Spotify Global Outdoor Campaign “Thanks, 2016. It’s been weird”

Latar Belakang Spotify

Spotify merupakan adalah layanan streaming music asal Swedia yang dirilis pada tahun 2008. Layanan Spotify menyediakan lagu-lagu yang berasal dari label-label rekaman dunia, seperti Sony, EMI, Warner Music, dan Universal. Saat ini, Spotify tersedia dalam berbagai platform mobile seperti IOS, Android, Blackberry,Windows.

Data statistik Spotify per September 2016 adalah:

No Fact Number
1 Paid subscriber 40 million users
2 Active user 100 million users
3 Revenue $5 billion
4 Songs 30 million
5 Playlist 2 million
6 Countries Over 60 markets (include Indonesia)

Total subscriber berbayar Spotify tiap tahunnya terus meningkat seperti yang ditampilkan pada grafik berikut:

spotify subcriber

Kompetitor Spotify (khususnya di Indonesia) saat ini antara lain Apple Music dan Joox.

Faktor Spotify Apple Music Joox
Versi gratis v x V
Family plan v v X
Lirik lagu v V (beta) X
Platform Web, OSX, Windows, Linux, BB, PS, IOS, Android, Windows Phone OS X, Windows, IOS, Android Web, Windows, IOS, Android, Windows Phone
Pricing Rp 49.900/bulan

Rp 149.900 / 3 bulan

Rp 299.000/ 6 bulan

Rp 599.000/ 1 tahun

Rp 69.000 / bulan (perorangan)

Rp 129.000 / bulan (family sharing)

Rp 20.000/minggu

Rp 55.000 /bulan

Rp 165.000 / 3 bulan

Rp 303.000/ 6 bulan

Rp 547.000 / 1 tahun

       

Kampanye OOH (Out of Home) Global Spotify dengan Data Driven

Di penghujung tahun 2016, Spotify merilis kampanye OOH terbesar di 14 negara yang menjadi market-nya. Kampanye ini menggunakan data driven sebagai kontennya. Dengan data driven tersebut, Spotify mengusung tema perpisahan bersama 2016, dengan judul “Thanks 2016, it’s been weird.”.

OOH yang ditampilkan sangat unik, lucu, faktual dari data itu sendiri. Kampanye ini dirilis mulai di US, UK, Perancis, dan German (28 November 2016). Dan selanjutnya menyusul di Argentina, Australia, Brazil, Kanada, Denmark, Indonesia, Mexico, New Zealand, Filipina, dan Swedia.

CMO Spotify, Seth Farbman, menyatakan bahwa kretifitas mengenai kampanye yang menggunakan data driven ini berasal dari kampanye pada akhir tahun lalu yang bertajuk “year in music”. Berangkat dari sana, ternyata terdapat insight data dari para listener pada area geografik yang berbeda. Hal tersebut mendorong ide untuk merefleksikan suatu culture melalui listener behavior. Data menginspirasi dan membrikan insight akan perasaan listener yang diekspresikan lewat musik.

Spotify memilih placement OOHnya yang dipenuhi oleh mayoritas kaum urban. Spotify menggunakan desain yang simple dan warna yang menyala dan bold untuk menarik perhatian. Berikut adalah contoh OOH yang sudah dirilis di empat negara (US, UK, Perancis, dan Jerman) pada 28 November 2016 kemarin: 

 

Advertisements

Brand Development Process TOP Kopi Wings Food

Top Kopi merupakan lini produk baru dari Wings Food mulai dirilis pada tahun 2012.

Misi dari TOP KOPI adalah “TOP Coffee memanjakan para pecinta kopi dengan kopi yang bermutu dan berkualitas baik”.

top kopi

Dari Sisi Logo (identitas), terdapat lingkaran hijau seperti halnya coffee café premium Starbucks. Dengan background secangkir kopi tampak atas dan gambar art coffee dalam cangkir tampak depan serta gambar asap seperti pada huruf “ff”.

Tagline “Robusta Arabica Blend” yang menjadi diferensiasi Top Kopi untuk bersaing di pasar kopi instan di Indonesia.

Dikutip berdasarkan majalah SWA, Top Kopi mempunyai enam strategi dalam brand development process-nya. Enam langkah tersebut antara lain:

  • Pertama, riset dan pengembangan. Sebelum meramaikan pasar kopi instan, perusahaan melakukan riset selama 2 tahun untuk menganalisa peluang bisnis, tren pasar, hingga karakteristik konsumen. Setelah itu, proses pengembangan konsep produk dimulai dari mencari diferensiasi, hingga distribusi penjualan.
  • Kopi merupakan barang komoditi yang dinikmati secara global di dunia. Konsumsi kopi di dunia mencapai 400 miliar cangkir setiap tahunnya. Begitu pula dengan hampir semua lapisan msyarakat Indonesia.

 

  • Kedua, Seiring berjalannya waktu, tren pasar kian lama kian berubah. Top kopi mencoba menciptakan deferensiasi di tengah banyaknya pilihan. Top Kopi memiliki positioning product yakni kopi dengan perpaduan Arabica dan Robusta.
  • Dengan dua keunikan karakter yang berbeda, maka proses pemilihan biji kopi, saat pemetikan, ketepatan dalam temperatur dan penghitungan dilakukan secara detail dan tepat. Karena kerumitan dan pengolahanhigh techtersebut, Top Coffee berani mengusung taqline “the art of coffee blending”.

 

  • Langkah ketiga adalah memilih brand ambassador. Untuk meningkatakan brand image, perusahaan menunjuk penyanyi legendaris Iwan Fals. Iwan Fals memiliki beberapa kesamaan dengan Top Kopi seperti idealisme dalam seni, dan menghasilkan mahakarya yang dikenang.
  • Sebagaibrand ambassador, Iwan Fals siap mengampanyekan Top Coffee ke masyarakat luas terutama penggemar loyalnya. Dalam program kampanyenya, Top Kopi mengadakan tur di 18 kota di Indonesia bersama Iwan Fals. awareness yang didapat dari figur seorang Iwan Fals cukup kuat dan berpengaruh terhadap brand dari Top Coffee.
  • Karakter Iwan, yang tegas dan bercirikan khas selalu Indonesia dalam setiap lagu-lagu yang diusungnya,sangat sesuai dengan positioning dan visi maupun misi yang dibawa oleh Top Coffee

 

  • Strategi keempat, menjaring banyak segmen. Di tengah persaingan yang semakin ketat, Wings Food jeli melihat peluang dengan membidik pasar tanpa batasan umur. Caranya dengan menciptakan 4 varian mulai dari kopi murni, kopi gula untuk dewasa, kopi susu, dan kopi mocca untuk remaja. Top Kopi menggandeng Samuel Zylgwyn dan Nikita Willy sebagai model iklan agar pesan yang disampaikan tepat sasaran.

 

  • Ke-lima, gencar melakukan aktivitasabove the line (ATL) dan below the line (BTL). Untuk ATL misalnya, komunikasi merek dilakukan dimedia massa periodik baik cetak, elektronik ataupun online. Pada tahun 2013, total belanja iklan televise Top Kopi sebesar Rp 209 miliar (Nielsen Indonesia dari marketing.co.id) Selain itu, Top Coffee juga kerap muncul dimedia massa non-periodik seperti billboard dan brosur. Sedangkan aktifitas BTL diselenggarakan bersamaan dengan konser Iwan Fals dibeberapa daerah. Sebagai produk baru, Top Kopi fokus untuk branding activation sehingga nama Top Coffee semakin familiar.
  • Langkah ke-enam yakni bermitra dengan petani kopi untuk mendapatkan biji kopi terbaik. Sebagai negara penghasil kopi terbaik, Indonesia memiliki ribuan petani kopi. Biji kopi kami 100% dari Indonesia.

 

Real Market

Dari hasil beberapa wawancara dan impression di blog dan social media, ternyata proses branding yang kuat tidak didukung oleh kualitas produk yang maksimal.

Pendapat end-user:

“Menurutku rasanya sangat tidak sebanding dengan kehebohan promosinya. Sehingga dengan setengah bercanda aku nyatakan bahwa Iwan Falls sendiri barangkali belum pernah mencicipi kopi yang diiklankannya. Kalau pernah, pasti dia sendiri yang akan mem-“Bongkar” iklan itu” (sumber: http://bebasngetik.blogspot.co.id/2012/12/seberapa-top-kah-top-coffee.html )

 

“Menurut saya pribadi, kopi dengan tagline “kopinya orang Indonesia” ini kurang memahami cita rasa pecinta kopi Indonesia. pokoknya rasanya membuat saya tak akan meminum kopi merek Top Coffee lagi jika tidak sangat terpaksa sekali. Saya sangat yakin, jika sebagian besar penikmat kopi di Indonesia juga memiliki pendapat yang sama seperti saya.”

“Tidak enaknya rasa Top Coffee itu sampai kita bisa membedakan kopi apa yang disediakan dalam cangkir, walau kita sebelumnya tidak diberi tahu kalau kita dibuatkan kopi merek Top Coffee. Ibaratnya klo blind test para penikmat kopi pasti tau mana Top Coffee.” (sumber : http://www.ekomarwanto.com/2013/02/top-coffee-rasanya-tidak-enak.html )

“Kesan pertama saat menyeduh Top White Coffe adalah tidak terkesan. Hahaha. Ya iyalah, dari aroma saja sudah berbicara: “kopi yang kamu seduh ini tidak enak Top White Coffe memiliki rasa krim yang lebih mendominasi daripada rasa kopinya. Tentu saja ini tidak menyenangkan” (sumber : https://hanyalewat.com/20154056-luwak-top-white-coffe)

Hasilnya berdasarkan survei yang dilakukan frontier dalam Top Brand Award adalah:

Re-branding film Bourne tanpa Matt Damon

Re-branding Bourne Film tanpa Matt Damon

Sebuah film yang mengedepankan karakter selalu melekat dengan actor yang memerankannya. Seperti halnya Kapten America (Chris Evan), Iron Man (Robert Downey Jr.), Wolvrine (Hugh Jackman), Thor (Chris Hemsworth), Harry Potter (Daniel Redcliff), Bridget Jones (Renee Zelweger), Katniss Everdeen (Jennifer Lawrence) dan masih banyak lagi. Tentu saja actor dan aktris tersebut memegang brand image dari suatu karakter dalam film. Begitu pula dengan Jason Bourne adalah Matt Damon. Namun pada sequel The Bourne yang keempat, dengan judul “The Bourne Legacy” tidak ada tokoh Bourne dan Matt Damon.

 

Berbeda dengan ketiga film sebelumnya, pada seri Bourne keempat, melahirkan satu tokoh baru yakni seorang Aaron Cross yang diperankan oleh Jeremy Renner. Publ?ik yang sudah mengenal Bourne adalah Mat Damon, nampaknya belum begitu menerima Bourne Legacy tanpa Matt Damon walaupun memang tokoh Bourne tidak ditampilkan. Pemilihan actor dan plot cerita yang disuguhkan tidak bisa menggeser intention market kepada Matt Damon. Hingga akhirnya pada tahun 2016 Seri Bourne dirilis kembali dengan mengembalikan Matt Damon sebagai pemeran utamanya.

Serial the Bourne yang terdiri dari :

No Title Release Date Director Writer
1 The Bourne Identity June 2002 Doug Liman Tony Gilroy based on The Bourne by Robert Lidium

 

2 The Bourne Supremacy Jully 2004 Paul Greengrass
3 The Bourne Ultimatum August 2007 Paul Greengrass
4 The Bourne Legacy August 2012 Tony Gilroy Tony Gilroy
5 Jason Bourne July 2016 Paul Greengrass Paul Greengrass

Sebelumnya menceritakan dengan plot utama adalah seorang agen Jason Bourne yang diperankan oleh Matt Damon. Ketiga film tersebut diadaptasi dari novel The Bourne karangan Robert Ludlum. Dari mulai perjalanan mencari identitas Jason Bourne dan berakhir menjadi orang yang dicari oleh CIA yang juga pimpinan dari sebuah operasi bernama Treadstone. Pada trilogy terakhir Jason Bourne berhasil bersembunyi dari kejaran CIA. Dan pada The Bourne Legacy (Bourne tanpa Jason Bourne), Director ingin mengangkat agen lain yang menjadi pencarian CIA, yakni Aaron Cross yang diperankan oleh Jeremy Renner.

Mengapa tidak ada Matt Damon?

Konon bererdar rumor bahwa Matt Damon tidak bisa bergabung dengan keempat karena tidak tidak bergabungnya sutradata Paul Greengrass dalam penggarapan film keempatnya tersebut.

Bagaimana efeknya terhadap brand equity Bourne:

Industri film menerapkan CBBE (Customer Based Brand Equity) dimana akan menimbulkan efek yang berbeda berdasarkan respon customer akan marketing suatu brand. Suatu brand akan mendapat positif CBBE apabila customer bereaksi positif akan suatu produk dan bagaimana produk tersebut dipasarkan. Sehingga apabila terdapat product line extention dari brand tersebut, dengan CBBE yang positif biasanya new product tersebut akan mudah diterima.

Dari pengertian di atas bahwa CBBE terdiri dari tiga unsur utama:

  1. differential effect : brand equity muncul dari adanya perasaan “beda” ketika mendengar suatu brand.
  2. brand knowledge : perasaan “beda” yang dimuncul dibenak consumer menumbuhkan knowledge tersendiri mengenai brand tersebut.
  3. consumer respone : setelah itu, tentu akan menimbulkan respon berupa persepsi, preference, dan behavior.

Berikut adalah respon penonton terhadap re-branding  Bourne Legacy

bourne2-imdbbourne-imdb

No Title Facebook Fanpage Rating IMDB
1 The Bourne Identity 560.198 7.9/10 (813 reviews)
2 The Bourne Supremacy 872.974 7.8/10 (858 reviews)
3 The Bourne Ultimatum 486.687 8.1/10 (830 reviews)
4 The Bourne Legacy 100.140 6.7/10 (512 reviews)
5 Jason Bourne 2.625,230 6.8 (449 reviews)

Konsistensi Kecap Bango dulu dan sekarang

Sejarah Kecap Bango

Kecap Bango pada awalnya merupakan usaha rumahan milik Yunus Kartadinata pada tahun 1928 di dearah Tangerang Jawa Barat. Kemudian pada tahun 1982 usaha tersebut mulai dibentuk PT dengan nama PT Anugrah Indah Pelangi dan PT Anugrah Damai Pratama.

Nama Bango dipilih pendirinya atas dasar agar produknya bisa terbang tinggi hingga ke mancanegara.

Pada tahun 1992, kecap Bango tertarik untuk diakuisisi oleh Unilever baik merek dan usahanya. Kemudian pada tahun 2001 akhirnya kecap bango resmi menjadi salah satu produk PT Unilever Indonesia.

Langkah awal setelah akuisisi adalah penyegaran brand-nya yang dimulai dari re-desain tampilan merek,logo dan kemasan menjadi lebih modern , re-name merek dari “Kecap Bango” menjadi “Bango”. Dengan demikian, nama dan performa Kecap Bango menjadi meningkat dan dikenal di seluruh pelosok tanah air.

Heritage Brand

Heritage Brand adalah brand yang sudah berumur tua namun masih dinikmati oleh konsumen saat ini. Pola konsumsi yang bisa diturunkan dari generasi ke generasi. Kecap Bango merupakan salah satu Heritage Brand yang asli dari Indonesia.

Para pemasar pasti sangat paham bahwa ketertarikan konsumen terhadap suatu produk/servis jarang bisa berlangsung lama, tanpa adanya pemeliharaan brand equity.

Identitas Kecap Bango

Tahap-tahap menentukan Brand Identity pada Kecap Bango versi lama dan baru:

  1. brand element

 

 

  Element Lama Baru
1 Logo Burung Bango Burung Bango
2 Nama Kecap Meja Manis Cap Bango Bango
3 Warna Hijau orange Hijau orange dengan tulisan orange di atas background hijau

 

  1. Brand Association

Setelah diakuisisi oleh Unilever, Kecap Bango gencar melakukan serangkaian brand activities dan communication baik secara ATL maupun BTL. DNA brandnya tetap dipertahankan, dimana Kecap Bango masih mengusung heritage brand sebagai warisan kuliner nusantara. Beriktu adalah  campaign yang diusung oleh Kecap Bango:

  1. Tetap konsisten mempertahankan kualitasnya, karena kecap Bango dibuat dibuat dari kedelai hitam terbaik, gula kelapa pilihan dan diproses dengan teknologi yang canggih.
  2. Bango aktif melakukan kampanye dengan mengusung tema melestarikan warisan kuliner Indonesia. Karena kecap memiliki peranan yang penting bagi kuliner Indonesia.
  3. Sejak awal tahun 2000-an, Unilever bekerjasama dengan Universitas Gadjah Mada untuk menghasilkan kedelai hitam terbaik bernama Malika. Kedelai inilah yang menjadi kekuatan rasa dan merek Kecap Bango.
  4. Kerjasama juga dilakukan dengan petani-petani. Unilever dalam hal ini Kecap Bango membina lebih dari 9000 petani kedelai Malika. Total persebaran lahan pertanian Malika semakin luas dari lima hektar di tahun 2001 menjadi 1.600 hektar. Kerja sama ini mendatangkan keuntungan keduabelah pihak khususnya pasokan bahan baku produksi.
  5. Membuat Festival Jajanan Bango (FJB) yang diselenggarakan di lima kota di Indonesia. Bango juga membuat program televisi yang melibatkan ikon pelestarian warisan kuliner dengan nama “Bango Cita Rasa Nusantara”. Bango menggendeng Bondan Winarno dan Surya Saputra untuk menyukseskan acara tersebut.
ikon pelestarian kuliner
(Pak Bondan Winarno sebagai ikon pelestarian budaya kuliner Indonesia)

 

brand activation legenda kuliner
(brand activation Legenda Kuliner Nusantara)

 

kemasan kecap bango
(Kemasan yang beragam untuk memenuhi kebutuhan pelanggan rumah tangga dan pedagang kuliner)

 

Brand Association dari BCA

BCA merupakan Bank swasta nasional didirikan pada tahun 1957, saat kepemilikan BCA dipegang oleh Salim Group, namun saat ini sebagian besar dimiliki oleh Djarum Group. Saat ini BCA memiliki total asset 626 Triliun (urutan ke-3) rupiah dengan laba bersih 9,6 triliun (urutan ke-2) pada tahun 2015.

BCA telah memiliki brand yang kuat dan mempunyai valuasi brand tertinggi di Indonesia menurut The BrandZ. Ajang ini merupakan acara tahunan yang dilakukan oleh Millward Brown dan WPP dalam mempelajari opini konsumen terhadap sebuah brand. Berdasarkan hasil riset yang telah dilakukan, terlihat bahwa BCA memiliki reputasi kuat dalam hal diferensiasi dan inovasi di sektor perbankan.

tabel-BCA

Setiap tahunnya BCA mempunyai misi dengan tema tersendiri, seperti pada tahun :

Tahun Tema
2011 Membina hubungan, mendukung pertumbuhan
2012 Senantiasa di sisi anda
2013 Tegar di tengah ketidakpastian global
2014 Memberikan nilai tambah di tengah masa transisi
2015 Mempertahankan solidaritas
   

BCA mampu meminimalisasi dampak dari tantangan sektor keuangan dengan berusaha menjadi mitra konsumen dalam kehidupan sehari-hari. BCA bergabung dengan para retailer ternama untuk menawarkan potongan harga bagi pelanggan, juga meluncurkan beberapa inovasi seperti perbankan tanpa cabang (branchless banking) dan Sakuku, aplikasi smartphone yang berfungsi sebagai dompet elektronik (e-wallet).

Brand Identity dan brand association BCA

BCA dimata nasabahnya merupakan bank transaksi dengan jaringan ATM yang luas. Sebagian masyarakat juga mengenal BCA dengan bank teknologi, Bank dengan sumber inovasi teknologi. Walaupun secara strategi pricing BCA dinilai cukup tinggi, untuk deposito dan tabungan bunga BCA cenderung lebih rendah daripada Bank lain, namun BCA memiliki customer / nasabah yang loyal, karena nasabah merasa nyaman dana man bertransaksi di BCA.

Berikut adalah beberapa responden mengenai brand association BCA:

  1. BCA merupakan bank besar dengan ATM yang tersebar dimana-mana terutama di pusat perbelanjaan. Oleh karena itu, hampir setiap orang (yang bankable) mempunyai account BCA dan memanfaatkan luasnya jaringan ATM BCA dan mudah ditemui dimana-mana. Bahkan kekuatan ATM BCA itu mengalahkan cabangnya sendiri.
    1. BCA mengembangkan customer care online haloBCA dengan baik dan mendapatkan penghargaan best customer care.
  2. BCA merupakan bank transaksi yang digunakan oleh para pedagang dan pengusaha medium dan kecil.
    1. dengan adanya internet banking dan mobile banking, hal ini memudahkan transaksi antara peer-to-peer per nasabah.
    2. penyebaran EDC BCA yang luas hampir di setiap merchant pembelajaan fisik mempunyai EDC BCA sebagai fasilitas penerimaan pembayaran dari customer.
    3. BCA menggelar brand activation “Gebyar BCA” yang dimana kebanyakan hadiahnya adalah yang disukai oleh para pedangan, misal mobil Kijang Inova dibanding dengan mobil mewah Mercedes.
  3. BCA merupakan bank teknologi yang selalu mengeluarkan produk inovasi dibanding pesaingnya. Inovasi produk yang dirilis BCA terutama untuk target market kalangan muda (gen Y) dalam mendukung gaya hidupnya, seperti transaksi di e-commerce dan transaksi online lainnya. Beberapa inovasi produk yang dirilis BCA antara lain:
    1. Flazz BCA à bentuk e-money yang disimpan dalam suatu kartu. Secara fungsional, Flazz lebih banyak digunakan untuk pembayaran transportasi seperti kereta KRL dan transjakarta.
    2. Sakuku à sama seperti Flazz yang merupakan e-money namun transaksinya melalui QRcode yang bisa discan melalui smartphone. Secara fungsional, Sakuku banyak digunakan untuk transaksi di merchant dan online.
    3. Klikpay BCA à merupakan jembatan channel pembayaran antara merchant online dengan account BCA. Sumber pendanaanya bisa dari kartu kredit maupun saldo debit. Total transaksi e-commerce pada tahun 2015 melalui BCA sebesar 4,5 Triliun rupiah.
    4. BCA menggelar brand activation “Xfest BCA” yang menyasar anak muda sekaligus merilis video banking, yakni pembuatan rekening tanpa hadirnya staf CS secara fisik. Acara ini mengusung kompetisi kreatifitas yang diadakan di kampus-kampus di Indonesia.
    5. Untuk mendukung belanja online, BCA menggelar event “BCA e-shopping carnival” yang diikuti oleg 420 merchant BCA yang berjualan secara online baik melalui e-commerce maupun social media.
    6. BCA bekerja sama dengan SQ dan Garuda menggelar acara BCA travel fair yang menyajikan harga tiket special khusus untuk pemegang kartu kredit BCA.

 

Sekolah Bisnis di Indonesia, antara MM UI dan SBM ITB, pilih mana?

Suami saya baru saja masuk SBM ITB dan saya insyaallah satu semester berjalan menuju kelulusan di MM UI (amin), jadi saya sedikit tahu perbedaan, plus minus di antara keduanya. Saya mengambil MM Marketing di MMUI sedangkan suami mengambil program Blemba di SBM ITB.

  • Program

Keduanya membuka program di Januari dan Juli intake. Jadi untuk masuk di bulan Juli, temen-temen bisa langsung test yang dibuka mulai bulan Maret sedangkan untuk masuk di bulan Januari, temen-temen bisa mengikuti test pada bulan September.

MMUI sesuai dengan namanya Magister Manajemen, program dibuat untuk menjadi seorang manager (fungsional). Program MMUI sendiri terdiri dari kelas pagi dan sore. Masing-masing kelas terdiri dari konsentrasi Pemasaran (Marketing), Keuangan (finance), Operasi, SDM (HR), Keuangan khusus: Resiko, Pasar Modal, dan Syariah serta Aktuaria. Ada juga Manajemen Umum, dimana teman-teman bisa bebas memilih mata kuliah dari berbagai konsentrasi. Masing-masing konsentrasi tersebut memuat kurang lebih 30 siswa maksimum. Dan terdapat satu program MM-MBA yang kerja sama dengan Universitas Grenoble Perancis. Khusus MM MBA semua pengantar menggunakan Bahasa Inggris.

Sedangkan SBM ITB (yang dibahas pada posting ini adalah khusus untuk kelas di Jakarta)  terdiri dari program Entrée, GM (General Manajemen), Blemba (Business Leadership Executive MBA), Glemba (Global Executive MBA). Kelas pagi untuk program Entrée dan GM. Sedangkan Blemba kelas weekend (Jumat, Sabtu dan Minggu) full time dari pukul 08.00 – 17.00. Kemudian program Glemba perkuliahan dilaksanakan di dua negara, karena SBM ITB bekerja sama dengan Aalto yang bertempat di Singapura. Kelas dilaksanakan setiap weekend seperti halnya Blemba.

Berdasarkan pengalaman, pendaftaran UI jauh lebih mudah secara system semua sudah integrated cukup satu url di pendaftaran.ui.ac.id , nomor ID pendaftaran sudah host-to-host dengan berbagai ATM. Semua yang perlu diprint pada saat daftar ulang berada dalam satu system. Sedangkan SBM ITB, beberapa scan dokumen dikirim masih manual by email. Terdapat beberapa ID (kalau tidak salah) dari mulai pendaftaran ujian sampai dengan daftar ulang. Apalagi suami saya kena daftar waiting list, sehingga di-generate ID registrasi yang baru lagi.

  • Kurikulum

di MMUI, untuk konsentasi Pemasaran (Marketing), Keuangan (finance), Operasi, SDM (HR), Keuangan khusus: Resiko, Pasar Modal, dan Syariah serta Aktuaria terdiri dari total 42 SKS dengan rincian 30 SKS mata kuliah umum dan 12 SKS untuk matakuliah sesuai dengan konsentrasi. Sehingga kita sebagai siswa akan mendapat dua identitas kelas, kelas umum (biasanya diberi id dengan alphabet A, B, F, G, H, I) dan kelas konsentasi (PP pemasaran pagi, PS pemasaran sore, KP keuangan pagi, KS keuangan sore, dst).

Di MMUI, perkuliahan dilakukan senin – kamis. Setelah 7 minggu (7 kali pertemuan) langsung UTS kemudian kuliah lagi dengan pengajar yang berbeda dan terakhir UAS. Bentuk ujian tergantung pada silabus masing-masing mata kuliah, ada yang berupa take home paper atau exam, atau berupa presentasi baik kelompok maupun perorangan. Oiya karena kuliah full day dari pagi sampe sore, siangnya dapet makan siang gratis lho ^_^.

Untuk lebih detail mengenai kurikulum MMUI bisa dilihat di sini.

Sedangkan SBM ITB, khususnya Blemba total SKSnya adalah 36 SKS (beda 6 SKS dengan MMUI). Satu program dimasukan dalam satu kelas satu angkatan. Contohnya kelas suami saya Blemba 21 terdiri dari 50 orang dalam satu kelas.

Agak shock melihat jadwal kuliah Blemba SBM ITB. Jadi perkuliahan dimulai Jumat, Sabtu, dan Minggu. Setengah hari Minggu langsung UTS :O. Kemudian kembali lagi dua minggu di hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Setengah hari Minggu langsung UAS. Seperti itu berulang setiap mata kuliahnya. Satu mata kuliah, ujian, lanjut dengan mata kuliah lain. Berbedanya dengan MMUI, Senin-Kamis terdiri dari berbagai macam mata kuliah.

Untuk lebih detail mengenai kurikulum Blemba SBM ITB bisa dilihat di sini.

  •  Lokasi dan tempat perkuliahan

Semua perkuliahan MMUI dilaksanakan di kampus UI Salemba. Setiap mata kuliah setiap kelasnya bisa ganti-ganti ruangan, misalnya untuk mata kuliah ekonomi di ruang A, mata kuliah akuntansi di ruang B seperti itu, kecuali MM MBA yang mempunyai kelas khusus. Sedangkan di SBM ITB Jakarta, program Blemba. Ruang kelas hanya satu, untuk 50 orang untuk berbagai mata kuliah. Lokasinya saat ini di Gedung Indorama Kuningan.

Berdasarkan pengalaman saya, ruang perkuliahan dan interiornya jauuuuh lebih bagus ITB. Hahaha. Design-nya lebih modern, minimalis dan rapi. Sedangkan di MMUI, banyak ruangan yang lama dan tua T_T. Menyusul saya berikan foto beberapa ruangan di keduanya.

  • OSPEK (masa perkenalan mahasiswa)

MMUI ospeknya ada indoor dan outdoor. Indoor dilaksanakan di kampus MMUI Salemba, sedangkan outdoor dilaksanakan di FEB UI Depok selama dua hari T_T. Terus terang pelaksanaan ospek MMUI masih mirip-mirip seperti s1, ada kelompok, yel-yel bahkan diminta untuk berjualan.

Lain halnya dengan ospek SBM ITB, Ospek dilakukan (rata-rata) tempat wisata, waktu suami saya ke Resort Putri Duyung Ancol. Acaranya pun bisa terbilang lebih “dewasa”, dengan nuansa outbound atau team building seperti gathering kantor. Dan hanya dilakukan satu hari saja, beres.

  • Biaya

Saya akan membandingkan biaya program MM UI kelas malam peminatan (bukan MM MBA) dengan program Blemba SBM ITB.

Biaya BOP MMUI Rp 8 juta. Dan SPP pe semester Rp 24,3 juta (untuk kelas malam) selama 4 semester, sehingga total Rp 8 juta + (4 * Rp 24,3 juta) jadi 105,2 juta.

Biaya Blemba SBM ITB = Rp 10 jt (confirmation fee) + Rp 25 juta (semester 1) + Rp 10 juta (semester pendek) + Rp 25 juta (semester 2) + Rp 25 juta (semester 3), sehingga total Rp 95 juta.

Jadi berdasarkan Program, Kurikulum, Lokasi, Waktu dan Biaya?? Kira-kira mana yang pas dan cocok buat temen-temen? ^_^

 

Execution: How to overcome problems

Konsep kepemimpinan, baik itu memimpin diri sendiri dan orang lain, harus selalu diwujudkan dalam bentuk eksekusi nyata. Seorang business leader biasanya merancang plan untuk menghasilkan suatu result. Result akan dicapai dengan adanya disiplin dalam execution. Suatu nilai-nilai perusahaan (core value) tidak akan terlihat wujudnya tanpa  adanya execution.

Execution merupakan major job bagi seorang business leader. Dalam memecahkan suatu problem atau permasalahan diperlukan execution yang persistence. Berikut merupakan tiga langkah eksekusi dalam apabila menghadapai suatu masalah.

Concept.
sumber : toddneilsen.com
  • gather all facts

Langkah pertama adalah mengumpulkan semua fakta dan informasi yang jelas dan benar, tidak semua fakta atau informasi terkait, oleh karena itu pastikan bahwa fakta dan informasi tersebut benar. Informasi atau fakta yang benar akan menjawab sebagian besar pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari adanya permasalahan. Stage ini merupakan tahap awal sebagai diagnosis sebelum aksi penyelesaian dilakukan. Apabila terjadi kendala atau fakta dan informasi yang dikumpulkan tidak tepat, maka besar kemungkinan langkah selanjutnya tidak akan tepat sasaran.

  • find implications

Langkah kedua yaitu mencari implikasi. Permasalahan timbul tentu ada sebab, mencari hal-hal yang menjadi penyebab utama (root cause) dan selesaikan pada titik root cause tersebut. Tidak lupa juga apakah suatu titik mempunyai implikasi pada titik lain atau kepada pihak lain baik internal maupun eksternal (client, vendor, dll).

  • choose options

Langkah terakhir yaitu memilih opsi penyelesaian. Seorang leader tidak hanya fokus pada penyebab utama (root cause) tetapi harus mencari, memilih, dan memutuskan cara penyelesaiannya. Keputusan terkadang harus diambil secara cepat, disosialisasikan kepada tim secara efektif. Apabila problem terkait technical, sebaiknya merujuk pada acuan standar, sedangkan apabila problem terkait dengan pengendalian dan people merujuk pada best practice yang berlaku.