Menunjukan perhatian dan sayang ketika memberi nasihat pada anak

Anak saya yang pertama termasuk orang yang sangat stick to the rule. Dia akan sangat takut apabila melakukan pelanggaran. Dan cenderung sebel apabila ada temannya yang break the rule. Sempat sewaktu TK mogok sekolah karena dia merasa “pusing” banyak teman yang tidak mengikuti aturan. ya Allah, nak.

Selain itu, mungkin karena merasa “sempurna”, terkadang dia tidak mau dikritik, atau diberitahu, atau dinasihati. Butuh waktu, kondisi, dan kata-kata yang pas. Namun, ketika saya kena sindrom PMS ya wasalam, bisa berantem juga karena bentak-bentakan kalo susah diberi tahu,

IMG_4143
Kakak Afni kalo lagi cemberut

 

 

Seperti kejadian kemarin, ada kejadian di sekolahnya. Anakku sedang berdiri di depan halaman sekolah. Dan mungkin posisinya sangat dekat dengan mobil yang lalu lalang keluar sekolah. Anakku diingatkan oleh salah satu orang tua temannya, dan dia langsung lari seperti antara malu, sedih, ingin nangis. Saya mengerti perasaannya apabila dia ditegur oleh orang lain (guru atau orang tua lain).

Ketika sampai di rumah, dan mendapat laporan seperti itu. Saya langsung tanyakan. Dan benar. Dia langsung menangis dan tidak mau mengingat kejadian itu. Saya salah, karena tidak melihat kondisi dia yang kecapean sehabis pulang sekolah. Langsung saya peluk dan minta maaf.

Keesokan harinya. Ketika kondisi badan masih segar, sehabis mandi. Weekend dan mempunyai rencana jalan-jalan. Saya coba kasih pengertian. Bahwa apabila pulang sekolah menunggu di tempat tunggu tidak di depan halaman kelas karena banyak mobil yang lewat. Bahwa kita sayang dan sangat khawatir apabila terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan. Bahwa sempat ada kejadian anak yang tertabrak ketika menunggu jemputan. Dan kita sangat khawatir. Dan kita memintanya untuk lebih hati-hati.

Dan yang terpenting tidak bosan untuk selalu mengingatkan bahwa dinasihati adalah hal yang baik. Diberitahu adalah hal yang baik. Tidak apa-apa berbuat kesalahan, dan membuat kita menjadi tahu kalau itu salah. Menjadi lebih baik adalah tujuan.

 

#hari3
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsay
#instiutibuprofesional

 

Komunikasi LDR lintas benua

Ini adalah ketiga kalinya suami saya bertugas ke benua Amerika, dua kali sebelumnya kunjungan conference ke California US. Dan sekarang ini, selama kurang lebih 16 hari ini, bertugas ke negara Kanada. Dimana perbedaan waktu sampai 12 jam. Di sini jam 8 malam di sana jam 8 pagi. Di sini bangun di sana tidur. Namun, alhamdulilah komunikasi harus jalan terus walau dengan rentang waktu yang sangat terbatas.

Waktu-waktu yang pas untuk mengobrol via video call adalah:
a. jam 7 pagi waktu Indonesia saat suami pulang kerja
b. jam 7 malam waktu Indonesia saat beliau bersiap berangkat kerja

Selebihnya, saya istirahat suami kerja, saya beraktifitas suami istirahat. Lantas dengan keterbatasan waktu tersebut jadikan kesempatan komunikasi tersebut menjadi komunikasi yang produktif. Sampaikan berita yang penting secara jelas, terutama terkait kabar anak-anak dan rumah. Tanyakan plan dan what he’s done for today. Dan tidak lupa untuk mengingatkan agar sholat (tepat waktu) dan jangan sampai tertinggal.
Screen Shot 2018-09-05 at 23.02.56
capture chat jam 5 subuh di ID dan sore di CN