Leadership Passage Part 2: Leading Others and Up

Setelah pembahasan leadership bagian pertama, saatnya masuk bagian bagaimana menjadi seorang leader bagi orang lain, baik tim dan keluarga. Salah satu tokoh leadership yang pernah kami wawancarai, yakni Pak Subhi, beliau adalah seorang leader di suatu konsultan akuntasi, menyatakan bahwa semakin tinggi jenjang karir seseorang, seiring dengan semakin berat tanggung jawabnya baik secara personal maupun profesional.

Dalam kehidupan personal, ditandai dengan memenuhi peranan dan tanggung jawab sebagai seorang suami/istri, ayah/ibu, dan anak; dan di saat yang sama, di tempat bekerja dituntut untuk mampu bertanggung jawab secara baik kepada stakeholders (atasan, bawahan, rekan kerja, klien) yang jumlahnya semakin banyak.

Jenjang karir yang semakin tinggi ke atas tidak hanya membawa peran dan tanggung jawab yang lebih banyak, tetapi juga tantangan yang lebih besar. Jika di awal masa kerja, tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana mengelola suatu pekerjaan atau proyek tertentu (managing project), maka seiring dengan meningkatnya jenjang karir, tantangan utama yang dihadapi bergeser menjadi bagaimana mengelola orang lain (managing people).

Tantangan yang berbeda tentunya harus dihadapi dengan skill dan kemampuan yang berbeda pula. Berbeda dengan ketika menghadapi tantangan mengelola suatu pekerjaan yang lebih banyak membutuhkan hard/job skills, seperti kemampuan dan pengetahuan teknis tentang bagaimana pekerjaan tersebut dapat dilakukan dengan baik dan benar, tantangan dalam mengelola orang (managing people) lebih banyak membutuhkan soft skills seperti kemampuan berkomunikasi dan keahlian interpersonal. 

Tantangan yang muncul menjadi semakin kompleks ketika jenjang karir terus meningkat ke atas. Pada posisi yang lebih tinggi, tidak saja tantangan dalam mengelola orang yang harus dihadapi, tetapi juga tantangan dalam mengelola konflik (managing conflicts).

Posisi yang lebih strategis umumnya juga akan menempatkan seorang pemimpin dalam interaksi yang lebih intensif dengan pihak eksternal (dalam hal ini klien), dan sering kali menuntut pemimpin untuk mampu menyeimbangkan pemenuhan kebutuhan klien dan pencapaian tujuan perusahaan (managing clients). Benturan kepentingan antar pihak, baik internal maupun eksternal akan semakin sering terjadi, dan seorang pemimpin harus mampu memandang kondisi tersebut sebagai hal yang bersifat konstruktif.

leadership-mountain-climbing
Lead by Example source : lifeatwalsh.com

Beberapa tips yang telah Pak Subhi sharing kepada kami, bagaimana menjadi seorang leader dalam menjalankan managing people, antara lain:

  • passing knowledge

Menurut Pak Subhi, kepemimpinan (leadership) adalah tentang bagaimana meneruskan ilmu dan pengetahuan kepada orang lain yang berada di bawahnya (passing the knowledge). Subianto masih ingat betul bagaimana dulu sebagai pendatang baru di dalam tim nya, ia mendapat begitu banyak bimbingan dan arahan dari para senior serta manajer yang membuatnya seperti saat ini. Pada akhirnya, di posisi sebagai seorang pemimpin kini, Subianto merasa bahwa memberi bimbingan dan arahan seperti apa yang pernah ia dapatkan dulu menjadi tanggung jawabnya pula untuk diteruskan kepada bawahannya, sembari memastikan bahwa ilmu dan pengalaman yang ia miliki dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

  • holding hands and nurturing

Pak Subhi menyatakan bahwa selalu ada pengalaman pertama untuk setiap hal yang kita lakukan. Bercermin pada apa yang pernah dialaminya dulu, ia sangat memahami bahwa setiap anak buahnya yang melakukan segala sesuatu untuk pertama kali, perlu mendapat arahan dan bimbingan terlebih dahulu. Menurutnya, dibutuhkan kesabaran, ketekunan, serta kemauan yang kuat untuk mendidik orang yang berada di bawah kita, sebelum akhirnya kita meletakkan ekspektasi tertentu kepada orang tersebut.

  • inspiration for others

Bagi Pak Subhi, tidak ada sosok khusus yang menjadi panutan untuk menjadi seorang pemimpin. Ia menggali banyak pelajaran berharga dari pengalaman pribadi yang didapatkan seiring perjalanananya dalam meniti karir. Prinsipnya yang selalu dipegang teguh adalah selalu menghargai setiap pekerjaan, sekecil apapun itu, dan menjalaninya dengan sungguh-sungguh. Ia percaya setiap bentuk pekerjaan memiliki insight tertentu yang pasti akan bermanfaat suatu saat. Setelah kini ia menjadi sosok seorang pemimpin, nilai-nilai tersebut yang selalu ia tularkan kepada orang yang berada di bawahnya. Selain melalui pengalaman pribadi, hal lain yang menginspirasi Subianto dalam menjadi seorang pemimpin didapatkan dari beberapa buku ternama seperti “Good to be Great” (Jim Collins) dan “7 Habits of Highly Effective People” (Stephen Covey).

credit thanks to Giovani, Ika, Imam, Fajar, Erico.

Membedakan pemeriksaan hematologi DBD dan Typus pada anak 

Ketika anak mulai demam, pertolongan pertama yang dilakukan Ibu di rumah adalah membuat anak merasa nyaman, apabila masih tidak menolak makan berikan sup ayam hangat dan baju yang lembut menyerap keringat serta tidak menutup badannya dengan baju yang tebal. Berikan parasetamol untuk membantu meringankan suhu tubuh dan membuat anak nyaman.

 

Memantau suhu anak selama tiga hari dan apabila tidak kunjung turun (suhu normal 36 derajat celcius), saatnya Ibu untuk membawanya ke dokter. Biasanya dokter akan merekomendasikan untuk segera cek kondisi darah (tes hematologi).

 

Pada posting kali ini, sering kali dokter maupun kita sebagai orang tau terkecoh dengan ambiguitas turunnya angka trombosit yang sering dicurigai sebagai demam berdarah. Sehingga butuh analisa khusus dari faktor komposisi hematologi lainnya seperti  hemoglobin, hematrokit, dan leukosit.

 

ciri khas yang terjadi pada DBD adalah grafik penurunan tromobosit yang disertai dengan meningkatnya kekentalan darah (hematrokit) dan hemoglobin dan penurunan komposisi leukosit. grafik yang bisa dipantau juga dari suhu tubuh pasien, dimana demam tinggi akan terjadi hingga hari ke-4 dan di hari ke-5-7 demam turun (selalu disertai trombosit turun) yang artinya ini adalah masa kritis dari DBD. Kemudian demam akan berangsur stabil (turun / normal) disertai dengan meningkatnya trombosit.

 

sedikit berbeda dengan typus, memang tidak semua disertai dengan menurunnya trombosit, namun grafik demam akan terus naik. Apabila trombosit turun, lihat komposisi hemoglobin (dan hematrokit) biasanya akan tetap dikondisi normal (tidak meningkat) dan komposisi leukosit juga normal. Untuk memastikan terjangkit bakteri typus (salmonella thypi), dilakukan tes serologi IgM Salmonella Thypi pada hari ke-5 demam. Oleh karena itu pemantauan terhadap cek darah sangat diperlukan untuk mendapatkan diagnosa yang tepat.

 

Contoh hasil cek darah typus.
Screen Shot 2016-02-11 at 16.27.11

Pendaftaran dan Test Masuk MMUI

Pendaftaran

Setelah resign kerja dari Astra, saya memutuskan untuk kuliah, saat itu masih bingung apakah melanjutkan di bidang IT atau malah cross function ke MM (dengan peminatan keuangan atau pemasaran). Akhirnya setelah diskusi dengan suami, saya memilih MM Pemasaran.
Pendaftaran S2 UI hanya dibuka di halaman UI melalui jalur simak  Untuk kuliah September terdiri dari dua gelombang (April untuk gelombang pertama dan Juni untuk Gelombang kedua), sedangkan untuk perkuliahan Februari berada di bulan Oktober.
Pendaftaran mengikuti prosedur pada SIMAK, beberapa yang perlu disiapkan adalah copy scan ijazah dan transkrip S1 yang nantinya akan diverifikasi saat melakukan pendaftaran ulang. Biaya perdaftaran adalah Rp 750.000,00.
 Setelah semua administrasi pendaftaran selesai, begitu pula dengan proses pembayarannya, maka kartu peserta ujian sudah bisa dicetak.
Screen Shot 2015-08-24 at 19.29.30

Test

Hal-hal kecil yang baiknya dipersiapkan menjelang test adalah:
1. melakukan survey lokasi pada hari sebelumnya, jangan sampai tidak survey karena ujian di mulai sangat pagi PK 07.00.
2. lebih baik diantar dan drop atau menggunakan kendaraan umum karena cukup macet dan parkiran terbatas, takutnya menghabiskan waktu untuk mencari parkiran.
Sedangkan materi ujiannya yaitu:
1. TPA yang menggunakan sistem minus
2. English test mirror woeful ITP namun tidak ada listening section.

 

Terus terang dalam mempersiapkan tes masuk UI ini saya sempatkan dulu untuk latihan soal melalui buku-buku TPA yang dijual di toko buku. Serta latihan soal Toefl. Pastikan mengenali jenis dan tipe soal karena apabila sudah kenal atau pernah mengerjakan, tidak akan kaget dan sudah terbiasa.

 

Test tahap ke-dua yaitu wawancara, dan merupakan test lanjutan. Artinya apabila tidak lolos tes tulis, maka tidak akan lanjut ke tahap test wawancara. Saya agak sedikit kurang persiapan karena awalnya saya mengira akan dijadwalkan mendekati pengunguman hasil tes. Tetapi ternyata diumumkan sekitar 1-2 minggu setelah test tulis. Diinfokan melalui SMS. Hal-hal yang harus dipersiapkan:
1. essay mengenai motivasi kuliah di MM UI. (isinya saat itu hanya 2-3 lembar dan menulis apa saja yang mendorong kita untuk mengambil kuliah di MM UI).
2. surat rekomendasi, bisa dari atasan, maupun dosen sewaktu S1. Karena saya statusnya saat itu sudah tidak bekerja, tetapi alhamdulilah saya mempunyai atasan-atasan yang sangat baik saat masih kerja dulu, akhirnya bisa juga.
3. Ijazah dan transkrip
(note selebihnya bisa dilihat di SIMAK UI

 

Lulus dan Daftar Ulang

Pengunguman kelulusan dilihat di website SIMAK. Setelah itu kita diberi tenggat waktu untuk melakukan pembayaran. Biaya perkuliahan di UI bisa dilihat juga di link biaya ini.
Kegiatan saat daftar ulang ini pada intinya antara lain:
1. verifikasi dokumen ijazah dan bukti pembayaran
2. mengukur jaket almamater
3. mendapat kartu mahasiswa, username dan password untuk mengakses  Sistem Informasi Akademik.
Skein sharing pertama mengenai pendaftaran kuliah di MM UI. Mudah-mudahan bisa lancar, ilmunya bermanfaat dan lulus dengan cemerlang, amin.

Hamil di Singapura

Posting kali ini saya akan berbagi info, bagaimana checkup kehamilan di Singapura. Seperti pada postingan sebelumnya, saya melakukan check-up kehamilan di The Tow Yung Clinic dengan Dokter Tracey Lim.

Pada kedatangan pertama di usia kandungan 6 minggu dilakukan USG transvaginal (kalau tidak salah sampai pada usia kandungan ke 8/9). Kedatangan pertama ini bayar sekitar 280 sgd ($150 untuk biaya dokter, $100 untuk biaya USG, $30 untuk obat-obatan).

Selanjutnya, di pertemuan kedua saya langsung diberi penawaran package biaya dokter plus usg sampai pada saat melahirkan (ini DILUAR biaya cek darah, first trimester scan, fetal anomali scan, dan vitamin) dan BUKAN biaya dokter saat membantu proses melahirkan. Package itu sebesar $1000, sehingga di pertemuan kedua dan berikutnya saya hanya membayar biaya vitamin dan pengobatan di luar reguler.

Setiap kedatangan kita pasti diperiksa berat badan, tekanan darah, dan kandungan urine. Semuanya ditulis dalam record book kita.

Vitamin yang biasa diberikan:
1. Pada trimester pertama : hormon estrogen dan folic acid
2. Pada trimester kedua : multi vitamin, minyak ikan, dan calcium

Scan dan Tes yang dilakukan/dianjurkan:
1. Pada trimester pertama :
a.) down syndrome test
Test ini sifatnya optional/ga wajib, dilakukan 2 tahap : pertama usg dengan melihat tulang leher belakang dan kedua periksa melalui darah. Apabila ada indikasi kemungkinan akan dilakukan tes lanjutan dengan mengambil sample cairan amniotic / ketuban kita.
Di Indonesia tes ini jarang sekali dilakukan, karena apabila memang terdeteksi, di luar negeri hal ini lumrah apabila ingin men-terminate kehamilan, sedangkan di Indonesia masih ada larangan dan tidak sesuai dengan budaya kita.
Biaya scan ini kurang lebih $300 untuk kedua jenis tes(darah dan usg). Dan sayapun tidak mengambil tes ini. 😀
b.) Antenatal test
Ini merupakan cek darah semasa kehamilan, sample darah kita akan dites di lab untuk diketahui kandungan antibodi rubella, hepatitis, kemudian untuk dicek apakah mengandung torch (tokso), pengecekan gula darah, protein, hemoglobin, dll. Harga tes ini sekitar $240.

2. Pada trimester kedua:
– Fetal Anomaly Scan
Tes ini bertujuan untuk memeriksa kelengkapan fisik janin. Bagian tubuh janin yang dilihat dari mulai morfologi secara fisik seperti jumlah jari kaki tangan kanan dan kiri, bibir tidak ada sumbing, kelamin. Selain itu dicek juga beberapa organ dalam dari mulai otak (apakah ada cairan berlebih atau tidak), tulang tengkorak, jantung diperiksa apakah biliknya 4 begitu pula aliran darah dan oksigennya, ginjal apakah sudah menghasilkan urine. Harga tes ini sekitar $150.

Pada usia kandungan aku yang ke 22 minggu, saya harus back for good ke Indonesia, karena suami saya mendapat tawaran kerja di Jakarta.
FYI, saya sudah bayar package ke doctor, karena perpindahan package yang sudah saya bayar bisa di-refund dan dihitung ala carte (satuan), lumayan sisa uang dikembalikan. Saya juga mendapat medical transfer report dari doctor Tracey sebagai record history kehamilan saya selama check up dengan beliau :).

Oiya, di masa morning sick session, saya sempat flu berat, badan demam disertai meler dan batuk. Sulit sekali mendapat asupan makanan. Waktu itu saya langsung menemui dokter dan dikasi injeksi/infus asupan sari makanan, cairan, dan beberapa vitamin. Biaya injeksi lumayan mahal juga yaitu sebesar $380 :(. Tapi alhamdulilah 1-2 hari saya merasa baikan :).

I’m officially conceive

Saya masih ingat apabila melihat beberapa posting di timeline facebook saya.

  • tanggal 17 December saya jalan-jalan mendaki bukit di Henderson ke Mount Fiber.
  • tanggal 27 December saya juga jalan dengan intensitas yang cukup panjang ke Sentosa (Palawan Beach)
  • tanggal 29 December bahkan saya lari pagi dari rumah (Zion Rd) menelusuri Clarke Quay, Boat Quay, sampai ke Esplanade (Marina) dan sempat saya post rute petanya di facebook.
  • Dan beberapa lagi aktifitas yang lumayan menggunakan fisik. Dan sama sekali saya belum menyadari bahwa saya mengandung.

Kebetulan, jadwal menstruasi saya yang tidak begitu teratur. Bahkan yang terkahir ini hanya tiga hari durasinya. Sampai akhirnya apabila dihitung dari tanggal terakhir itu, menurut catatan saya, sudah 16 hari telat. Dengan berdebar, saya research mengenai ciri-ciri kehamilan dan korelasinya dengan yang saya alami:

  • Agak mual (saya sempat mengira ini masuk angin, solusi dikerokin; sempat juga mengira maag saya kambuh, sayapun minum promag)
  • Dada yang sakit dan keras percis seperti menjelang haid
  • Mood yang cepat berubah
  • Pusing

Karena terus menerus hanya menduga-duga, pada tanggal 2 Januari kemarin saya membeli testpack konvensional, dan treng treng ternyata hasilnya positif (dua garis). Karena masih tidak percaya, saya coba test menggunakan testpack digital dan hasilnya tetap positif.

Dari hasil test digital, diketahui umur kehamilan sudah lebih dari 5 minggu. Segera setelah itu saya research untuk mencari dokter yang recomended di Singapore, utamanya saya ingin diperiksa oleh dokter wanita.

Sayapun mendapat link ini, forum theurbanmama yang diposting oleh Mba Ninit. Pada tanggal 4 Januari hari Rabu kemarin akhirnya saya menemui dokter Tracey Lim di The Tow Yung Clinic, Tanglin Road. Sesuai dengan pendapat Mba Ninit, dr. Tracey orangnya ramah dan cantik. Banyak juga pasien orang Indonesia di sana :).

Untuk pemeriksaan awal, saya diberi booklet yang ditulis sendiri oleh dr.Tracey umumnya tentang do dan don’t selama kehamilan. Saya juga langsung diperiksa Ultrasound scan untuk early pregnancy. Umur janin baru 6 minggu dengan panjang masih 2,2mm, detak jantung sudah bisa terdengar, Subhanallah. Dan perkiraan melahirkan pada akhir Agustus atau awal September 2012.

Trip Sg – KL – Aceh dan Snorkeling di Pulau Weh

Siapa yang sangka saya telah mengunjungi pulau yang berada di paling barat Indonesia? Dan ternyata di sana terdapat pusat pelatihan Diving Indonesia.

Bulan November ini memang ada dua sahabat saya menikah, yang satu di Jakarta dan satu lagi di Aceh. Awalnya saya berencana untuk datang ke Jakarta sekaligus juga untuk mengunjungi dokter di JEC (karena sudah 3 bulan dari operasi lasik). Tapi dengan begitu mendadak, suami saya memutuskan memilih ke Aceh. Pertama, kami berdua belum sama sekali menginjak pulau Sumatera, kedua temen-temen kuliah pasti tidak akan ada yang akan berangkat ke sana, jadi bisa diitung sebagai perwakilan juga.

Survei tiket dan penginapan, ternyata tidak ada direct flight ke Aceh, sehingga kami harus transit dan lanjut di Kuala Lumpur Malaysia. Akhirnya kami memutuskan untuk singgah di KL, menggunakan bis dari Singapore.

Ada banyak pilihan coach / bis dari singapore ke Malaysia bisa dilihat listnya di sini cukup lengkap dengan jadwal, tipe/kelas, dan harga. Sedangkan yang kemarin saya book adalah bis dari Konsortium dengan jadwal keberangkatan paling malam (10.30 waktu singapore).

Sampai di KL pukul 4.00. Suasananya cukup ‘menyeramkan’ hampir mirip seperti Jakarta (tapi karena merasa ini bukan ‘rumah’ sendiri, rasanya lebih mencekam) misalnya banyak sekali calo/supir taksi yang mengerubuti ketika turun dari bis. Untungnya ada 7eleven dan KFC, sehingga kami bisa ‘bersembunyi’ sementara sebelum sodara kami datang menjemput.

Istirahat, jalan-jalan sebentar dan ‘cuma’ foto-foto di depan menara kembar petronas KLCC, dan kamipun harus mengejar pesawat ke Aceh. Kesan pertama saya di Malaysia (khususnya KL) tidak terlalu membuat saya excited, MRT monorail, masih bagus Singapore, selainnya tidak ada yang beda seperti Jakarta, masih tetap macet.

Sampai di Aceh pukul 5.00 sore, di hotel Lading (yang berada di pusat kota dan tidak jauh dari Mesjid Baitorrahman). Tidak sengaja ngobrol-ngobrol dengan pak supir taksi yang menyarankan pergi ke Sabang (pulau weh), dan begitu pula yang kami dengar sewaktu di pesawat yang ternyata banyak ‘bule’ yang bahkan sudah menetap di Sabang.

Mungkin ini memang bukan hal yang bagus, karena kami cari jadwal kapal saat tiba di hotel di Banda Aceh, browsing via hanphone akhirnya kami menemukan link ini. Karena menemukan jadwal kapal yang cocok (kapal cepat jam keberangkatan jam 16.00), langsung setelah datang ke resepsi kita checkout dan menuju pelabuhan.

Di sela-sela menunggu keberangkatan kapal, kita sibuk untuk menghubungi beberapa list penginapan yang ditempel di sana. Cukup sulit, karena mendadak semua hotel hampir penuh. Beruntunglah kami, bertemu dengan teman yang bekerja di BRI, sehingga bisa diantar dan dipandu selama keberangkatan ke Pulau Weh / Sabang.

Menurut hasil survel/review beberapa blog, menyebutkan pantai yang paling bagus adalah pantai Iboih. Akhirnya kami memutuskan untuk menginap di sana. Sebelum mendapat penginapan, kami mengunjungi tugu 0 KM Indonesia. Sebetulnya batas pulau terluar berada di pulau kecil setelah pulau Weh, akan tetapi tugunya dibuat di ujung barat pulau Weh mengingat transportasi yang cukup sulit.

Jangan membayangkan “resort” di sana adalah hotel yang “wah”. Resort yang dimaksud adalah sejenis penginapan yang sangaaaaaat sederhana. Bisa bayangkan, kami baru sampai di tempat menginap kira-kira jam 8 malam. Dengan badan penuh keringat, ternyata tidak ada kamar mandi di dalam kamar (WOW). Di tengah hutan pula, gelap-gelap. Saya pikir ini seperti saat outbound. Harapan pagi cepat datang. Makan bisa langsung datang ke rumah-rumah penduduk, biasanya mereka membuat/memasak pesanan, rasanya lumayan enak, kalo dari harga masih agak mahal dari pada pasaran di Jakarta.

Pagi datang. Alhamdulilah, semua bisa terobati. Pantainya ternyata indaaaah banget. Airnya bening. Pasir putih. Jam 6-7 pagi kami sudah siap sarapan. Latihan snorkeling di pantai depan kamar. Lumayan bisa bertemu beberapa ikan. Dan kami memutuskan untuk berangkat ke Pulau Rubiah, yang memang menjadi pusat taman lautnya.

Jam 9 sampai Pulau Rubiah. Sepiiii. Seperti pulau milik berdua. Berenang sampai kira-kira sejauh 100 – 300 meter dari pantai (kira-kira kedalaman 5-7 meter) taman lautnya indaaaaaah sekali. Sayang sekali kita tidak membawa kamera bawah air. Tapi sungguh bagus., banyaaaaak ikan berwarna warni dan karang laut.

Jam 12 siang, kami sudah harus pulang, bersiap-siap untuk ke pelabuhan. karena kapal akan berangkat sekitar jam 3. Sampai di Banda Aceh, kami langsung menuju Bandara dan pulang ke singapore dengan rute transit di Kuala Lumpur.

Liburan yang indah, namun kurang perencanaan. Agak lumayan boros karena tidak ada perkiraan sebelumnya. Tapi setelah ini, kami jadi ketagihan. Siap-siap untuk nabung. Liburan selanjutnya. Amin.

Foto-foto yang lain bisa dilihat di album facebook saya di sini.

Journey

Apakah ini semua berakhir? tanggal 27 september 2010? Bukan! itu bukan maksud untuk mengingat hari ulang tahun mantan pacar! Tanggal itu ada sidang kompre dari ‘kuliah pemampatan’ selama 6 bulan lamanya ini.   Apa yang bisa membuat saya membanting stir ‘jalan hidup’ ini? Selama 6 bulan ini, hidup sehari2 saya banyak sekali berubah. Jadwal pernikahan yang seharusnya berjalan tgl 1 Mei silam, pupus sudah.

Awal mula cerita, sekitar bulan februari, tiba-tiba ada kabar mengejutkan dan tawaran mendadak, bahwasanya mas ifnu akan bekerja di tempat yang sama dengan saya waktu itu. Mendadak. Dengan segala kegelisahan itu, mas ifnu pun menyarankan supaya saya mencoba melamar pekerjaan yang kebetulan teman saya posting di milis tentang lowongan itu.   Akhir kata, proses perekrutan mendadak itu pun tidak berjalan dengan mulus, dikarenakan kami dengan kondisi saat itu sedang akan menikah, tidak diperbolehkan berada dalam 1 kantor yang sama.   Apa daya dengan progress lamaran pekerjaan baru sudah berjalan. Berita itu pun sampailah kepada orang tua di tasik. Dengan antusias untuk mendukung mencoba kesempatan di tempat kerja baru.   Saat itu pula mas ifnu mendapat pekerjaan baru di lingkungan baru, yang mengharuskan kami terpisahkan jarak dan waktu. Lebay!.

tanggal 10 Maret. Ya hal yang saya sedih untuk mengingat-ingat. Mudah-mudahan itu kejadian pertama dan terakhir untuk resign. Meninggalkan managerku yang wise, teman-temenku yang ceria, dan beberapa PR pekerjaan. 😦 sigh. – Terima kasih utk managerku dulu yang sudah membuatkan farewell party di pizza hut waktu itu–   Keesokan harinya. Petualangan baru dimulai. Oke. Sabar.. ini masih hari pertama. Sesuai dengan informasi yang didapat dari telpon, untuk kumpul di hotel tertentu. Packing. dan menyiapkan beberapa dokumen. Lengkap.   Ketika sampai, saya sempat melihat orang-orang calon teman saya, yang diantar oleh beberapa orang tua. Hal itu tidak seberapa. Tapi ada hal lain yang sangat mengejutkan. Namaku tidak terdaftar dalam list calon pekerja yang diterima.

Sampai akhirnya satu per satu nama sudah selesai semua dipanggil. Febriona. Kartika. Fin. Deni. Namaku tak kunjung dipangil. Dunia pun berhenti. Dramapun dimulai.