Faiz’s award for being independent

Faiz sudah 4 bulan masuk TK A. Dan Kakaknya, Afni, masuk kelas 1 SD. Semenjak awal suami menyarankan agar anak-anak memakai jasa jemputan sekolah. Pada mulanya supaya saya punya banyak waktu untuk melakukan hal lain. Akan tetapi ternyata naik school bus menjadi semangat tersendiri buat Afni dan Faiz.

Tepat jam 7 pagi, school bus sudah datang di depan rumah untuk menjemput. Dan alhamdulilah mereka sangat bersemangat lari-lari ke depan. Tidak hanya itu, sayapun sangat terbantu ketika hendak membangunkan mereka kala pagi. Saya ucapkan kalimat sakti “nanti school bus keburu datang, malu kalau belum mandi”. Aha. Merekapun langsung bangun.

Sebetulnya dengan naik school bus, bagi Faiz datang ke sekolah terlalu pagi. Karena kelas Faiz masuk pukul 08 pagi. Dan Faiz selalu jadi yang pertama datang ke kelas. Mengingat Faiz masih TK A, maka tidak sedikit teman Faiz yang masih ditemani oleh orang tua atau pengasuhnya, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.

Faiz for being independent

Atas keberanian Faiz bisa mandiri sendiri, dijemput menggunakan school bus, Faiz mendapat award for being independent. Yeaaay, congratulation Faiz.

 

#Harike12
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional

Advertisements

Faiz akhirnya berani ke bioskop

Weekend ini kami berencana menonton film SmallFoot di bioskop. Lihat-lihat jadwal dan bioskop yang masih memutar film tersebut. Akhirnya ada juga dan kebetulan dekat sekali dengan rumah.

Rencananya memang kemarin, namun mall yang kami kunjungi sudah tidak menayangkan Small Foot. Dan dari kemarin Faiz sudah menagih-nagih untuk menonton di bioskop.

Ketika datang dan mulai antri tiket, nampaknya sudah cukup antusias. Kemudian masuk ruang teater. Ah ternyata sepanjang film Faiz cukup menikmati. Sesekali dia memeluk saya katanya mau bobo. Tapi overall Faiz bisa menikmati jalan cerita. Tertawa bersama-sama saat ada adegan lucu. Ekspresi takut atau sedih ketika ada adegan yang menegangkan.

Tidak seperti momen menonton sebelumnya, mungkin saat itu Faiz masih terlalu kecil. Ada yang di tengah film menangis. Bahkan ketika lampu teater mulai dimatikan, Faiz sudah mulai menangis.

Akhirnya, usia sekarang Faiz sudah berani dan mandiri duduk di bioskop dan menikmati film sampai selesai.

 

#Harike10
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional

Faiz yang sedang tidak semangat

Dua minggu ini saya sadari memang Faiz seperti sedang kehilangan mood untuk belajar dan mengerjakan PR Kumon. Metode Kumon memang banyak PR. Setiap hari siswa diharapkan mengerjakan PR 5-10 lembar. Mungkin memang jenuh atau sedang bosen.

Yang pada mulanya Faiz semangat belajar menulis, sempat naik turun juga. Tapi sepertinya dua minggu ini moodnya turun drastis. Saya amati karena Faiz sudah terlalu banyak diberi gadget dan main game oleh Ayahnya. Oh No!

Ya benar saja, padahal tugasnya mudah sekali bagi Faiz. Namun kadang Faiz tidak serius, dimainkan, cepat bosan, dan tidak bersemangat. Dan bisa jadi karena saya yang menemani setiap harinya, sepertinya saya yang bimbing tidak mempan.

Tadi pagi, saya minta tolong Ayahnya, untuk “bertanggung jawab” dan mendorong semangat Faiz untuk mengerjakan PR nya lagi. Alhamdulilah selesai masing-masing 1 set PR Matematika dan Bahasa Inggris. Walaupun hasilnya belum maksimal. Seperti tulisannya dikecil-kecilkan, dilengkung-lengkungkan.

Semangat lagi ya Faiz. Gadget ini memang candu secandu-candunya.

#Harike9
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional

Faiz has a Fun Trip to Taman Safari Indonesia

Wajah Faiz, sedih, tidak mau makan 😦
Sehari penuh ini Faiz pergi fun trip pertama kalinya tanpa pendamping. Saya sebagai ibunya pada mulanya cukup khawatir, mengingat Faiz sangat picky eater. Kebayang di sana pasti Faiz tidak bisa makan. Saya coba beri sarapan yang padat, kemudian tidak lupa memberinya multivitamin. Supaya Faiz bisa kuat.

 

Selama kegiatan berlangsung, Faiz senang dan sehat. Tidak ada kendala secara mental dan fisik. Tidak tantrum, nangis, atau trauma karena takut. Dan benar saja, Faiz tidak mau makan. Dan bekalnya di dalam tas ditinggal di bis. Masih sangat khawatir. Tapi saya menguatkan diri, kalau lapar pasti makan.

 

Selepas pulang, Faiz sangat senang bercerita apa saja yang Faiz lihat dan terjadi di Taman Safari.

 

Total durasi kegiatan sekitar 12 jam. Adalah waktu paling lama Faiz pergi sendiri tanpa pendamping. Faiz sudah unlocked challange dan naik tingkat kemandirian. Congratulation, Faiz. We proud of you.

 

Afni belajar di rumah selama sakit

Afni selama seminggu ini terkena cacar, wabah cacar di sekolah Afni sedang menyebar khususnya kepada siswa kelas 1. Total anak yang terjangkit sekitar 20 orang (sebagian besar dari kelas sebelah). Termasuk Afni salah satunya. Alhamdulilah karena Afni mendapat vaksin varisela, sehingga cacarnya tidak terlalu parah. Hanya ada 6-7 titik. Dan di hari ke lima sudah menghilang titiknya hanya berbekas berwarna muda. Selebihnya, Afni seperti anak yang sehat masih bisa bermain seperti sedia kala.

 

Walaupun fisiknya terlihat begitu sehat, kami masih tetap khawatir proses penularan penyakitnya masih aktif, ataupun masih ada teman-teman di sekolah Afni yang belum mendapat vaksin varisela menjadi tertular. Maka Afni tetap belajar di rumah selama 2 minggu. Seperti hitung-hitung home schooling selama dua minggu. Dan itu menjadi PR buat mamanya mengajarkan Afni pelajaran dan aktifitas sekolah ke rumah.

 

Teknisnya, guru Afni akan memberi semacam silabus berserta material dalam bentuk softcopy kepada orang tua. Kemudian kami sebagai orang tua di rumah mengajarkan dan bertindak sebagaimana seorang guru di sekolah. Walaupun suasananya berbeda, karena fokus Afni agak minim kalau di rumah. Terlebih lagi ada TV dan gadget. Jadi harus super sabar dan konsisten mengingatkan tugas-tugasnya.

 

Afni memang masih harus belajar agar bisa belajar mandiri dan ada panggilan hati. Belajar dengan ikhlas. Mamanya jangan pernah menyerah untuk mengingatkan dan juga mengajak dan tentu saja berdoa.

#Harike7
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional

Kemandirian dalam Belajar

Dalam hal life skill, Afni, anak saya yang paling besar, bisa dibilang cukup mandiri untuk usianya. Terlebih karena anak pertama dan perempuan. Sehingga tidak sulit mengajarkannya untuk belajar mandiri. Seperti mandi walaupun cukup lama dan menghabiskan stok shampoo. Memakai baju sampai dandan cantik. Membersihkan diri setelah buang air. Makan dan mencuci piring. Walaupun ritual mencuci piring masih terbilang kadang-kadang.

Afni juga cukup kuat ingatannya seperti “mama tolong masukan buku A ke dalam tas supaya besok tidak tertinggal” dan apa-apa yang disampaikan oleh gurunya di sekolah cukup amanah dilakukan. Apa yang masih harus dipupuk oleh Afni. Yaitu kemandirian saat belajar. Insyaallah pelan-pelan diperbaiki.

 

Saya memasukan Afni ke dalam kelompok les matematika dan inggris yang mengharuskan Afni mengerjakan PR setiap hari. Walaupun konsepnya menjadi hafalan karena biasa, biasa dilakukan setiap hari dengan konsep PR. Akan tetapi harapan saya Afni bisa lebih mandiri saat belajar. Dan sadar akan sesuatu yang harus ia lakukan. Membuka buku, dan mengetahui bagian mana yang harus dikerjakan. Merapikan kembali buku ke dalam rak dan tas.

 

Selain itu, saya juga ingin Afni bisa mengatur prioritas, mana yang lebih penting dan harus dilakukan. Memberikan ajakan dan pilihan. “Afni mau mengerjakan tugas sekarang atau 10 menit lagi?” “Ok, 10 menit lagi TV nya mati ya”.

 

Mudah-mudahan Afni tetap semangat dalam belajar. Terus tumbuh keingintahuannya. Bisa menjadi mastery di salah satu bidang kesukaannya.

#Harike6
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional

Pelajaran saat mengajarkan kemandirian pada anak

Saya menulis ini bukan berarti saya gagal dalam mengajarkan kemandirian untuk anakku yang kedua. Namun di sinilah kesabaran orang tua diuji. Tidak banyak orang tua yang gagal mengajarkan kemandirian kepada anaknya.
sumber gambar : solusisehatku.com

 

Setelah melewati proses pengajaran Faiz dalam memakai baju sendiri, ada beberapa yang harus saya evaluasi, diantaranya:

 

  1. Kesabaran
Tidak usah diburu-buru waktu. Anak-anak memang tidak semahir kita dalam mengerjakan sesuatu. Sabar. Sabar untuk tidak cepat membantu karena kelamaan atau salah. Biarkan anak belajar dari kesalahannya. Berikan ruang dan waktu untuk anak agar lebih tahu dan menyadari kesalahannya. Serta anak bisa menyadari bagian mana yang menjadi bottle neck (hambatan yang paling besar atau lama).

 

  1. Persistensi
Pengajaran yang dilakukan terus-menerus, berulang-ulang. Hal ini erat kaitannya dengan kesabaran. Orang tua harus sabar untuk mengulang-ulang sampai dengan bisa. Tidak mudah menyerah dan mundur. Mungkin bisa gagal suatu waktu, akan tetapi tetap bisa bangkit lagi. Tidak perlu merasa minder atau takut apabila gagal.

 

  1. Growth mindet
Hati-hati dalam memuji anak. Tidak berlebihan dan lebih objektif. Kemudian pastikan yang akan kita puji adalah prosesnya. Bukan hasilnya. Seperti “Faiz bagus hari ini celananya sudah bisa dipegang sendiri”.

 

  1. Nasihati berdasarkan pengalaman
Boleh memberikan nasihat sesuai pengalaman kita. Bukan menasihati secara searah dan mendikte.

 

Bagaimana progress saya mengajarkan Faiz, ya

masih harus terus bersabar dan belajar lagi. Tetap semangat, mama.

#Harike5
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional