Apakah Indonesia bersahabat dengan Amerika?

Ini pertanyaan Afni sewaktu kami menunggu antrian dokter. Saya masih ingat, sewaktu kecil, luar negeri adalah Amerika. Amerika adalah luar negeri. Maksudnya kalo bicara luar negeri berarti Amerika. Seakan-akan Amerika adalah negara selain Indonesia yang diketahui oleh anak-anak.

Begitu kental dan mudah dikenalnya Amerika oleh anak-anak Indonesia. Tetapi tidak sebaliknya.

Ketika Afni bertanya, apakah Indonesia bersahabat dengan Indonesia? Saya jawab, Indonesia dan Amerika berteman. Namun, karena terhalang jarak yang cukup jauh, hingga hubungan pertemannya tidak “dekat”. Tidak seperti Amerika dan Kanada yang berdampingan dan saling melengkapi satu sama lain.

Berdasarkan website kemenlu, “Hubungan diplomatik RI-AS dibuka secara resmi pada 28 Desember 1949 dan kini berada pada tahapan Strategic Partnership. Sebuah tahapan penting bagi Indonesia dan AS untuk secara bersama-sama berbagi tanggung jawab mencari solusi atas tantangan-tantangan global, sembari menguatkan kerja sama strategis antara kedua negara.“.

Sedangkan secara ekonomi juga, sangat perdagangan antara Indonesia-Amerika volumenya masih tergolong kecil (bila dibandingkan dengan China Indonesia, atau Jepang Indonesia). Sangat jarang kita memakai produk yang diproduksi di Amerika. Kecuali gadget dari Apple. Bapaknya Afni sih berharap Tesla bisa segera masuk ke Indonesia. hehe.

Saya senang membuka peta Amerika bersama anak-anak. Mungkin karena pengaruh youtube, beberapa channel youtube seperti Ryan Toys Review, Blippi, dan J House, diproduksi di Amerika sehingga sering menampilkan latar belakang suasana di Amerika. Sehingga, mereka berharap suatu saat bisa pergi ke sana. Amin.

Image result for indonesia amerika

Pengenalan uang pada anak

Di sekolah Afni, karena siswa SD kelas 1-3 masih belum diperbolehkan jajan di jam makan snack maupun jam makan siang. Akan tetapi, sesekali ada kegiatan bazaar. Biasanya yang mengadakan bazaar kakak kelas 5 SD. Kemudian, guru akan memberitahukan sebelumnya agak ananda diberi bekal maksium 15ribu.

Atau ketika ada acara open house, dimana anak-anak diminta oleh guru untuk membuat kerajinan sesuai dengan tema yang ditentukan. Hasil kerajinan tersebut akan dijual kepada tamu yang datang saat open house.

Sedangkan pengenalan untuk infaq biasanya dihimbau membawa uang setiap hari Jumat. Tapi mamanya suka kelupaan hehe.

Untuk anak TK, ada juga study trip ke swalayan, hehe, pernah dua kali ke supermarket Ramayana dan ke Total Buah. Anak-anak diminta memilih buah atau makanan yang akan dibeli dan diberi uang kemudian melakukan pembayaran di kasir. Lucu-lucu.

Yang masih menjadi PR adalah mengenalkan sistem ekonomi. Bagaimana kami sekeluarga mendapatkan uang (rezeki), mengapa ayah harus bekerja, dan masih banyak lagi. Karena terkadang, anak masih belum mengerti ketika diberi jawaban “mama belum punya uang lagi, nak..”, jawabannya pasti “kan masih bisa ambil di ATM”. Ya kaliii ATM bisa diambil unlimited hehe, mama juga mau :)).

 

Bawa Bekal atau jajan

Saya tinggal di komplek perumahan dan sangat jarang terdapat warung, yang ada warung jual galon dan gas. Itupun kalo ditempuh jalan kaki bisa 5-10 menit sekali jalan. Sehingga hampir dipastikan anak-anak tidak pernah jajan di warung dekat rumah.

Oleh karena itu, mungkin saya yang telat juga mengenalkan uang pada Afni. Yang sudah kelas 1 SD ini tetapi belum mengenal nominal uang. Di sekolahnya pun, siswa kelas 1 sampai kelas 3 SD belum diperbolehkan untuk jajan. Setiap jam makan snack dan makan siang diwajibkan membawa bekal dari rumah (atau catering).

Kemudian kapan anak-anak jajan? Kalau kebetulan saya pergi ke mini market ketika ada sesuatu yang harus dibeli. Atau ketika kita jalan-jalan ke mall untuk beli makan dan jajan es krim.

whatsapp-image-2019-04-29-at-11.26.59-pm.jpeg

Terkadang saya coba mendorong mereka untuk pergi ke kasir dan melakukan pembayaran. Hari ini saya coba tekankan untuk meilihat nominal harga dan nominal uang yang dibayar. Misalnya membeli yakult seharga 9000, saya beri uang 10.000 maka mereka akan mendapat kembalian 1000 rupiah. Hal ini cukup mudah dipahami karena masih terhitung matematika sederhana.

Teruslah belajar anak-anakku, belajar tidak hanya di sekolah. Belajarlah dari sekitarmu.

#Ibu Profesional Bunda Sayang Level 8 Tantangan 10 Hari

Mengenalkan uang dan ekonomi pada anak

Saya masih perlu membiasakan dalam mengenalkan uang serta harga-harga barang. Terkadang Afni masih kebingungan membaca nominal karena nol-nya terlalu banyak. Akan tetapi pelan-pelan coba saya kenalkan kembali.

Dulu dan sampe kemarin, saya jarang sekali perhitungan terkait belanja. Jarang saya catat. Dan benar saja, banyak bolongnya. Hingga tagihan kartu kredit muncul terus setiap bulan. Tetapi beberapa bulan ini saya konsisten dan rajin catat. Walhasil tidak ada tagihan, tidak kekurangan uang saat akhir bulan, lebih bisa mengerem keinginan untuk berbelanja, sangat paham kondisi dompet setiap saat (karena selalu saya catat).

Saya ingin, kesalahan saya dulu tidak terulang oleh anak-anak. Inginnya setiap kali anak punya keinginan untuk membeli sesuatu, sesuai budget, dan anak bisa menghitung sendiri nominalnya. Pernah saat merengek sekali meminta mainan hanya karena melihatnya direview oleh youtube anak, dan harganya tidak sedikit. Tapi apa daya, saat itu Bapaknya yang membelikan. Saya buat perbandingan “Afni, mainan ini kalau dibelikan susu bisa sampai 4 dus susu nih, banyak banget, jadi mainan ini tidak murah.”.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, Afni sudah mulai bisa mengerti dan memilah hatinya antara keinginan dan kebutuhan. Tadi siang, Afni mengerti bahwa bulan ini Afni membutuhkan membeli sepatu. Dibanding dengan membeli mainan. Dan saya ingatkan Afni, sepatu yang lama yang kekecilan, sudah bisa dihibahkan kepada saudara-saudara.

 

Mendidik anak cerdas financial sejak dini

Masuk ke bulan delapan kelas bunda sayang. Subhanallah bulan ke bulan topiknya semakin menantang dan semakin membuka cakrawala saya terkait ilmu parenting. Alhamdulilah saya saat ini diberi kesempatan bergabung juga dengan tim dapur kelas minat financial planning IP Depok. Selama ini, cukup concern terhadap financial literacy keluarga, kerana memang menjadi kebutuhan. Suami mempercayakan pengaturan keuangan keluarga diserahkan kepada istri.

Akan tetapi, pada tantangan bulan ini, titik berat literasi keuangan justru dikenalkan kepada anak. Sungguh benar-benar membuka pikiran saya. Yang selama ini belum sama sekali mengenalkan konsep uang pada anak. Padahal Afni sudah masuk SD dan Faiz sudah di TK.

Hal yang paling penting adalah membedakan mana yang menjadi kebutuhan dan keinginan. Walaupun saya tetap menetapkan pos mainan pada amplop budget bulanan kami, tetap harus dikelola emosinya untuk membedakan keinginan dan kebutuhan.

 

Pengelolaan emosi saat ini masih berupa kesabaran. Anak-anak mulai dikenalkan bahwa rezeki datangnya dari Allah, melalui Bapak anak-anak. Bapak bekerja akan mendapatkan upah / gaji dari hasil kerjanya. Dan dibayar sebulan sekali. Akhirnya ampir setiap minggu, bangun tidur Faiz bertanya “hari ini Daddy gajian belom?” hahaha nak.. nak..

Faiz belajar sorting dan bentuk sederhana

Ternyata mainan Afni bisa juga dipakai oleh Faiz, ya tentunya ya. Hehe. Hanya saja, Faiz masih perlu banyak belajar dalam menyusun puzzle ke dalam suatu bentuk. Apalagi puzzle-nya bukan puzzle gambar, dan benar-benar abstrak.

Hal yang bisa Faiz mainkan yaitu:

  • Melakukan sorting berdasarkan warna dan bentuk

 

  • Menyusun bentuk sederhana

 

Memang Faiz sangat cepat merasa bosan, karena Faiz lebih menyukai permainan yang  melibatkan sesuatu yang bergerak.

 

Mata yang berbinar-binar pada Afni

Lagi-lagi Afni memilih mainan mengenai kreatifitas. Afni memang sangat menyukai jenis permainan seperti merakit-rakit, membuat sesuatu. Kali ini, kreatifitasnya harus dipadukan dengan logika juga. Yakni logika pattern.

Sebenarnya sudah dari bulan-bulan lalu Afni meminta mainan puzzle ini. Awalnya saya kira, puzzle seperti ini khawatir mudah hilang. Tetapi karena puzzle dilengkapi dengan ember (bucket) penyimpanan, setelah bermain sangat ringkas bisa langsung dimasukan ke embernya yang kuat.

Pattern permainannya, terdiri dari beberapa puzzle kayu berbentuk segitiga, persegi, trapesium, segienam, dan ketupat. Namun semua mempunya satu atau banyak sisi yang panjangnya sama. Sehingga mudah untuk digabungkan. Dalam kemasannya tidak ada buku panduan, akan tetapi sangat mudah bagi Afni untuk membuat berbagai bentuk.

Ini contoh yang sempat saya foto.

IMG_1096 2