Budgeting Management

Sebagai istri yang kebetulan mendapat amanat untuk melakukan budgeting bulanan keluarga, tentunya setiap awal bulan akan terasa lebih sibuk. Hal pertama yang dilakukan adalah membuat plot budget sebulan ke depan menggunakan bantuan excel. Sudah dari tahun 2014, saya rutin melakukan hal ini. Kemudian, setelah dikonsep hingga semua uang mempunyai pos-posnya masing-masing. Saya pindahkan pada aplikasi mobile YNAB.

Screen Shot 2019-04-27 at 22.41.49

Saya sendiri masih terus menyesuaikan membagi kategori pengeluaran. Awalnya untuk makan digabung dalam super market dan entertainment weekend seperti makan di luar. Sekarang coba saya pisahkan sehingga pengeluaran hanya untuk makan sebulan bisa menghabiskan berapa.

Screen Shot 2019-04-27 at 22.40.25
parent category

Dari kategori besar di atas, saya bagi lagi menjadi kategori kecil-kecil lagi total kategori kecil saya ada 85 kategori (masyaAllah hanya ingin lihat dengan detail kemana biasanya kita menghabiskan uang).

Screen Shot 2019-05-01 at 07.06.42
contoh detail category
Screen Shot 2019-05-01 at 07.06.50
contoh detail category

Kemudian, setiap kali ada pengeluaran saya catat dengan detail seperti ini:

Screen Shot 2019-05-01 at 07.04.07

  • Date: tanggal pengeluaran
  • Payee: toko atau orang yang kita bayar, contoh: supermarket giant
  • Category: pilih kategori atau untuk pos mana pengeluaran ini, kemudian nanti secara otomatis akan mengurangi jatah uang di kategori tersebut. Pada aplikasi ini satu kali pengeluaran bisa di-split menjadi banyak kategori. Misal saya bayar SPP anak digabung ke dalam satu nomor rekening transfer misal Rp 100, akan tetapi saya pisahkan kategorinya (SPP Afni Rp 60 dan SPP Faiz Rp 40).
  • Memo: catatan lain untuk memudahkan kita
  • Outflow: pencatatan keluar dana
  • Inflow: pencatatan pemasukan (ada piutang atau turun gaji)

Dan secara garis besar berikut adalah persentase budgeting per kategorinya:

Screen Shot 2019-05-01 at 07.01.22

Besar kecil rezeki itu kehendak Allah SWT, yang penting bisa berkah didapatkan secara halal dan diperuntukan secara halal juga. Yang terpenting hidup tidak berlebihan sesuai dengan kemampuan. Karena roda selalu berputar, mungkin saat ini kami berkecukupan namun tidak menutup kemungkinan apabila Allah berkata lain. Bersyukur tetap kuncinya.

 

 

Mendidik anak cerdas financial sejak dini

Masuk ke bulan delapan kelas bunda sayang. Subhanallah bulan ke bulan topiknya semakin menantang dan semakin membuka cakrawala saya terkait ilmu parenting. Alhamdulilah saya saat ini diberi kesempatan bergabung juga dengan tim dapur kelas minat financial planning IP Depok. Selama ini, cukup concern terhadap financial literacy keluarga, kerana memang menjadi kebutuhan. Suami mempercayakan pengaturan keuangan keluarga diserahkan kepada istri.

Akan tetapi, pada tantangan bulan ini, titik berat literasi keuangan justru dikenalkan kepada anak. Sungguh benar-benar membuka pikiran saya. Yang selama ini belum sama sekali mengenalkan konsep uang pada anak. Padahal Afni sudah masuk SD dan Faiz sudah di TK.

Hal yang paling penting adalah membedakan mana yang menjadi kebutuhan dan keinginan. Walaupun saya tetap menetapkan pos mainan pada amplop budget bulanan kami, tetap harus dikelola emosinya untuk membedakan keinginan dan kebutuhan.

 

Pengelolaan emosi saat ini masih berupa kesabaran. Anak-anak mulai dikenalkan bahwa rezeki datangnya dari Allah, melalui Bapak anak-anak. Bapak bekerja akan mendapatkan upah / gaji dari hasil kerjanya. Dan dibayar sebulan sekali. Akhirnya ampir setiap minggu, bangun tidur Faiz bertanya “hari ini Daddy gajian belom?” hahaha nak.. nak..