Sekolah Bisnis di Indonesia, antara MM UI dan SBM ITB, pilih mana?

Suami saya baru saja masuk SBM ITB dan saya insyaallah satu semester berjalan menuju kelulusan di MM UI (amin), jadi saya sedikit tahu perbedaan, plus minus di antara keduanya. Saya mengambil MM Marketing di MMUI sedangkan suami mengambil program Blemba di SBM ITB.

  • Program

Keduanya membuka program di Januari dan Juli intake. Jadi untuk masuk di bulan Juli, temen-temen bisa langsung test yang dibuka mulai bulan Maret sedangkan untuk masuk di bulan Januari, temen-temen bisa mengikuti test pada bulan September.

MMUI sesuai dengan namanya Magister Manajemen, program dibuat untuk menjadi seorang manager (fungsional). Program MMUI sendiri terdiri dari kelas pagi dan sore. Masing-masing kelas terdiri dari konsentrasi Pemasaran (Marketing), Keuangan (finance), Operasi, SDM (HR), Keuangan khusus: Resiko, Pasar Modal, dan Syariah serta Aktuaria. Ada juga Manajemen Umum, dimana teman-teman bisa bebas memilih mata kuliah dari berbagai konsentrasi. Masing-masing konsentrasi tersebut memuat kurang lebih 30 siswa maksimum. Dan terdapat satu program MM-MBA yang kerja sama dengan Universitas Grenoble Perancis. Khusus MM MBA semua pengantar menggunakan Bahasa Inggris.

Sedangkan SBM ITB (yang dibahas pada posting ini adalah khusus untuk kelas di Jakarta)  terdiri dari program Entrée, GM (General Manajemen), Blemba (Business Leadership Executive MBA), Glemba (Global Executive MBA). Kelas pagi untuk program Entrée dan GM. Sedangkan Blemba kelas weekend (Jumat, Sabtu dan Minggu) full time dari pukul 08.00 – 17.00. Kemudian program Glemba perkuliahan dilaksanakan di dua negara, karena SBM ITB bekerja sama dengan Aalto yang bertempat di Singapura. Kelas dilaksanakan setiap weekend seperti halnya Blemba.

Berdasarkan pengalaman, pendaftaran UI jauh lebih mudah secara system semua sudah integrated cukup satu url di pendaftaran.ui.ac.id , nomor ID pendaftaran sudah host-to-host dengan berbagai ATM. Semua yang perlu diprint pada saat daftar ulang berada dalam satu system. Sedangkan SBM ITB, beberapa scan dokumen dikirim masih manual by email. Terdapat beberapa ID (kalau tidak salah) dari mulai pendaftaran ujian sampai dengan daftar ulang. Apalagi suami saya kena daftar waiting list, sehingga di-generate ID registrasi yang baru lagi.

  • Kurikulum

di MMUI, untuk konsentasi Pemasaran (Marketing), Keuangan (finance), Operasi, SDM (HR), Keuangan khusus: Resiko, Pasar Modal, dan Syariah serta Aktuaria terdiri dari total 42 SKS dengan rincian 30 SKS mata kuliah umum dan 12 SKS untuk matakuliah sesuai dengan konsentrasi. Sehingga kita sebagai siswa akan mendapat dua identitas kelas, kelas umum (biasanya diberi id dengan alphabet A, B, F, G, H, I) dan kelas konsentasi (PP pemasaran pagi, PS pemasaran sore, KP keuangan pagi, KS keuangan sore, dst).

Di MMUI, perkuliahan dilakukan senin – kamis. Setelah 7 minggu (7 kali pertemuan) langsung UTS kemudian kuliah lagi dengan pengajar yang berbeda dan terakhir UAS. Bentuk ujian tergantung pada silabus masing-masing mata kuliah, ada yang berupa take home paper atau exam, atau berupa presentasi baik kelompok maupun perorangan. Oiya karena kuliah full day dari pagi sampe sore, siangnya dapet makan siang gratis lho ^_^.

Untuk lebih detail mengenai kurikulum MMUI bisa dilihat di sini.

Sedangkan SBM ITB, khususnya Blemba total SKSnya adalah 36 SKS (beda 6 SKS dengan MMUI). Satu program dimasukan dalam satu kelas satu angkatan. Contohnya kelas suami saya Blemba 21 terdiri dari 50 orang dalam satu kelas.

Agak shock melihat jadwal kuliah Blemba SBM ITB. Jadi perkuliahan dimulai Jumat, Sabtu, dan Minggu. Setengah hari Minggu langsung UTS :O. Kemudian kembali lagi dua minggu di hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Setengah hari Minggu langsung UAS. Seperti itu berulang setiap mata kuliahnya. Satu mata kuliah, ujian, lanjut dengan mata kuliah lain. Berbedanya dengan MMUI, Senin-Kamis terdiri dari berbagai macam mata kuliah.

Untuk lebih detail mengenai kurikulum Blemba SBM ITB bisa dilihat di sini.

  •  Lokasi dan tempat perkuliahan

Semua perkuliahan MMUI dilaksanakan di kampus UI Salemba. Setiap mata kuliah setiap kelasnya bisa ganti-ganti ruangan, misalnya untuk mata kuliah ekonomi di ruang A, mata kuliah akuntansi di ruang B seperti itu, kecuali MM MBA yang mempunyai kelas khusus. Sedangkan di SBM ITB Jakarta, program Blemba. Ruang kelas hanya satu, untuk 50 orang untuk berbagai mata kuliah. Lokasinya saat ini di Gedung Indorama Kuningan.

Berdasarkan pengalaman saya, ruang perkuliahan dan interiornya jauuuuh lebih bagus ITB. Hahaha. Design-nya lebih modern, minimalis dan rapi. Sedangkan di MMUI, banyak ruangan yang lama dan tua T_T. Menyusul saya berikan foto beberapa ruangan di keduanya.

  • OSPEK (masa perkenalan mahasiswa)

MMUI ospeknya ada indoor dan outdoor. Indoor dilaksanakan di kampus MMUI Salemba, sedangkan outdoor dilaksanakan di FEB UI Depok selama dua hari T_T. Terus terang pelaksanaan ospek MMUI masih mirip-mirip seperti s1, ada kelompok, yel-yel bahkan diminta untuk berjualan.

Lain halnya dengan ospek SBM ITB, Ospek dilakukan (rata-rata) tempat wisata, waktu suami saya ke Resort Putri Duyung Ancol. Acaranya pun bisa terbilang lebih “dewasa”, dengan nuansa outbound atau team building seperti gathering kantor. Dan hanya dilakukan satu hari saja, beres.

  • Biaya

Saya akan membandingkan biaya program MM UI kelas malam peminatan (bukan MM MBA) dengan program Blemba SBM ITB.

Biaya BOP MMUI Rp 8 juta. Dan SPP pe semester Rp 24,3 juta (untuk kelas malam) selama 4 semester, sehingga total Rp 8 juta + (4 * Rp 24,3 juta) jadi 105,2 juta.

Biaya Blemba SBM ITB = Rp 10 jt (confirmation fee) + Rp 25 juta (semester 1) + Rp 10 juta (semester pendek) + Rp 25 juta (semester 2) + Rp 25 juta (semester 3), sehingga total Rp 95 juta.

Jadi berdasarkan Program, Kurikulum, Lokasi, Waktu dan Biaya?? Kira-kira mana yang pas dan cocok buat temen-temen? ^_^

 

Pendaftaran dan Test Masuk MMUI

Pendaftaran

Setelah resign kerja dari Astra, saya memutuskan untuk kuliah, saat itu masih bingung apakah melanjutkan di bidang IT atau malah cross function ke MM (dengan peminatan keuangan atau pemasaran). Akhirnya setelah diskusi dengan suami, saya memilih MM Pemasaran.
Pendaftaran S2 UI hanya dibuka di halaman UI melalui jalur simak  Untuk kuliah September terdiri dari dua gelombang (April untuk gelombang pertama dan Juni untuk Gelombang kedua), sedangkan untuk perkuliahan Februari berada di bulan Oktober.
Pendaftaran mengikuti prosedur pada SIMAK, beberapa yang perlu disiapkan adalah copy scan ijazah dan transkrip S1 yang nantinya akan diverifikasi saat melakukan pendaftaran ulang. Biaya perdaftaran adalah Rp 750.000,00.
 Setelah semua administrasi pendaftaran selesai, begitu pula dengan proses pembayarannya, maka kartu peserta ujian sudah bisa dicetak.
Screen Shot 2015-08-24 at 19.29.30

Test

Hal-hal kecil yang baiknya dipersiapkan menjelang test adalah:
1. melakukan survey lokasi pada hari sebelumnya, jangan sampai tidak survey karena ujian di mulai sangat pagi PK 07.00.
2. lebih baik diantar dan drop atau menggunakan kendaraan umum karena cukup macet dan parkiran terbatas, takutnya menghabiskan waktu untuk mencari parkiran.
Sedangkan materi ujiannya yaitu:
1. TPA yang menggunakan sistem minus
2. English test mirror woeful ITP namun tidak ada listening section.

 

Terus terang dalam mempersiapkan tes masuk UI ini saya sempatkan dulu untuk latihan soal melalui buku-buku TPA yang dijual di toko buku. Serta latihan soal Toefl. Pastikan mengenali jenis dan tipe soal karena apabila sudah kenal atau pernah mengerjakan, tidak akan kaget dan sudah terbiasa.

 

Test tahap ke-dua yaitu wawancara, dan merupakan test lanjutan. Artinya apabila tidak lolos tes tulis, maka tidak akan lanjut ke tahap test wawancara. Saya agak sedikit kurang persiapan karena awalnya saya mengira akan dijadwalkan mendekati pengunguman hasil tes. Tetapi ternyata diumumkan sekitar 1-2 minggu setelah test tulis. Diinfokan melalui SMS. Hal-hal yang harus dipersiapkan:
1. essay mengenai motivasi kuliah di MM UI. (isinya saat itu hanya 2-3 lembar dan menulis apa saja yang mendorong kita untuk mengambil kuliah di MM UI).
2. surat rekomendasi, bisa dari atasan, maupun dosen sewaktu S1. Karena saya statusnya saat itu sudah tidak bekerja, tetapi alhamdulilah saya mempunyai atasan-atasan yang sangat baik saat masih kerja dulu, akhirnya bisa juga.
3. Ijazah dan transkrip
(note selebihnya bisa dilihat di SIMAK UI

 

Lulus dan Daftar Ulang

Pengunguman kelulusan dilihat di website SIMAK. Setelah itu kita diberi tenggat waktu untuk melakukan pembayaran. Biaya perkuliahan di UI bisa dilihat juga di link biaya ini.
Kegiatan saat daftar ulang ini pada intinya antara lain:
1. verifikasi dokumen ijazah dan bukti pembayaran
2. mengukur jaket almamater
3. mendapat kartu mahasiswa, username dan password untuk mengakses  Sistem Informasi Akademik.
Skein sharing pertama mengenai pendaftaran kuliah di MM UI. Mudah-mudahan bisa lancar, ilmunya bermanfaat dan lulus dengan cemerlang, amin.