Implikasi Matematika

Masih ingat pelajaran SMA jaman dulu, formula implikasi matematika. Jika P maka Q, Jika Q maka R, kesimpulannya adalah Jika P maka R. Dengan notasi matematika berikut:

P → Q

Q → R

————

P → R

Contohnya:

Jika Afni buang sampah pada tempatnya, maka lingkungan menjadi bersih

Jika lingkungan menjadi bersih, maka lingkungan bebas banjir

Kesimpulannya Jika Afni buang sampah pada tempatnya, maka lingkungan bebas banjir.

 

Kemarin kebetulan ada pelajaran tematik mengenai lingkungan sehat. Artinya matematika itu bisa diterapkan dimana saja, dalam keseharian kita. Bahkan dalam kalimat-kalimat logika yang sehari-hari kita ucapkan. Tanpa sadar.

#harike11
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

 

 

 

 

Rumus Diet

Mohon maaf postingan kali ini bukan terkait anak. Tetapi pengalaman pribadi saat berusaha menurunkan berat badan. Jadi project penurunan berat badan ini sudah berjalan 5 bulan yang lalu. Di 3 bulan pertama memang diet cukup ketat. Sekarang? Ya kadang-kadang ada cheating dikit, karena makan gorengan dan hidden karbo.

Dari dulu, rumus supaya bisa kurus ya kalori masuk harus lebih kecil (<) dari kalori keluar. Pasti seperti itu dan jangan sebaliknya. Kalau sebaliknya, kalori masuk (makan banyak dan tinggi kalori) tapi tidak mau olahraga (membakar kalori).

Jadi bagaimana caranya diet 3 bulan kemarin:

  1. Sarapan dan makan siang, dalam satu piring kira-kira porsinya seperti ini:
    • Protein (50%)
    • Karbo (kurang atau sama dengan 15%)
    • Sayur 35%
  2. Snack Time setiap jam 10 pagi dan jam 4 sore
    • Buah-buahan (kalau bisa hindari durian, mangga, nanas, semangka karena gulanya banyak)
    • Jus (bisa campur jus buah sayur atau jus buah saja, yang pasti tanpa gula ya)
  3. Makan Malam jam 7
    • Protein saja
    • Nah, malah makan buah diusahakan di bawah jam 6 sore. Karena bagaimanapun kan buah mengandung gula, yang perlu diolah oleh insulin dalam tubuh, jadi menjelang istirahat, baiknya tidak mengkonsumsi buah, begitu katanya :D)

Tidak hanya menerapkan pola makan di atas, kita juga harus aktif berolahraga rutin, kalau bisa setiap hari. Lakukan saja di rumah dengan menggunakan video atau aplikasi Tabata. Apabila sempat diselang-seling lari pagi atau sore atau pergi ke pusat kebugaran.

Hasilnya? Alhamdulilah dalam 3 bulan turun 4,5 kg. dalam 5 bulan turun 5,8 kg. Setelah 3 bulan tersebut, saya kadang cheating-cheating nih. Makan nasi (terutama kalo ada nasi kuning sebulan sekali). Kadang-kadang makan dimsum, siomay, bakso (tanpa mie) dan itu mengandung hidden carbo. Carbo yang dicampur atau diolah. Pisang goreng kalo bosan dengan pisang bakar. Kadang juga mengkomsi gula walau kadarnya sedikit seperti di ice avocado coffee yang sangaaat menggoda itu.

Kurus itu bonus, yang penting kita menjadi sehat. Jadi alhamdulilah udah 5 bulan ya ga makan udon dan per-mie-an lainnya. Sekarang kalo lihat mie menumpuk rasanya perut penuuuh. Hehe :))

 

#harike8
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Aktifitas Outdoor untuk keluarga

Update post dari aktifitas lari kami kemarin di Senayan. Ini merupakan salah satu project-nya Ifnu Bima untuk lebih memperbanyak kegiatan outdoor terutama ketika weekend dan hari libur. Kami berusaha untuk meminimalisir kunjungan ke mall ketika libur (walau agak susah ya, setidaknya buat cari makan :p), atau salah satu usaha kami juga untuk mengurangi nonton dan main gadget di dalam rumah. Karena secara basic, kegiatan motorik dan outdoor itu dibutuhkan untuk anak-anak, yang mana sekarang ini susah dilakukan terutama anak-anak kota (tsaaahh).

Kami lumayan cukup effort dalam menyiapkan “pendukungnya”. Seperti, Ifnu Bima memasang bike carrier di belakang mobil, membelikan sepeda untuk kami, kemudian memasang boncengan (baby carrier di belakang sepeda), juga scooter untuk anak-anak.

Beberapa kegiatan dan tempat yang sempat kami kunjungi, di antaranya:

  • kebun raya bogor, menyusuri trotoar maupun bagian dalam kebun raya bogor sangat menyenangkan, tantangannya: terdapat bagian trotoar yang menyempit dan mepet sekali dengan jalan raya yang cukup ramai, banyak angkot berhenti. sedangkan tantangan di dalam kebun raya yaitu jalannya yang naik turun, cukup membuat betis kita membengkak ya. hehe.
  • Scientia Square Park, ini merupakan tempat favorit kami, namun tiket masuknya lumayan mahal padahal hanya untuk menikmati tempatnya saja (tanpa atraksi) yaitu 50.000 rupiah. Kalau ingin masuk atraksi seperti trampoline, menanam padi, naik kuda harus bayar terpisah.
  • Dadaha dan Taman Kota Tasikmalaya, sengaja kami mudik sambil membawa sepeda. Bersepeda di Tasik menyenangkan, walaupun saat puasa juga. Mobil-mobil masih terbilang selow jalannya dan kooperatif terhadap pengendara sepeda, anginnya lumayan sepoi-sepoi walau di bawah terik matahari, bisa istirahat di bawah pohon rindang sudah terasa adem sekali.

Sukses ASI, ASIX, ASIP

 

Serba serbi ASI dan menyusui sekarang ini sering menjadi topik hangat di kalangan ibu-ibu, calon ibu, terutama ibu yang baru melahirkan anak pertama. Pada posting kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya ketika memberikan ASI kepada kedua anak saya.

Pengalaman anak pertama

Pada si Kakak, lama pemberian ASI baik menyusui secara langsung maupun ASI perah hanya sampai usia Kakak 15 bulan (1 tahun 3 bulan). Saat itu saya keburu hamil anak kedua, beberapa dokter bahkan menganjurkan untuk terus memberikan ASI pada Kakak, namun ada pendapat orang tua yang konon ASI nya udah ga enak, kasian sama si Adik di dalam perut. Sebetulnya saya lebih condong pendapat dokter, namun saat itu kondisi saya sering kontraksi ketika memberikan ASI maupun ketika memompanya. Terlebih karena saat itu saya masih bekerja (dengan catatan banyak waktu di luar rumah), dan si Kakak memang sudah sering kambuh bingung putingnya akhirnya dengan sangat menyesal saya menghentikan pemberian ASI saya.

Ketika belajar menyusui, saya mengucapkan terima kasih banyak kepada tim klinik laktasi Eka Hospital BSD. Sungguh ilmu yang sangat berharga. Dimana saat itu saya sangat buta mengenai teknik dan tata cara menyusui maupun memerah ASI serta kondisi orang tua saya, yang sewaktu saya kecil tidak memberikan ASI karena kurangnya pengetahuan beliau terhadap ASI.

Berdasarkan pengalaman melahirkan pertama di Eka Hospital BSD, saya mendapat penyuluhan mengenai menyusui, antara lain:

  1. ketika saya masih dalam masa rawat inap melahirkan, terdapat dokter (tim laktasi) yang langsung mendatangi kita di kamar dan praktek bagaimana teknik menyusui yang tepat
  2. mendapatkan free konsultasi menyusui setelah melahirkan dan tim laktasi memantau progress pemberian ASI kepada bayi.
  3. apabila masih kesulitan, dilatih untuk praktek lagi, karena jujur saja saya buta sekali mengenai teknik menyusui. teknik yang salah akan mengakibatkan sakit / lecetnya puting di payudara.

Pengalaman anak kedua

Pengalaman kedua jauh lebih lancar. ASI langsung keluar saat setelah melahirkan. Bahkan alhamdulilah rezeki dari Allah, ASI saya lumayan berlebih. Ketika saatnya menyusui si Adik, saya harus memompa terlebih dahulu karena ASI yang keluar terlalu deras dan membuat si Adik tersedak. Berikut adalah foto stok ASI satu bulan sebelum saya kembali masuk kerja setelah lahiran Adik. Dan ini kebanyakan dari ASI yang dipompa karena terlalu penuh dan deras.

Alhamdulilah rezeki Allah SWT, sampai saat Adik usia empat bulan saya mendonorkan satu kulkas ASI kepada sahabat saya. Dan sampai saat tulisan ini diposting usia si Adik 26 bulan (2 tahun 2 bulan), saya masih aktif menyusui dan kadang merasa LDR (Let Down Reflect) merembes ke baju. Insyaallah saya berencana akan menyapih si Adik di usia Adik 2 tahun 6 bulan. Bismilah mudah-mudahan bisa melepas Adik dengan penuh cinta.

10678653_10152444322157950_3464006564812090671_n

 

Peralatan dan Tips memompa ASI

Banyak teman yang bertanya pake pompa ASI apa, atau harus makan apa supaya ASI keluar deras? Untuk soal makanan, saya tidak diet khusus untuk makan jenis tertentu ketika menyusui. Akan tetapi, ketika hamil si Adik, bb bayi terlalu besar padahal kenaikan bb ibu kecil (lebih kecil daripada kehamilan si Kakak). Saya diminta untuk diet ketat oleh dokter supaya kenaikan bb si Adik bisa terjaga. Dan konon ada penelitian yang menjaga pola makan sehat semasa kehamilan akan meningkatkan produksi ASI ketika masa menyusui.

Beberapa menu diet ketika kehamilan si Adik antara lain:

  • Pk 07.00 sarapan roti gandum dan selai strawberry tropikana slim
  • Pk 10.00 cemilan puding / bubur kacang ijo / kacang edamame
  • Pk 12.00 makan siang protein, sayur, dan karbo kompleks
  • Pk 15.00 cemilan jus buah / puding
  • Pk 19.00 makan malam sedikit karbo, protein,dan sayur

menunya seperti menu diet orang normal, karena cenderung gejala diabetes yang disebabkan oleh kehamilan, saya juga diminta mengganti susu hamil menjadi susu diabetasol. Dilarang makan banyak gula, seperti roti-roti dari breadtalk, donut, dan minuman manis lainnya.

Merk Pompa ASI

banyak juga yang bertanya pake pompa ASI apa? Saya memakai pompa ASI Philips Avent versi lama. saya beli yang electric tetapi diberi tuas manualnya. Dan kebanyakan saya memakai tuas manualnya. Karena lebih fleksibel kita menentukan frekuensi kecepatan pompa, kemudian tidak tergantung pada colokan listrik maupun baterai.

Pompa Avent Single Electric ini memiliki keunggulan bisa merekam ritme pompa manual. Jadi cara kerjanya kita setting terlebih dahulu ritme pompanya (secara manual) oleh tangan. Maka secara otomatis pompa akan mengikuti irama / ritme gerakan tersebut. Akan tetapi pengalaman saya, tarikan pompanya tidak begitu kencang apabila memakai fitur electricnya. Sehingga saya lebih sering menggunakan yang manual.

Kekurangan dari pompa Philips Avent ini adalah compartment nya yang banyak. Banyak bgt printilanya. Banyak yang harus dipasang dan dicuci. Tapi untuk kenyamanan dan hasilnya juara.

philips_avent__27414_zoom

gambar diambil dari http://www.fontanapharmacy.com/

 

Tindakan lasik

Pada tanggal 10 Agustus 2011, hari rabu, akhirnya saya melakukan lasik, waktu itu bulan puasa, alhamdulilah suami saya bisa ikut menemani. Mandi pagi dan jangan memakai makeup apalagi di sekitaran mata.

Saya datang pukul 9.30. kemudian menuju ruang ganti untuk memakai kostum operasi (warna PINK). Deg2an seperti mau ujian akhir atau interview kerja, halah. Dokternya telat datang, karena melakukan operasi katarak dulu.

Setiba saya datang, ada 1 pasien yang sudah operasi dengan dokter lain. Ada 2 org pasien lain yang akan sama dioperasi oleh prof Istiantoro. Dokter datang, dan saya menjadi urutan pertama.

Tahap pertama dilakukan pemotongan kornea untuk pembuatan flap. mata dipasang penyangga dan alat pemotong mendekati mata sampai hitam tak terlihat apa-apa.

Setelah selesai, dilakukan penyinaran pada alat yang berbeda.

Total waktu tindakan sekitar 30 menit. Untuk pulang, kita diberi obat tetes mata cenfresh dan tobadrex.

Setelah keluar dari ruang operasi, mata masih buram, kemudian lama-lama kepala pusing dan cekot2 panas rasanya di mata. Karena sudah merasa tidak kuat, saya membatalkan puasa saya, dan langsung menyantap roti, dan obat ponstan. alhamdulilah setelah makan ponstan menjadi baikan, tidak nyut2an lagi dan penglihatan menjadi membaik.

oiya mata saya juga mengalami conjungtifitis atau memar dalam mata (merah tapi tidak sakit sama sekali), karena pas dilakukan tindakan mata saya gerak2. kata dokter akan sembuh selama 1-2 minggu dengen sendirinya, alhamdulilah sembuh juga dan hilang.

besoknya saya melakukan pemerikasaan lagi, dr menyatakan flap terpasang bagus, dan sudah boleh mandi sampai kepala. tp masih hati2 dan memilih untuk menunggu dulu utk terkena air.

seminggu kemudian saya check up kembali. kondisi flap sudah bagus. namun utk mnius saya rasa masih bersisa sekitar 0,5 sampai 0,75. tp dokter masih menyatakan habis, aneh juga. kadang saya merasa lebih terasa jelas apabila setelah diberi tetes mata cenfresh.

sekarang sudah hampir 2 bulan saya lasik, kondisi mata bagus, memang terkadang tulisan yg kecil sekali tidak terlihat, tapi utk kondisi mata alhamdulilah bagus tidak kering ataupun perih.

Sedikit teori tentang tehnik lasik:

Sebetulnya lasik pada dasarnya adalah “mengukir” kornea mata kita agar dibentuk seperti lensa yang mempunyai titik fokus tertentu agar bayangan bisa jatuh tepat di retina. Kornea yang tersisa adalah flap itu. sedangkan yang dilaser adalah kornea yang diukir utk membentuk lensa.

Lasik bisa dilakukan pada maksimal minus 14, apabila lebih dari itu ada 2 alternatif:

1. tanam lensa: menambah lensa buatan yang di pasang di antara lensa yang sebenernya dan kornea

2. mengganti lensa asli dengan lensa buatan (RLE), operasi ini mirip dengan katarak (mengganti lensa), tetapi ada kekurangan yaitu lensa mata yg buatan tidak mempunyai daya akomodasi (kembung kempis lensa). sehingga untuk penglihatan (jarak dekat)nya masih harus dibantu menggunakan kacamata plus.

Diagnosis Lasik

Hari sabtu tanggal 9 Juli 2011, saya akhirnya melakukan pemeriksaan di iCare lasik. Saat itu saya baru lepas softlens 2 hari.

Pertama saya daftar ke receptionist, kemudian dijelaskan mengenai tehnik, presedur, pre test yang akan dilakukan, sampai resiko-resiko yang muncul setelah menjalani lasik.

Sebelum bertemu dengan dokter, saya melakukan pemeriksaan awal lasik, tidak lupa sebelum itu kita harus lunas dulu membayar fee pemeriksaan lasik. rangkaian pemeriksaan terdiri dari:

  • pemeriksaan minus/plus mata melalui komputer (kita melihat suatu benda pada layar untuk mengidentifikasi besar kelainan refraksi mata)
  • setelah mendapat ukuran, kemudian kita dibantu kacamata dengan lensa yang sesuai dan menyebutkan angka-angka yang di depan layar sejauh 3 meter. 2 poin tersebut untuk memeriksa ukuran kelainan refraksi mata kita.
  • mengukur kornea, alatnya seperti melihat benda-benda yang biru berputar.
  • dan sama mengenai kornea, kita diberi tetes mata kemudian ada benda seperti stetoskop namun diletakan di kornea mata kita.

Setelah itu saya bertemu dengan dokternya, namanya dr Sophia. Hasil diagnosis beliau menyatakan bahwa setelah lasik mata saya masih akan bersisa minusnya 3-5. Waks. Otomatis saya langsung kaget dan down, masa iya udah habis uang yang tidak sedikit tapi masih harus pakai kacamata.

Dua minggu kemudian saya datang kembali ke icare, untuk memastikan lagi hasil diagnosisnya karena saat kedatangan pertama saya baru copot softlens 3 hari. Hasil diagnosis tidak mengalami perubahan, tetap dengan pernyataan yang sama.

Kemudian, saya langsung mencari second opinion. Kemudian saya memutuskan untuk menghubungi Jakarta Eye Center, dan membuat appointment dengan prof Istiantoro, dari pertama telpon saya mendapat urutan 3 minggu yang akan datang, wah lama juga. tapi tidak apa-apa. Sampai tanggal yang ditentukan datang (1 Agustus 2011), saya melakukan tes diagnosis seperti yang dilakukan di iCare, Hasil pengalamanku sih peralatan check up mata lebih baru dan bagus di iCare.

Prof Istiantoro menyatakan minus mata saya bisa habis, dan segera bisa dilakukan tindakan lasik, tapi mungkin karena sibuk dan banyak pasien yang mengantri, si Prof menjelaskan agak terburu2 dan tegas. tapi tidak masalah yang penting dari hasil diagnosisnya mata saya bisa sembuh.

Sebetulnya saya masih bertanya2 juga, kok di iCare menyatakan akan bersisa dan tinggi pula sisanya, apakah perbedaan dari alatnya, ataukah dokternya karena kurang berani ambil resiko. Dari informasi yang saya dapat itu membutuhkan sekitar 16 mikron tebal kornea untuk menghilangkan 1 minus.

Mata minus

Sebetulnya sama sekali tidak menyangka, dalam kurun waktu 2 tahun saya menjalani 2x operasi, pertama operasi tulang tangan, karena patah. dan kedua yaitu operasi mata lasik.

Cita-cita untuk menjalani lasik ini udah lumayan lama, tapi baru sekarang ini kesampaian, alhamdulilah ada kesempatan dan rezeki :). Utamanya terima kasih untuk suami saya yang sudah sangat men-support saya.

Riwayat minus saya mulai dari kelas 3 SD. waktu itu saya mulai merasa terganggu penglihatannya ketika bangku sekolah mulai di-rolling dari depan sampai belakang. Kemudian ketika di rumah saya selalu melihat TV dari jarak dekat < 1m.

Karena rasa aneh dan penasaran, akhirnya ibu saya membawa saya ke rumah sakit umum di tasik. 17 tahun yang lalu rumah sakit di sana belum mempunyai komputer pendeteksi minus/plus mata (padahal sekarang ini setiap optik di mall mempunyai alat itu), jadi pengujiannya langsung tes refractive dengan melihat angka/huruf dari jarak 3 meter dari mulai huruf besar sampai paling kecil.

Untuk lebih meyakinkan, akhirnya sang dokter merekomendasikan untuk melakukan pemerikasaan di klinik miliknya, karena peralatannya sudah lebih canggih. dari hasil pemeriksaan dilihat saya pada saat kelas 3 SD itu (umur 8 tahun) minus 4 dan silinder 2 untuk mata kiri dan minus 6 silinder 1 untuk mata kanan.

Kemudian berjalannya waktu,saya juga menyadari pemeriksaan rutin dan perawatan saya yang kurang, minus saya terus bertambah hingga 9 dan 10 untuk masing-masing mata. sampai pada kuliah tingkat 3 ketika umur saya 20-21 tahun, saya memutuskan untuk mencoba memakai softlens, yang berjalan sampai pada h-20 sebelum lasik.

Informasi: softlens yang bagus dan cocok untuk minus besar adalah soft soft vue II. per box isi 6 untuk pemakaian 6 bulan (1 lens per bulan) harganya 180.000/box.

Sampai pada saat saya dan suami memutuskan untuk menjalani lasik, saya mulai lepas softlens dan berkacamata botol setiap saat. Kemudian saya browsing-browsing mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai tempat lasik. Pilihannya ada di icare lasik dan JEC (Jakarta Eye Center), saya masih membanding-bandingkan berdasarkan profile di masing-masing website.

Saya juga sempat tanya-tanya ke RS Mata Aini (yang ternyata tidak menangani masalah Lasik, dan mendapat rujukan ke Lasik-Center di Tendean Jakarta Selatan), RS Pondok Indah, dan Klinik Mata Nusantara.

Dari hasil riset, mengenai informasi dan harga tentunya, RS Pondok Indah termasuk murah tp saya tidak tahu apakah pemotongan korneanya sudah pake laser atau belum.

Antara JEC, KMN, dan iCare. iCare paling murah kemudian JEC dan terakhir KMN. Akhirnya tanpa sepengetahuan saya, saya didaftarkan untuk mencoba cek di iCare.