Tindakan lasik

Pada tanggal 10 Agustus 2011, hari rabu, akhirnya saya melakukan lasik, waktu itu bulan puasa, alhamdulilah suami saya bisa ikut menemani. Mandi pagi dan jangan memakai makeup apalagi di sekitaran mata.

Saya datang pukul 9.30. kemudian menuju ruang ganti untuk memakai kostum operasi (warna PINK). Deg2an seperti mau ujian akhir atau interview kerja, halah. Dokternya telat datang, karena melakukan operasi katarak dulu.

Setiba saya datang, ada 1 pasien yang sudah operasi dengan dokter lain. Ada 2 org pasien lain yang akan sama dioperasi oleh prof Istiantoro. Dokter datang, dan saya menjadi urutan pertama.

Tahap pertama dilakukan pemotongan kornea untuk pembuatan flap. mata dipasang penyangga dan alat pemotong mendekati mata sampai hitam tak terlihat apa-apa.

Setelah selesai, dilakukan penyinaran pada alat yang berbeda.

Total waktu tindakan sekitar 30 menit. Untuk pulang, kita diberi obat tetes mata cenfresh dan tobadrex.

Setelah keluar dari ruang operasi, mata masih buram, kemudian lama-lama kepala pusing dan cekot2 panas rasanya di mata. Karena sudah merasa tidak kuat, saya membatalkan puasa saya, dan langsung menyantap roti, dan obat ponstan. alhamdulilah setelah makan ponstan menjadi baikan, tidak nyut2an lagi dan penglihatan menjadi membaik.

oiya mata saya juga mengalami conjungtifitis atau memar dalam mata (merah tapi tidak sakit sama sekali), karena pas dilakukan tindakan mata saya gerak2. kata dokter akan sembuh selama 1-2 minggu dengen sendirinya, alhamdulilah sembuh juga dan hilang.

besoknya saya melakukan pemerikasaan lagi, dr menyatakan flap terpasang bagus, dan sudah boleh mandi sampai kepala. tp masih hati2 dan memilih untuk menunggu dulu utk terkena air.

seminggu kemudian saya check up kembali. kondisi flap sudah bagus. namun utk mnius saya rasa masih bersisa sekitar 0,5 sampai 0,75. tp dokter masih menyatakan habis, aneh juga. kadang saya merasa lebih terasa jelas apabila setelah diberi tetes mata cenfresh.

sekarang sudah hampir 2 bulan saya lasik, kondisi mata bagus, memang terkadang tulisan yg kecil sekali tidak terlihat, tapi utk kondisi mata alhamdulilah bagus tidak kering ataupun perih.

Sedikit teori tentang tehnik lasik:

Sebetulnya lasik pada dasarnya adalah “mengukir” kornea mata kita agar dibentuk seperti lensa yang mempunyai titik fokus tertentu agar bayangan bisa jatuh tepat di retina. Kornea yang tersisa adalah flap itu. sedangkan yang dilaser adalah kornea yang diukir utk membentuk lensa.

Lasik bisa dilakukan pada maksimal minus 14, apabila lebih dari itu ada 2 alternatif:

1. tanam lensa: menambah lensa buatan yang di pasang di antara lensa yang sebenernya dan kornea

2. mengganti lensa asli dengan lensa buatan (RLE), operasi ini mirip dengan katarak (mengganti lensa), tetapi ada kekurangan yaitu lensa mata yg buatan tidak mempunyai daya akomodasi (kembung kempis lensa). sehingga untuk penglihatan (jarak dekat)nya masih harus dibantu menggunakan kacamata plus.

Advertisements

Diagnosis Lasik

Hari sabtu tanggal 9 Juli 2011, saya akhirnya melakukan pemeriksaan di iCare lasik. Saat itu saya baru lepas softlens 2 hari.

Pertama saya daftar ke receptionist, kemudian dijelaskan mengenai tehnik, presedur, pre test yang akan dilakukan, sampai resiko-resiko yang muncul setelah menjalani lasik.

Sebelum bertemu dengan dokter, saya melakukan pemeriksaan awal lasik, tidak lupa sebelum itu kita harus lunas dulu membayar fee pemeriksaan lasik. rangkaian pemeriksaan terdiri dari:

  • pemeriksaan minus/plus mata melalui komputer (kita melihat suatu benda pada layar untuk mengidentifikasi besar kelainan refraksi mata)
  • setelah mendapat ukuran, kemudian kita dibantu kacamata dengan lensa yang sesuai dan menyebutkan angka-angka yang di depan layar sejauh 3 meter. 2 poin tersebut untuk memeriksa ukuran kelainan refraksi mata kita.
  • mengukur kornea, alatnya seperti melihat benda-benda yang biru berputar.
  • dan sama mengenai kornea, kita diberi tetes mata kemudian ada benda seperti stetoskop namun diletakan di kornea mata kita.

Setelah itu saya bertemu dengan dokternya, namanya dr Sophia. Hasil diagnosis beliau menyatakan bahwa setelah lasik mata saya masih akan bersisa minusnya 3-5. Waks. Otomatis saya langsung kaget dan down, masa iya udah habis uang yang tidak sedikit tapi masih harus pakai kacamata.

Dua minggu kemudian saya datang kembali ke icare, untuk memastikan lagi hasil diagnosisnya karena saat kedatangan pertama saya baru copot softlens 3 hari. Hasil diagnosis tidak mengalami perubahan, tetap dengan pernyataan yang sama.

Kemudian, saya langsung mencari second opinion. Kemudian saya memutuskan untuk menghubungi Jakarta Eye Center, dan membuat appointment dengan prof Istiantoro, dari pertama telpon saya mendapat urutan 3 minggu yang akan datang, wah lama juga. tapi tidak apa-apa. Sampai tanggal yang ditentukan datang (1 Agustus 2011), saya melakukan tes diagnosis seperti yang dilakukan di iCare, Hasil pengalamanku sih peralatan check up mata lebih baru dan bagus di iCare.

Prof Istiantoro menyatakan minus mata saya bisa habis, dan segera bisa dilakukan tindakan lasik, tapi mungkin karena sibuk dan banyak pasien yang mengantri, si Prof menjelaskan agak terburu2 dan tegas. tapi tidak masalah yang penting dari hasil diagnosisnya mata saya bisa sembuh.

Sebetulnya saya masih bertanya2 juga, kok di iCare menyatakan akan bersisa dan tinggi pula sisanya, apakah perbedaan dari alatnya, ataukah dokternya karena kurang berani ambil resiko. Dari informasi yang saya dapat itu membutuhkan sekitar 16 mikron tebal kornea untuk menghilangkan 1 minus.

Mata minus

Sebetulnya sama sekali tidak menyangka, dalam kurun waktu 2 tahun saya menjalani 2x operasi, pertama operasi tulang tangan, karena patah. dan kedua yaitu operasi mata lasik.

Cita-cita untuk menjalani lasik ini udah lumayan lama, tapi baru sekarang ini kesampaian, alhamdulilah ada kesempatan dan rezeki :). Utamanya terima kasih untuk suami saya yang sudah sangat men-support saya.

Riwayat minus saya mulai dari kelas 3 SD. waktu itu saya mulai merasa terganggu penglihatannya ketika bangku sekolah mulai di-rolling dari depan sampai belakang. Kemudian ketika di rumah saya selalu melihat TV dari jarak dekat < 1m.

Karena rasa aneh dan penasaran, akhirnya ibu saya membawa saya ke rumah sakit umum di tasik. 17 tahun yang lalu rumah sakit di sana belum mempunyai komputer pendeteksi minus/plus mata (padahal sekarang ini setiap optik di mall mempunyai alat itu), jadi pengujiannya langsung tes refractive dengan melihat angka/huruf dari jarak 3 meter dari mulai huruf besar sampai paling kecil.

Untuk lebih meyakinkan, akhirnya sang dokter merekomendasikan untuk melakukan pemerikasaan di klinik miliknya, karena peralatannya sudah lebih canggih. dari hasil pemeriksaan dilihat saya pada saat kelas 3 SD itu (umur 8 tahun) minus 4 dan silinder 2 untuk mata kiri dan minus 6 silinder 1 untuk mata kanan.

Kemudian berjalannya waktu,saya juga menyadari pemeriksaan rutin dan perawatan saya yang kurang, minus saya terus bertambah hingga 9 dan 10 untuk masing-masing mata. sampai pada kuliah tingkat 3 ketika umur saya 20-21 tahun, saya memutuskan untuk mencoba memakai softlens, yang berjalan sampai pada h-20 sebelum lasik.

Informasi: softlens yang bagus dan cocok untuk minus besar adalah soft soft vue II. per box isi 6 untuk pemakaian 6 bulan (1 lens per bulan) harganya 180.000/box.

Sampai pada saat saya dan suami memutuskan untuk menjalani lasik, saya mulai lepas softlens dan berkacamata botol setiap saat. Kemudian saya browsing-browsing mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai tempat lasik. Pilihannya ada di icare lasik dan JEC (Jakarta Eye Center), saya masih membanding-bandingkan berdasarkan profile di masing-masing website.

Saya juga sempat tanya-tanya ke RS Mata Aini (yang ternyata tidak menangani masalah Lasik, dan mendapat rujukan ke Lasik-Center di Tendean Jakarta Selatan), RS Pondok Indah, dan Klinik Mata Nusantara.

Dari hasil riset, mengenai informasi dan harga tentunya, RS Pondok Indah termasuk murah tp saya tidak tahu apakah pemotongan korneanya sudah pake laser atau belum.

Antara JEC, KMN, dan iCare. iCare paling murah kemudian JEC dan terakhir KMN. Akhirnya tanpa sepengetahuan saya, saya didaftarkan untuk mencoba cek di iCare.