Mata minus

Sebetulnya sama sekali tidak menyangka, dalam kurun waktu 2 tahun saya menjalani 2x operasi, pertama operasi tulang tangan, karena patah. dan kedua yaitu operasi mata lasik.

Cita-cita untuk menjalani lasik ini udah lumayan lama, tapi baru sekarang ini kesampaian, alhamdulilah ada kesempatan dan rezeki :). Utamanya terima kasih untuk suami saya yang sudah sangat men-support saya.

Riwayat minus saya mulai dari kelas 3 SD. waktu itu saya mulai merasa terganggu penglihatannya ketika bangku sekolah mulai di-rolling dari depan sampai belakang. Kemudian ketika di rumah saya selalu melihat TV dari jarak dekat < 1m.

Karena rasa aneh dan penasaran, akhirnya ibu saya membawa saya ke rumah sakit umum di tasik. 17 tahun yang lalu rumah sakit di sana belum mempunyai komputer pendeteksi minus/plus mata (padahal sekarang ini setiap optik di mall mempunyai alat itu), jadi pengujiannya langsung tes refractive dengan melihat angka/huruf dari jarak 3 meter dari mulai huruf besar sampai paling kecil.

Untuk lebih meyakinkan, akhirnya sang dokter merekomendasikan untuk melakukan pemerikasaan di klinik miliknya, karena peralatannya sudah lebih canggih. dari hasil pemeriksaan dilihat saya pada saat kelas 3 SD itu (umur 8 tahun) minus 4 dan silinder 2 untuk mata kiri dan minus 6 silinder 1 untuk mata kanan.

Kemudian berjalannya waktu,saya juga menyadari pemeriksaan rutin dan perawatan saya yang kurang, minus saya terus bertambah hingga 9 dan 10 untuk masing-masing mata. sampai pada kuliah tingkat 3 ketika umur saya 20-21 tahun, saya memutuskan untuk mencoba memakai softlens, yang berjalan sampai pada h-20 sebelum lasik.

Informasi: softlens yang bagus dan cocok untuk minus besar adalah soft soft vue II. per box isi 6 untuk pemakaian 6 bulan (1 lens per bulan) harganya 180.000/box.

Sampai pada saat saya dan suami memutuskan untuk menjalani lasik, saya mulai lepas softlens dan berkacamata botol setiap saat. Kemudian saya browsing-browsing mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai tempat lasik. Pilihannya ada di icare lasik dan JEC (Jakarta Eye Center), saya masih membanding-bandingkan berdasarkan profile di masing-masing website.

Saya juga sempat tanya-tanya ke RS Mata Aini (yang ternyata tidak menangani masalah Lasik, dan mendapat rujukan ke Lasik-Center di Tendean Jakarta Selatan), RS Pondok Indah, dan Klinik Mata Nusantara.

Dari hasil riset, mengenai informasi dan harga tentunya, RS Pondok Indah termasuk murah tp saya tidak tahu apakah pemotongan korneanya sudah pake laser atau belum.

Antara JEC, KMN, dan iCare. iCare paling murah kemudian JEC dan terakhir KMN. Akhirnya tanpa sepengetahuan saya, saya didaftarkan untuk mencoba cek di iCare.