Hamil di Singapura

Posting kali ini saya akan berbagi info, bagaimana checkup kehamilan di Singapura. Seperti pada postingan sebelumnya, saya melakukan check-up kehamilan di The Tow Yung Clinic dengan Dokter Tracey Lim.

Pada kedatangan pertama di usia kandungan 6 minggu dilakukan USG transvaginal (kalau tidak salah sampai pada usia kandungan ke 8/9). Kedatangan pertama ini bayar sekitar 280 sgd ($150 untuk biaya dokter, $100 untuk biaya USG, $30 untuk obat-obatan).

Selanjutnya, di pertemuan kedua saya langsung diberi penawaran package biaya dokter plus usg sampai pada saat melahirkan (ini DILUAR biaya cek darah, first trimester scan, fetal anomali scan, dan vitamin) dan BUKAN biaya dokter saat membantu proses melahirkan. Package itu sebesar $1000, sehingga di pertemuan kedua dan berikutnya saya hanya membayar biaya vitamin dan pengobatan di luar reguler.

Setiap kedatangan kita pasti diperiksa berat badan, tekanan darah, dan kandungan urine. Semuanya ditulis dalam record book kita.

Vitamin yang biasa diberikan:
1. Pada trimester pertama : hormon estrogen dan folic acid
2. Pada trimester kedua : multi vitamin, minyak ikan, dan calcium

Scan dan Tes yang dilakukan/dianjurkan:
1. Pada trimester pertama :
a.) down syndrome test
Test ini sifatnya optional/ga wajib, dilakukan 2 tahap : pertama usg dengan melihat tulang leher belakang dan kedua periksa melalui darah. Apabila ada indikasi kemungkinan akan dilakukan tes lanjutan dengan mengambil sample cairan amniotic / ketuban kita.
Di Indonesia tes ini jarang sekali dilakukan, karena apabila memang terdeteksi, di luar negeri hal ini lumrah apabila ingin men-terminate kehamilan, sedangkan di Indonesia masih ada larangan dan tidak sesuai dengan budaya kita.
Biaya scan ini kurang lebih $300 untuk kedua jenis tes(darah dan usg). Dan sayapun tidak mengambil tes ini. 😀
b.) Antenatal test
Ini merupakan cek darah semasa kehamilan, sample darah kita akan dites di lab untuk diketahui kandungan antibodi rubella, hepatitis, kemudian untuk dicek apakah mengandung torch (tokso), pengecekan gula darah, protein, hemoglobin, dll. Harga tes ini sekitar $240.

2. Pada trimester kedua:
– Fetal Anomaly Scan
Tes ini bertujuan untuk memeriksa kelengkapan fisik janin. Bagian tubuh janin yang dilihat dari mulai morfologi secara fisik seperti jumlah jari kaki tangan kanan dan kiri, bibir tidak ada sumbing, kelamin. Selain itu dicek juga beberapa organ dalam dari mulai otak (apakah ada cairan berlebih atau tidak), tulang tengkorak, jantung diperiksa apakah biliknya 4 begitu pula aliran darah dan oksigennya, ginjal apakah sudah menghasilkan urine. Harga tes ini sekitar $150.

Pada usia kandungan aku yang ke 22 minggu, saya harus back for good ke Indonesia, karena suami saya mendapat tawaran kerja di Jakarta.
FYI, saya sudah bayar package ke doctor, karena perpindahan package yang sudah saya bayar bisa di-refund dan dihitung ala carte (satuan), lumayan sisa uang dikembalikan. Saya juga mendapat medical transfer report dari doctor Tracey sebagai record history kehamilan saya selama check up dengan beliau :).

Oiya, di masa morning sick session, saya sempat flu berat, badan demam disertai meler dan batuk. Sulit sekali mendapat asupan makanan. Waktu itu saya langsung menemui dokter dan dikasi injeksi/infus asupan sari makanan, cairan, dan beberapa vitamin. Biaya injeksi lumayan mahal juga yaitu sebesar $380 :(. Tapi alhamdulilah 1-2 hari saya merasa baikan :).

I’m officially conceive

Saya masih ingat apabila melihat beberapa posting di timeline facebook saya.

  • tanggal 17 December saya jalan-jalan mendaki bukit di Henderson ke Mount Fiber.
  • tanggal 27 December saya juga jalan dengan intensitas yang cukup panjang ke Sentosa (Palawan Beach)
  • tanggal 29 December bahkan saya lari pagi dari rumah (Zion Rd) menelusuri Clarke Quay, Boat Quay, sampai ke Esplanade (Marina) dan sempat saya post rute petanya di facebook.
  • Dan beberapa lagi aktifitas yang lumayan menggunakan fisik. Dan sama sekali saya belum menyadari bahwa saya mengandung.

Kebetulan, jadwal menstruasi saya yang tidak begitu teratur. Bahkan yang terkahir ini hanya tiga hari durasinya. Sampai akhirnya apabila dihitung dari tanggal terakhir itu, menurut catatan saya, sudah 16 hari telat. Dengan berdebar, saya research mengenai ciri-ciri kehamilan dan korelasinya dengan yang saya alami:

  • Agak mual (saya sempat mengira ini masuk angin, solusi dikerokin; sempat juga mengira maag saya kambuh, sayapun minum promag)
  • Dada yang sakit dan keras percis seperti menjelang haid
  • Mood yang cepat berubah
  • Pusing

Karena terus menerus hanya menduga-duga, pada tanggal 2 Januari kemarin saya membeli testpack konvensional, dan treng treng ternyata hasilnya positif (dua garis). Karena masih tidak percaya, saya coba test menggunakan testpack digital dan hasilnya tetap positif.

Dari hasil test digital, diketahui umur kehamilan sudah lebih dari 5 minggu. Segera setelah itu saya research untuk mencari dokter yang recomended di Singapore, utamanya saya ingin diperiksa oleh dokter wanita.

Sayapun mendapat link ini, forum theurbanmama yang diposting oleh Mba Ninit. Pada tanggal 4 Januari hari Rabu kemarin akhirnya saya menemui dokter Tracey Lim di The Tow Yung Clinic, Tanglin Road. Sesuai dengan pendapat Mba Ninit, dr. Tracey orangnya ramah dan cantik. Banyak juga pasien orang Indonesia di sana :).

Untuk pemeriksaan awal, saya diberi booklet yang ditulis sendiri oleh dr.Tracey umumnya tentang do dan don’t selama kehamilan. Saya juga langsung diperiksa Ultrasound scan untuk early pregnancy. Umur janin baru 6 minggu dengan panjang masih 2,2mm, detak jantung sudah bisa terdengar, Subhanallah. Dan perkiraan melahirkan pada akhir Agustus atau awal September 2012.

Ke Luar Negeri, apa saja yang harus disiapkan

kalau saja tidak ada yang saya kunjungi di negeri tetangga itu, mungkin sampai sekarang saya belum pernah menginjakan kaki di luar Indonesia. Jadi, beberapa bulan yang lalu (-/+ 4 bulan), mas ifnu mulai bekerja di Singapura. Bangga iya, sedih tentu saja.

Tapi dipotingan ini saya ingin berbagi hal-hal yang harus dipersiapkan untuk pergi ke luar negeri, karena beberapa orang sempat berkali-kali menanyakan bagaimana cara membuat paspor, syarat-syaratnya apa saja dll.

Ingat, tujuan kunjungan kita yaitu wisata atau tugas yang sudah barang tentu tidak akan menetap dengan waktu yang relatif lama. Dengan kata lain, kita akan mengunjungi Singapura cukup dengan visa turis.

Syarat mutlak untuk bisa ke luar negeri sudah jelas yaitu paspor. Paspor bisa dibuat di kantor-kantor imigrasi, kebetulan waktu itu saya ke Imigrasi Mampang. Untuk mendapat antrian yang cukup usahakan dateng jam 7 kurang. Apabila lebih dari itu kemungkinan akan mendapat giliran jam 10, atau bahkan setelah makan siang.

Proses pembuatan paspor tidak lebih dari 1 minggu (5 hari kerja), tapi tergantung pada banyaknya orang yang saat itu membuat paspor juga. Dokumen-dokumen yang harus disiapkan yaitu: KTP, Akta kelahiran, Kartu keluarga, Ijazah terakhir, dan surat keterangan bekerja. Semua dibawa pada hari pertama ASLI dan fotokopi-nya. Kemudian ambil nomor antrian dan membeli formulir+map Rp. 5000 rupiah yang harus diisi dan masukan rapi semua dokumen ke dalam map. Dokumen yang asli akan diperiksa dan dikembalikan, formulir dan fotokopi dokumen diserahkan kepada petugas. Setelah itu akan mendapat jadwal wawancara, foto, scan sidik jari.

Biasanya jadwal wawancara, foto dan sidik jari rata-rata 2 hari setelah penyerahan dokumen, misal apabila kita menyerahkan dokumen hari Senin, hari Rabu dijadwalkan untuk wawancara, foto, dan sidik jari. Sebelum melaksanakan wawancara, foto, dan sidik jari, pertama yang harus dilakukan adalah menyerahkan resi dari penyerahan dokumen, kemudian kita dipanggil untuk mendapatkan kwitansi yang harus segera dibayarkan ke kasir. Biaya harus dibayarkan sebelum wawancara, foto, dan sidik jari. Biaya yang dikeluarkan Rp 270.000. Setelah proses pembayaran selessai, antri untuk mendapat giliran wawancara, foto, dan sidik jari.

Wawancara hanya ditanya “untuk keperluan apa? Apakah anda benar Dian Indah Savitri? dll”, yang jelas tidak perlu persiapan khusus untuk menghadapi petugas imigrasi :D. Setelah semua beres, kita akan mendapat jadwal kapan paspor selesai dan bisa diambil. Diambilnya boleh diwakilkan. Biasanya selang 1 hari, misal wawancara hari Rabu, hari Jumat sudah bisa diambil.

Sekarang, bagaimana prosedur di Bandara Internasional. Hal yang tidak wajib tapi perlu adalah bolpoin. Terlihat simple memang, tapi ternyata banyak yang harus kita isi dan tulis sebelum keberangkatan. Jelas yang sangat penting dan tentu saja wajib adalah paspor, NPWP (untuk suami istri bisa juga pake NPWP suami, untuk keluarga bisa pake NPWP Kepala Keluarga) dan fotokopi-nya, dan tentu tiket. Akan sangat lebih mudah apabila kita mempunyai tiket PP, karena kita tidak akan dicurigai “tidak punya tujuan jelas” di Negeri orang sana.

Pertama, lihat nomor meja dan gate untuk check-in sesuai dengan maskapai dan jadwal penerbangan masing-masing di layar tivi.

Check-in pesawat, check-in pesawat ini bisa dilakukan di bandara, tapi ada beberapa maskapai yang menyediakan tempat check-in di kantornya (waktu itu sempat lihat di lion air, bisa check-in di kantornya di jalan gajah mada harmoni Jakarta Pusat). Apabila kita sudah check-in dan ternyata ketinggalan pesawat, setidaknya tiket kita masih bisa di-refund. Siapkan barang bawaan untuk ditimbang dan masuk bagasi, siapkan paspor dan tiket. Kita akan mendapat Boarding Pass setelah check-in. Tidak lupa juga untuk bayar airport tax sebesar Rp 150.000.

Sebelum ke Imigrasi, bagi kita pemilik NPWP mengunjungi bebas fiskal dengan menunjukan NPWP dan menyerahkan fotokopinya. Kita akan mendapat cap “bebas fiskal”. Setelah semuanya rampung, kita jalan ke gate Imigrasi dan antri di “Indonesian”. Di sini juga biasanya ada wawancara, dan sangat mudah apabila kita mempunyai tiket kembali. Kita juga harus mengisi alamat dan telpon tujuan di Luar Negeri. Hal ini dilakukan untuk mencegah kita menjadi “gelandangan” atau Imigran tidak jelas di luar negeri.

Setelah itu sudah free, dan antri untuk masuk gate di ruang tunggu, sebelum benar-benar masuk dalam pesawat dan terbang. Jadi, tertarik kah untuk berkeliling dunia.

note: saya belum menyertakan visa, karena untuk ke Singapura tidak memerlukan pengurusan visa.

gambar diambil dari sini