koneksi internet ubuntu 8.10 + hp SE w910i + telkomsel flash

ternyata membuat koneksi internet menggunakan modem GSM d linux tidak harus utak atik script yang manyebalkan..tapi cukup klak-klik saja layaknya di windows. Apabila kartu telkomsel flash sudah aktif dan bisa digunakan(kebetulan saya menggunakan hallo flash berlangganan), maka langusng saja aktifkan pada ponsel 3G atau HSDPA.

Sambungkan pada laptop ubuntu melalui kabel data, kemudian akan tampil beberapa pilihan di layar ponsel, pilih koneksi dengan pilihan “phone mode”. Sedangkan setting di ubuntu. bisa buka menu System -> Administration -> Network.

Tambahkan koneksi tipe “mobile broadband”, pilih nama sesuai koneksi anda, seperti gambar berikut:

add connection

dan,  isi properti koneksi :

number : *99#

APN : internet (ini khusus yg unlimited / volume based, apabila ingin diubah menjadi time based, APN diubah menjadi “flash”)

PIN : (default) 1234

password : (optional) wap123

langung muncul di list di network setting dengan nama sesuai koneksi yg telah anda buat tadi. untuk memastikan koneksi telah berhasil, ketikan

tail -f  /var/log/message

maka, hasilnya adalah seperti ini:

Jul 29 01:50:45 dian-laptop pppd[12001]: Plugin /usr/lib/pppd/2.4.4/nm-pppd-plugin.so loaded.
Jul 29 01:50:45 dian-laptop pppd[12001]: pppd 2.4.5 started by root, uid 0
Jul 29 01:50:45 dian-laptop pppd[12001]: Using interface ppp0
Jul 29 01:50:45 dian-laptop pppd[12001]: Connect: ppp0 <–> /dev/ttyACM1
Jul 29 01:50:46 dian-laptop pppd[12001]: Remote message: Congratulations!
Jul 29 01:50:46 dian-laptop pppd[12001]: PAP authentication succeeded
Jul 29 01:50:47 dian-laptop pppd[12001]: Could not determine remote IP address: defaulting to 10.64.64.64
Jul 29 01:50:47 dian-laptop pppd[12001]: local  IP address 114.120.57.71
Jul 29 01:50:47 dian-laptop pppd[12001]: remote IP address 10.64.64.64
Jul 29 01:50:47 dian-laptop pppd[12001]: primary   DNS address 114.127.253.84
Jul 29 01:50:47 dian-laptop pppd[12001]: secondary DNS address 202.3.210.11

install plugin facelet di netbeans 6.5

pertama2 thx to henry, sebenernya ini awalnya yang ngalamin henry sewaktu diskusi soal JSF,

karena selama kerja dah jarang pake java, jadi baru sempat install netbeans 6.5 kemarin malam.. karena lg nyobain tutorial spring nya yang dibuat pak Endy. akhirnya tutorial ke 1, sudah berhasil dan sukses.

ketika akan mulai mencoba2 JSF, saya teringat kalo komponen yang (menurut saya) paling bagus (lucu2, warna nya bagus2) itu ada richfaces, maka saya harus install plugin facelet nya di netbeans versi 6.5.

plugins nya dapat diunduh di sini. setalah selesai diunduh. saya lakukan proses add plugin seperti biasa di netbeans. yaitu:

Tools -> plugin -> downloaded -> add plug in (seperti berikut)

addplugin1

ketika akan install, muncul peringatan kurang lebih seperti berikut:

The plugin JSP Parser is requested in implementation version 200804211638

Error tersebut bisa dihilangkan dengan menyeragamkan version JSP parser yang ada di netbeansnya. version JSP passer tersebut berada di folder hasil installer netbeans

  • /home/dian/netbeans-6.5/enterprise5/modules
  • -extract file org-netbeans-modules-web-jspparser.jar
  • update file MANIFEST.MF di folder org-netbeans-modules-web-jspparser/org-netbeans-modules-web-jspparser/META-INF.
  • kemudian ubah hasil extract-an menjadi file .jar kembali
  • rebuild file org-netbeans-modules-web-jspparser.jar
  • jalankan command berikut di console: jar -vufm jar_file manifest_file, untuk update mani_fest nya

ok, berhasil, coba restart netbeans kembali, dan selamat ber-JSF ria..

widsest-nokia

ahai ternyata di detik, aku berada di divisi IT operation..hm..mungkin dari namanya udah ketauan..aku bakalan banyak maintenance..:)..

project / aplikasi pertama yang musti dihandle adalah Widset-nokia..

aplikasi rss, yang diinstall di handphone, spesifiknya nokia, tapi pas test bisa juga masuk ke hape SE..aplikasinya di develop oleh tim mobile developement dan dibangun berbasis java (hihi JME bo 🙂 )..

sedangkan widsest itu sendiri, disamping pake JME pake framework yang namanya helium..untuk coding2 dan sejenisnya,,aku juga masih tahap browsing skiming..belum baca secara mendetil..huhuhuh…

contoh tampilan aplikasinya:

Software Testing Part 2

Setelah tau apa itu software testing dan lain lain nya..kita bakal tau..sebenernya test itu ada macem2 nya ga? Apa test yang cocok dilakukan buat software yang kita kembangin?

Ada apa ajah sih jenis testing:

  • White box testing (proses tes semua bagian konstruksi suatu software dari dalam, mencakup unit-unit tes terkecil)
  • Black box testing (proses tes secara umum dan melihat sisi luarnya saja. Input dan output secara kasat mata)
  • Gray box testing (proses tes yang melibatkan client-server, biasanya dipake untuk tes yang berhubungan ama repositori data)

Terus tingkatan-tingkatan

  • Unit testing

Unit test digunakan untuk mengetes bagian terkecil (unit detail) dari suatu software dan biasanya dikerjakan oleh developer dengan membuat mock object untuk ditesnya. Unit test menjalankan test pada semua function atau method, apabila terjadi error pada tiap unit kode programnya, maka developer akan melakukan refactoring terhadap kodenya.
Untuk teknologi bahasa pemrograman java, unit tes dilakukan dengan menggunakan framework junit.

  • Integrated testing

Integrated testing digunakan untuk mengetes suatu software yang terdiri dari modul-modul yang terintegrasi atau bisa juga terintegrasi dengan suatu database. Contoh tool yang digunakannya adalah DBUnit.

  • Coverage testing

Testing yang dilakukan untuk mengukur kecukupan suatu unit test, apakah unit test yang dibuat telah meng-cover semua unit kode program. Analoginya, coverage test bekerja dengan membandingkan jumlah kode program dengan jumlah unit testnya. Contoh tool yang biasa digunakan cobertura.

  • System testing

Merupakan testing keseluruhan dari suatu software. System testing ini biasanya merunut pada Terdiri dari berbagai jenis tes, yaitu: user interface testing, usability testing, performance testing, compability testing, error handling testing, load testing, volume testing, stress testing, user help testing, security testing, scalability testing, capability testing, sanity testing, regression testing, reliability testing, recovery testing, instalation testing, maintenance testing.

dari semua jenis tes itu, testing yang dilakukan oleh seorang tester hanyalah bagian coverage dan system testing (apabila diperlukan).. sedangkat 2 tingkat sebelumnya, dikerjakan oleh programer bersamaan dengan proses development..

Software Testing Part 1

dari posting sebelumnya  kan terus ngomongin testing..hehehe (mentang2 pas magang jadi software tester, ya yang tau Cuma itu aja)..terus sebenernya apa itu testing? Knpa dalam pengembangan software harus ada testing? Kapan testing yang baik itu dilakukan?

Software testing dalam SDLC (Software Development Life Cycle) adalah proses buat mengukur kualitas suatu software. Kualitas disini mencangkup correctness, completeness, security, atau dapat juga berupa technical requirement di bawah standar ISO, seperti capability, reliability, efficiency, portability, maintability, comptability, dan usability. Software Testing tidak sama dengan Software Quality Assurance (SQA), tetapi hanya merupakan bagian SQA.

Tapi kalo pengertiannya secara umum, Software Testing yaitu proses untuk menguji eksekusi suatu software dengan cara memberikan berbagai input kemungkinan dan mengecek apakah output sesuai dengan yang diharapkan.

 

Terus..gimana sih cara testing yang baik?

Testing yang baik itu, testing yang bisa menemukan kemungkinan error yang ditemukan. Code-testnya harus konsisten dan bisa diulang-ulang. Yang harus diperhatikan juga code test tidak bergantung dengan test yang lainnya.

Kapan kita melakukan test?

Software testing dikerjakan setelah tahap construction selesai dan sebelum sampai ke customer,software testing bisa dilaksanakan secara iterasi yang berlangsung sejalan dengan proses development atau yang disebut dengan TDD (Testing Driven Development).

Salah satu yang bisa menjadi masalah adalah apabila terjadi perubahan control development yang disebabkan oleh banyaknya bugs atau error yang ditemukan. Hal ini bisa menyebabkan delay contruction yang cukup lama, karena setelah di-rebuild, suatu software harus dites kembali. Oleh karena itu, sangat perlu diperhatikin bahwa kesalahan (error dan bugs) yang pernah muncul tidak berulang lagi (regression testing).

Dalam SDLC, Software testing bisa juga jadi bagian dari proses validation dan verification. Validation yaitu proses mengecek apakah software sudah berjalan sesuai dengan user requirement, sedangkan verification proses untuk mengecek semua item secara spesifik.

Automated testing menggunakan selenium ide dan selenium core part 2

Seperti yang udah disebuti pada posting sebelumnya..Selenium IDE menghasilkan output yaitu unit test yang menjadi elemen pada Selenium Core..Sebelum itu, kita install dulu Selenium Corenya…Selenium Core bisa didownload di sini. Kemudian ekstrak file nya dan simpan pada folder webapp pada aplikasi server kita.

Setelah siap, kita bisa langsung akses Selenium Core menggunakan web browser dengan mengetikan alamat url . http://localhost:8080/selenium. maka akan tampil halaman seperti berikut:

 

Kita akan gabungkan hasil Selenium IDE yang dipakai oleh Selenium Core. Misal output yang kita simpan dari Selenium IDE berupa HTML, maka file-file HTML tersebut didefinisikan pada test suite. Berikut contoh unit test yang dimasukkan pada test suite:

Unit test yang didefinisikan berwarna merah. Kemudian jalankan Selenium TestRunner-nya yang terdapat pada Selenium Core. Untuk menjalankannya ketikan file test suite yang telah dibuat seperti pada gambar berikut:

 

Seperti halnya pada selenium IDE, untuk setiap test case yang berjalan apabila test-nya berhasil maka test runner akan berwarna hijau, dan sebaliknya apabila terjadi error atau bug maka test runnernya berwarna merah.

 

 

 

Automated testing menggunakan selenium ide dan selenium core

Sesuai yang saya janjikan sebelumnya..saya sedikit bagi2 ilmu selama PKL..
Apa itu automated testing? Knapa kita butuh itu?buat apa sih gunanya?Hahaha..pertanyaan yang pertama muncul mungkin seperti itu..Ok,, sebenernya sih knpa disebut automatis, karena test tersebut akan dilakukan beberapa kali dan pada pengulangannya dilakukan secara otomatis..

Mekanismenya namanya agile test…Apa itu agile test? Agile test disebut juga functional test yaitu software tester berperilaku sebagai end-user dan memeriksa apakah sistemnya dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan requirment dari user.

Semua aktifitas saat melakukan test direkam oleh sebuah tools, dimana saat akan melakukan test ulang, bisa secara langsung menjalankan rekaman aktivitas kita, dan tools tersebut akan mengetes ulang secara otomatis…
Tools yang digunakan adalah Selenium IDE dan Selenium Core..
Selenium IDE merupakan integrated tool untuk agile testing. Mekanismenya bekerja dengan merekam semua aktifitas user saat mengakses suatu aplikasi berbasis web. Setiap aktifitas yang terekam masuk ke dalam tiga tag, yaitu Command, Target,dan Value.

  • Command, berisi apa yang akan dilakukan oleh user pada aplikasi, misalnya clickandwait, select, open, dll.
  • Target, berisi tujuan dari command yang kita dilakukan.
  • Value, berisi nilai yang dimasukkan dan diakses saat kita melakukan test.

a. Berikut beberapa fitur yang ada pada Selenium IDE

  • Dapat merekam dan re-play hasil rekaman dengan mudah.
  • Autocomplete untuk Selenium command.
  • Dapat dijalankan selama testing berlangsung.
  • Debug dan set breakpoint.
  • Bisa disimpan dalam file format HTML, Ruby script, Phyton, PHP, Java, dan C#..
  • Mendukung file Selenium-extension.js.
  • Secara otomatis menambahkan title pada setiap halaman.

b. Instalas
Selenium IDE bisa langsung didownload sebagai add-ons (plug in) mozilla firefox atau browser lainnya yang mendukung (bisa dicek disini). Selenium IDE terintegrasi dengan browser dan bisa langsung digunakan dengan menuliskan alamat url yang akan ditest, kemudian klik tombol record.

Ilustrasinya seperti gambar dibawah ini:

Untuk menjalankan dan mengetes kembali secara otomatis hanya meng-klik button play. Berikut contoh nya:

Apabila sukses, test akan berwarna hijau, sedangkan apabila gagal, test akan berwarna merah.

Kemudian tester menjalankan sistem selayaknya end-user, setelah selesai hasilnya bisa disimpan dalam bentuk HTML dan beberapa format yang bisa dipilih seperti terlihat pada ilustrasi berikut:

Hasil output dari Selenium IDE tadi merupakan satu buah unit test. Kemudian beberapa unit test disatukan dalam suatu test suite. test suite akan mengotomatisasi software testing secara keseluruhan. Tools yang digunakan yaitu Selenium Core.