Mendelegasikan tugas kepada Kakak Afni

Kakak Afni yang sekarang berusia 6 tahun dan masuk kelas 1 SD, alhamdulilah secara emotional sudah cukup dewasa. Sudah bisa diberi kepercayaan tugas. Asalkan permintaanya jelas, dan ketika selesai tepati apabila kita berjanji. Contohnya, “Kakak tolong titip adik, mommy mau lari sore dulu, kalau mau telp pencet tombol yang ini, dan mommy akan pulang 30 menit lagi”. Maka pastikan kita mudah dihubungi dan tepat janji pulang di 30 menit kemudian.

 

Selain itu, Kakak sudah mulai bisa dipecayakaan mengambil barang apabila ada kurir atau abang gojek tiba mengantarkan paket. Sudah tidak malu apabila harus berbicara pada orang. Terkadang kakak juga sudah bisa cuci piring hehe.

 

Kakak Afni sudah pintar juga main dan jaga adik ketika di playground. Biasanya mommy-nya pergi ke gym dan anak-anak bermain di playground. alhamdulilah selama ini berhasil juga ditinggal di playground. Kalau soal tanggung jawab akan sholat, PR, dan mainan bekas pakai masih harus diingatkan kembali.

 

Jadi tidak ada salahnya mulai mempercayakan sebagian tugas kepada kakak. Dengan kunci perintah yang jelas singkat dan tepati janji kita apabila kita menjanjikan sesuatu di akhir tugasnya.

 

IMG_4520

 

Advertisements

Menunda keinginan atau permintaan anak

Apakah mama sering menerima permintaan atau keinginan yang harus dipenuhi saat itu juga? Dan rasanya kita tidak mungkin memenuhinya, atau bisa memenuhi keinginannya namun di lain waktu dan tempat. Terkadang anak sangat-sangat tidak kooperatif dengan kondisi yang ada. Apabila kita tidak “pintar” mengkomunikasikan alasan bahwa keinginannya tidak bisa dipenuhi saat itu, bisa saja anak makin liar dan nangis menjadi-jadi.
fullsizeoutput_3839.jpeg
Pada dasarnya, anak-anak akan baik apabila kita ajak bicara baik-baik. Lakukan tatap mata. Apabila kita berjanji, penuhi. Tidak diberi janji yang tidak mungkin kita penuhi. Apabila kita lengah memenuhi janjinya, peluk dan meminta maaf pada anak. Logika mereka akan jalan apabila alasan yang kita kemukakan dan memang benar (masuk akal). Dan insyaallah anak-anak akan mengerti.
Walau dalam prakteknya, terkadang belum konsisten, masih harus terus diperbaiki, masih tergantung mood, namun berikut adalah beberapa tips kata-kata yang pernah dipraktekan dan cukup berhasil, seperti:
  • memberikan alternatif pilihan. ketika Faiz meminta membeli mainan dan tidak ada dalam rencana —>  . “Faiz, kan mainannya masih ada di rumah ya, nanti kita cari lagi dan mainkan lagi di rumah”. beri pilihan lain “Faiz boleh beli minuman ini kalo Faiz mau”
  • beri penjelasan dan penuhi janji, contohnya ketika Faiz meminta pergi ke hotel pagi-pagi bangun tidur dan ingin mandi di bathtub bathroom —>  . “Faiz, ini waktunya mandi untuk sekolah. Ini adalah hari Rabu, masih waktunya sekolah. Insyaallah kita akan ke hotel weekend ini”. Kejadian tadi pagi, mungkin terbawa mimpi karena mama dan Kakak bercerita weekend ini akan pergi ke hotel.
  • memberikan pilihan, contohnya ketika Afni meminta tambahan waktu untuk menonton —> “Afni mau mandi sekarang atau 5 menit lagi? Kalo mandi sekarang, Afni bisa lanjut nonton TV saat menunggu jemputan sekolah datang”
Itu hanya sepenggal beberapa kejadian. Insyaallah ini masih terus berproses, mama yang terus belajar, menjadi manajer keluarga yang lebih baik. Tidak lupa untuk selalu mengucapkan terima kasih atas pengertian yang diberikan anak-anak kita. Insyaallah mereka akan mengerti dan paham.