Ke Luar Negeri, apa saja yang harus disiapkan

kalau saja tidak ada yang saya kunjungi di negeri tetangga itu, mungkin sampai sekarang saya belum pernah menginjakan kaki di luar Indonesia. Jadi, beberapa bulan yang lalu (-/+ 4 bulan), mas ifnu mulai bekerja di Singapura. Bangga iya, sedih tentu saja.

Tapi dipotingan ini saya ingin berbagi hal-hal yang harus dipersiapkan untuk pergi ke luar negeri, karena beberapa orang sempat berkali-kali menanyakan bagaimana cara membuat paspor, syarat-syaratnya apa saja dll.

Ingat, tujuan kunjungan kita yaitu wisata atau tugas yang sudah barang tentu tidak akan menetap dengan waktu yang relatif lama. Dengan kata lain, kita akan mengunjungi Singapura cukup dengan visa turis.

Syarat mutlak untuk bisa ke luar negeri sudah jelas yaitu paspor. Paspor bisa dibuat di kantor-kantor imigrasi, kebetulan waktu itu saya ke Imigrasi Mampang. Untuk mendapat antrian yang cukup usahakan dateng jam 7 kurang. Apabila lebih dari itu kemungkinan akan mendapat giliran jam 10, atau bahkan setelah makan siang.

Proses pembuatan paspor tidak lebih dari 1 minggu (5 hari kerja), tapi tergantung pada banyaknya orang yang saat itu membuat paspor juga. Dokumen-dokumen yang harus disiapkan yaitu: KTP, Akta kelahiran, Kartu keluarga, Ijazah terakhir, dan surat keterangan bekerja. Semua dibawa pada hari pertama ASLI dan fotokopi-nya. Kemudian ambil nomor antrian dan membeli formulir+map Rp. 5000 rupiah yang harus diisi dan masukan rapi semua dokumen ke dalam map. Dokumen yang asli akan diperiksa dan dikembalikan, formulir dan fotokopi dokumen diserahkan kepada petugas. Setelah itu akan mendapat jadwal wawancara, foto, scan sidik jari.

Biasanya jadwal wawancara, foto dan sidik jari rata-rata 2 hari setelah penyerahan dokumen, misal apabila kita menyerahkan dokumen hari Senin, hari Rabu dijadwalkan untuk wawancara, foto, dan sidik jari. Sebelum melaksanakan wawancara, foto, dan sidik jari, pertama yang harus dilakukan adalah menyerahkan resi dari penyerahan dokumen, kemudian kita dipanggil untuk mendapatkan kwitansi yang harus segera dibayarkan ke kasir. Biaya harus dibayarkan sebelum wawancara, foto, dan sidik jari. Biaya yang dikeluarkan Rp 270.000. Setelah proses pembayaran selessai, antri untuk mendapat giliran wawancara, foto, dan sidik jari.

Wawancara hanya ditanya “untuk keperluan apa? Apakah anda benar Dian Indah Savitri? dll”, yang jelas tidak perlu persiapan khusus untuk menghadapi petugas imigrasi :D. Setelah semua beres, kita akan mendapat jadwal kapan paspor selesai dan bisa diambil. Diambilnya boleh diwakilkan. Biasanya selang 1 hari, misal wawancara hari Rabu, hari Jumat sudah bisa diambil.

Sekarang, bagaimana prosedur di Bandara Internasional. Hal yang tidak wajib tapi perlu adalah bolpoin. Terlihat simple memang, tapi ternyata banyak yang harus kita isi dan tulis sebelum keberangkatan. Jelas yang sangat penting dan tentu saja wajib adalah paspor, NPWP (untuk suami istri bisa juga pake NPWP suami, untuk keluarga bisa pake NPWP Kepala Keluarga) dan fotokopi-nya, dan tentu tiket. Akan sangat lebih mudah apabila kita mempunyai tiket PP, karena kita tidak akan dicurigai “tidak punya tujuan jelas” di Negeri orang sana.

Pertama, lihat nomor meja dan gate untuk check-in sesuai dengan maskapai dan jadwal penerbangan masing-masing di layar tivi.

Check-in pesawat, check-in pesawat ini bisa dilakukan di bandara, tapi ada beberapa maskapai yang menyediakan tempat check-in di kantornya (waktu itu sempat lihat di lion air, bisa check-in di kantornya di jalan gajah mada harmoni Jakarta Pusat). Apabila kita sudah check-in dan ternyata ketinggalan pesawat, setidaknya tiket kita masih bisa di-refund. Siapkan barang bawaan untuk ditimbang dan masuk bagasi, siapkan paspor dan tiket. Kita akan mendapat Boarding Pass setelah check-in. Tidak lupa juga untuk bayar airport tax sebesar Rp 150.000.

Sebelum ke Imigrasi, bagi kita pemilik NPWP mengunjungi bebas fiskal dengan menunjukan NPWP dan menyerahkan fotokopinya. Kita akan mendapat cap “bebas fiskal”. Setelah semuanya rampung, kita jalan ke gate Imigrasi dan antri di “Indonesian”. Di sini juga biasanya ada wawancara, dan sangat mudah apabila kita mempunyai tiket kembali. Kita juga harus mengisi alamat dan telpon tujuan di Luar Negeri. Hal ini dilakukan untuk mencegah kita menjadi “gelandangan” atau Imigran tidak jelas di luar negeri.

Setelah itu sudah free, dan antri untuk masuk gate di ruang tunggu, sebelum benar-benar masuk dalam pesawat dan terbang. Jadi, tertarik kah untuk berkeliling dunia.

note: saya belum menyertakan visa, karena untuk ke Singapura tidak memerlukan pengurusan visa.

gambar diambil dari sini

outing citarik 2009

Tanggal 18 jully kemarin aku dan tim IT detik outing ke sungai Citarik Sukabumi. Kebetulan aku sebagai panitia. Outing memang menjadi agenda bagi setiap divisi di kantor kami dan di hampir kebanyakn kantor. Tujuannya memang me-refresh kembali semangat, pikiran yang sudah penat dengan kegiatan dan pekerjaan sehari-hari, selain itu juga untuk mempererat kekeluargaan di antara karyawan.

Tujuan akhir Citarik itu melalui diskusi yang panjaaaaaang. Direncanakan dari awal april dengan tujuan pertamanya yaitu ke pantai Karimun Jawa, Jawa Tengah. Sudah menghubungi beberapa EO, agen wisata, bahkan biro penerbangan. Mencocokan tanggal, jadwal pesawat, kereta, dan kapal laut. Tapi apa daya dan upaya, sang bos besar tidak mengizinkan. Karena pikirnya, kami pergi ke sana dengan waktu tempuh perjalanan kurang lebih mencapai 9 jam (pesawat ke Semarang 1 jam, Semarang – Jepara 2-3 jam, Jepara – Pulau Karimun Jawa 4-5 Jam). Tidak worthed dengan objek yang kita dapat di sana. Begitu sih pemikirannya. Apapun keputusan bos besar, harus kita ikuti.

Kedua, rencana penjalanan ke Singpura. Sama dengan halnya Karimun Jawa. Kami sebagai panitia sudah menghubingi beberapa EO, agen wisata, dan biro penerbangan. Perjalanan ke Singapura ini sebetulnya ide bos besar dan bos kami. Pemikirannya, kapan lagi bisa keluar negeri sambil dibayarin kantor. Tapi budget yang tersedia terbatas. Hehe. Itu yang manjadi kendala kami sebagai karyawan. Karena setelah dihitung-hitung setiap orang ada tambahan dana mencapai 1 juta per person (termasuk biaya untuk pembuatan paspor). Sudah pasti ide jalan-jalan ke Singapura ini gagal. Tapi kami bersyukur juga, karena akhir-akhir ini banyak suspek flu babi yang ditemukan yang berasal dari luar negeri, Singapura salah satunya.

Jadilah, keputusan terakhir outing ke Citarik, Sukabumi. Acara intinya ada rafting (arung jeram), paint ball, high rope (jalan di atas tambang), dan flying fox. Kami berangkat pukul 06.00 dari Jakarta, sampai di Citarik sekitar pukul 11.00. Makan secara parasamanan, menu yang disediakan ada goreng ayam, bakar ikan, empal gepuk. Ada juga acara berbeque nya, seperti api ungun, bakar jagung, sosis, kambing guling.

Kalo penginapannya, di saung-saung lesehan. 1 Saung bisa berisi sekitar 15-20 orang. Pulang lagi ke Jakarta tanggal 19 Juli pukul 12 siang dari sana. Walaupun cuma 2 hari 1 malam, tapi aktifitasnya cukup padat, dan cukup membuat badan pegal-pegal juga. Tapi pegal-pegal itu bisa tergantikan oleh teriakan, keceriaan, kebersamaan IT detik.

IMG_4784

di depan kantor, sebelum keberangkatan

siap-siap rafting

siap-siap rafting

perang paint ball

perang paint ball