Bawa Bekal atau jajan

Saya tinggal di komplek perumahan dan sangat jarang terdapat warung, yang ada warung jual galon dan gas. Itupun kalo ditempuh jalan kaki bisa 5-10 menit sekali jalan. Sehingga hampir dipastikan anak-anak tidak pernah jajan di warung dekat rumah.

Oleh karena itu, mungkin saya yang telat juga mengenalkan uang pada Afni. Yang sudah kelas 1 SD ini tetapi belum mengenal nominal uang. Di sekolahnya pun, siswa kelas 1 sampai kelas 3 SD belum diperbolehkan untuk jajan. Setiap jam makan snack dan makan siang diwajibkan membawa bekal dari rumah (atau catering).

Kemudian kapan anak-anak jajan? Kalau kebetulan saya pergi ke mini market ketika ada sesuatu yang harus dibeli. Atau ketika kita jalan-jalan ke mall untuk beli makan dan jajan es krim.

whatsapp-image-2019-04-29-at-11.26.59-pm.jpeg

Terkadang saya coba mendorong mereka untuk pergi ke kasir dan melakukan pembayaran. Hari ini saya coba tekankan untuk meilihat nominal harga dan nominal uang yang dibayar. Misalnya membeli yakult seharga 9000, saya beri uang 10.000 maka mereka akan mendapat kembalian 1000 rupiah. Hal ini cukup mudah dipahami karena masih terhitung matematika sederhana.

Teruslah belajar anak-anakku, belajar tidak hanya di sekolah. Belajarlah dari sekitarmu.

#Ibu Profesional Bunda Sayang Level 8 Tantangan 10 Hari

Mengenalkan uang dan ekonomi pada anak

Saya masih perlu membiasakan dalam mengenalkan uang serta harga-harga barang. Terkadang Afni masih kebingungan membaca nominal karena nol-nya terlalu banyak. Akan tetapi pelan-pelan coba saya kenalkan kembali.

Dulu dan sampe kemarin, saya jarang sekali perhitungan terkait belanja. Jarang saya catat. Dan benar saja, banyak bolongnya. Hingga tagihan kartu kredit muncul terus setiap bulan. Tetapi beberapa bulan ini saya konsisten dan rajin catat. Walhasil tidak ada tagihan, tidak kekurangan uang saat akhir bulan, lebih bisa mengerem keinginan untuk berbelanja, sangat paham kondisi dompet setiap saat (karena selalu saya catat).

Saya ingin, kesalahan saya dulu tidak terulang oleh anak-anak. Inginnya setiap kali anak punya keinginan untuk membeli sesuatu, sesuai budget, dan anak bisa menghitung sendiri nominalnya. Pernah saat merengek sekali meminta mainan hanya karena melihatnya direview oleh youtube anak, dan harganya tidak sedikit. Tapi apa daya, saat itu Bapaknya yang membelikan. Saya buat perbandingan “Afni, mainan ini kalau dibelikan susu bisa sampai 4 dus susu nih, banyak banget, jadi mainan ini tidak murah.”.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, Afni sudah mulai bisa mengerti dan memilah hatinya antara keinginan dan kebutuhan. Tadi siang, Afni mengerti bahwa bulan ini Afni membutuhkan membeli sepatu. Dibanding dengan membeli mainan. Dan saya ingatkan Afni, sepatu yang lama yang kekecilan, sudah bisa dihibahkan kepada saudara-saudara.