Sukses ASI, ASIX, ASIP

 

Serba serbi ASI dan menyusui sekarang ini sering menjadi topik hangat di kalangan ibu-ibu, calon ibu, terutama ibu yang baru melahirkan anak pertama. Pada posting kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya ketika memberikan ASI kepada kedua anak saya.

Pengalaman anak pertama

Pada si Kakak, lama pemberian ASI baik menyusui secara langsung maupun ASI perah hanya sampai usia Kakak 15 bulan (1 tahun 3 bulan). Saat itu saya keburu hamil anak kedua, beberapa dokter bahkan menganjurkan untuk terus memberikan ASI pada Kakak, namun ada pendapat orang tua yang konon ASI nya udah ga enak, kasian sama si Adik di dalam perut. Sebetulnya saya lebih condong pendapat dokter, namun saat itu kondisi saya sering kontraksi ketika memberikan ASI maupun ketika memompanya. Terlebih karena saat itu saya masih bekerja (dengan catatan banyak waktu di luar rumah), dan si Kakak memang sudah sering kambuh bingung putingnya akhirnya dengan sangat menyesal saya menghentikan pemberian ASI saya.

Ketika belajar menyusui, saya mengucapkan terima kasih banyak kepada tim klinik laktasi Eka Hospital BSD. Sungguh ilmu yang sangat berharga. Dimana saat itu saya sangat buta mengenai teknik dan tata cara menyusui maupun memerah ASI serta kondisi orang tua saya, yang sewaktu saya kecil tidak memberikan ASI karena kurangnya pengetahuan beliau terhadap ASI.

Berdasarkan pengalaman melahirkan pertama di Eka Hospital BSD, saya mendapat penyuluhan mengenai menyusui, antara lain:

  1. ketika saya masih dalam masa rawat inap melahirkan, terdapat dokter (tim laktasi) yang langsung mendatangi kita di kamar dan praktek bagaimana teknik menyusui yang tepat
  2. mendapatkan free konsultasi menyusui setelah melahirkan dan tim laktasi memantau progress pemberian ASI kepada bayi.
  3. apabila masih kesulitan, dilatih untuk praktek lagi, karena jujur saja saya buta sekali mengenai teknik menyusui. teknik yang salah akan mengakibatkan sakit / lecetnya puting di payudara.

Pengalaman anak kedua

Pengalaman kedua jauh lebih lancar. ASI langsung keluar saat setelah melahirkan. Bahkan alhamdulilah rezeki dari Allah, ASI saya lumayan berlebih. Ketika saatnya menyusui si Adik, saya harus memompa terlebih dahulu karena ASI yang keluar terlalu deras dan membuat si Adik tersedak. Berikut adalah foto stok ASI satu bulan sebelum saya kembali masuk kerja setelah lahiran Adik. Dan ini kebanyakan dari ASI yang dipompa karena terlalu penuh dan deras.

Alhamdulilah rezeki Allah SWT, sampai saat Adik usia empat bulan saya mendonorkan satu kulkas ASI kepada sahabat saya. Dan sampai saat tulisan ini diposting usia si Adik 26 bulan (2 tahun 2 bulan), saya masih aktif menyusui dan kadang merasa LDR (Let Down Reflect) merembes ke baju. Insyaallah saya berencana akan menyapih si Adik di usia Adik 2 tahun 6 bulan. Bismilah mudah-mudahan bisa melepas Adik dengan penuh cinta.

10678653_10152444322157950_3464006564812090671_n

 

Peralatan dan Tips memompa ASI

Banyak teman yang bertanya pake pompa ASI apa, atau harus makan apa supaya ASI keluar deras? Untuk soal makanan, saya tidak diet khusus untuk makan jenis tertentu ketika menyusui. Akan tetapi, ketika hamil si Adik, bb bayi terlalu besar padahal kenaikan bb ibu kecil (lebih kecil daripada kehamilan si Kakak). Saya diminta untuk diet ketat oleh dokter supaya kenaikan bb si Adik bisa terjaga. Dan konon ada penelitian yang menjaga pola makan sehat semasa kehamilan akan meningkatkan produksi ASI ketika masa menyusui.

Beberapa menu diet ketika kehamilan si Adik antara lain:

  • Pk 07.00 sarapan roti gandum dan selai strawberry tropikana slim
  • Pk 10.00 cemilan puding / bubur kacang ijo / kacang edamame
  • Pk 12.00 makan siang protein, sayur, dan karbo kompleks
  • Pk 15.00 cemilan jus buah / puding
  • Pk 19.00 makan malam sedikit karbo, protein,dan sayur

menunya seperti menu diet orang normal, karena cenderung gejala diabetes yang disebabkan oleh kehamilan, saya juga diminta mengganti susu hamil menjadi susu diabetasol. Dilarang makan banyak gula, seperti roti-roti dari breadtalk, donut, dan minuman manis lainnya.

Merk Pompa ASI

banyak juga yang bertanya pake pompa ASI apa? Saya memakai pompa ASI Philips Avent versi lama. saya beli yang electric tetapi diberi tuas manualnya. Dan kebanyakan saya memakai tuas manualnya. Karena lebih fleksibel kita menentukan frekuensi kecepatan pompa, kemudian tidak tergantung pada colokan listrik maupun baterai.

Pompa Avent Single Electric ini memiliki keunggulan bisa merekam ritme pompa manual. Jadi cara kerjanya kita setting terlebih dahulu ritme pompanya (secara manual) oleh tangan. Maka secara otomatis pompa akan mengikuti irama / ritme gerakan tersebut. Akan tetapi pengalaman saya, tarikan pompanya tidak begitu kencang apabila memakai fitur electricnya. Sehingga saya lebih sering menggunakan yang manual.

Kekurangan dari pompa Philips Avent ini adalah compartment nya yang banyak. Banyak bgt printilanya. Banyak yang harus dipasang dan dicuci. Tapi untuk kenyamanan dan hasilnya juara.

philips_avent__27414_zoom

gambar diambil dari http://www.fontanapharmacy.com/

 

Membedakan pemeriksaan hematologi DBD dan Typus pada anak 

Ketika anak mulai demam, pertolongan pertama yang dilakukan Ibu di rumah adalah membuat anak merasa nyaman, apabila masih tidak menolak makan berikan sup ayam hangat dan baju yang lembut menyerap keringat serta tidak menutup badannya dengan baju yang tebal. Berikan parasetamol untuk membantu meringankan suhu tubuh dan membuat anak nyaman.

 

Memantau suhu anak selama tiga hari dan apabila tidak kunjung turun (suhu normal 36 derajat celcius), saatnya Ibu untuk membawanya ke dokter. Biasanya dokter akan merekomendasikan untuk segera cek kondisi darah (tes hematologi).

 

Pada posting kali ini, sering kali dokter maupun kita sebagai orang tau terkecoh dengan ambiguitas turunnya angka trombosit yang sering dicurigai sebagai demam berdarah. Sehingga butuh analisa khusus dari faktor komposisi hematologi lainnya seperti  hemoglobin, hematrokit, dan leukosit.

 

ciri khas yang terjadi pada DBD adalah grafik penurunan tromobosit yang disertai dengan meningkatnya kekentalan darah (hematrokit) dan hemoglobin dan penurunan komposisi leukosit. grafik yang bisa dipantau juga dari suhu tubuh pasien, dimana demam tinggi akan terjadi hingga hari ke-4 dan di hari ke-5-7 demam turun (selalu disertai trombosit turun) yang artinya ini adalah masa kritis dari DBD. Kemudian demam akan berangsur stabil (turun / normal) disertai dengan meningkatnya trombosit.

 

sedikit berbeda dengan typus, memang tidak semua disertai dengan menurunnya trombosit, namun grafik demam akan terus naik. Apabila trombosit turun, lihat komposisi hemoglobin (dan hematrokit) biasanya akan tetap dikondisi normal (tidak meningkat) dan komposisi leukosit juga normal. Untuk memastikan terjangkit bakteri typus (salmonella thypi), dilakukan tes serologi IgM Salmonella Thypi pada hari ke-5 demam. Oleh karena itu pemantauan terhadap cek darah sangat diperlukan untuk mendapatkan diagnosa yang tepat.

 

Contoh hasil cek darah typus.
Screen Shot 2016-02-11 at 16.27.11