint.
  • Bisa disimpan dalam file format HTML, Ruby script, Phyton, PHP, Java, dan C#..
  • Mendukung file Selenium-extension.js.
  • Secara otomatis menambahkan title pada setiap halaman.

b. Instalas
Selenium IDE bisa langsung didownload sebagai add-ons (plug in) mozilla firefox atau browser lainnya yang mendukung (bisa dicek disini). Selenium IDE terintegrasi dengan browser dan bisa langsung digunakan dengan menuliskan alamat url yang akan ditest, kemudian klik tombol record.

Ilustrasinya seperti gambar dibawah ini:

Untuk menjalankan dan mengetes kembali secara otomatis hanya meng-klik button play. Berikut contoh nya:

Apabila sukses, test akan berwarna hijau, sedangkan apabila gagal, test akan berwarna merah.

Kemudian tester menjalankan sistem selayaknya end-user, setelah selesai hasilnya bisa disimpan dalam bentuk HTML dan beberapa format yang bisa dipilih seperti terlihat pada ilustrasi berikut:

Hasil output dari Selenium IDE tadi merupakan satu buah unit test. Kemudian beberapa unit test disatukan dalam suatu test suite. test suite akan mengotomatisasi software testing secara keseluruhan. Tools yang digunakan yaitu Selenium Core.